The Way Love – Baek!! I’m baek(back)!!

thewaylove-onfallcouple

The Way Love

by Onfanllcouple

Chapters

Teen

love, friendship, family

 @cafeposterart Lee Yongmi

Exo k + Jongdae, Candy/ Jung Eunwoo (OC),

Choi Sooyoung, Oh Sehee (OC), Lee Hongbin

“. . . Itulah mengapa aku seperti ini sekarang. Lagi pula cinta memang tak harus selalu memiliki. Sambil menunggu cinta lain, berharap bukanlah suatu hal salah, bukan?!”

Perkataan itu seperti menusuk dada ku. Mungkin aku juga harus melakukan hal yang sama suatu saat nanti.

.

 

Happy reading^^

Chap 1 :

Baek!! I’m baek(back)!!

. . . . . .

. . . .

. .

.

 

Seorang yeoja cantik berjalan cepat-cepat menuju sebuah bangku yang ada di taman belakang gereja. Yeoja itu berjalan sambil mengepal kedua tangannya kuat-kuat, ia terlihat sangat kesal. Yeoja itu menarik nafas panjang sebelum ia menduduki bangku itu. Ia menutup matanya lalu menggerakkan ujung belakang kakinya, mengais tanah dibawah bangku dengan heels sepatunya. Setelah ia merasa menemukan sesuatu, yeoja itu membuka matanya. Takut-takut ia merunduk dan melihat sebuah permen hasil galiannya. Ia tau hasilnya pasti masih sama. Tapi ia tetap mengambil permen itu lalu memutar mundur kedua ujung plintiran nya pelan-pelan. Yeoja itu mendengus kesal begitu melihat isinya tetap sama.

“HUUHH….!!” ia menghembuskan nafasnya panjang dengan kesal

“Babo!! Kau babo!!” decak yeoja itu dengan kesal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“sampai kapan aku harus menunggu..” ia menggosok rambutnya kasar

“dasar kau Berengsek!!”

Selesai mengeluarkan amarahnya, sang yeoja kembali membungkus permen nya dan mengubur nya ke tempat semula.

“Candy agashi, nae dalkoman sarang^^!!”

Panggil seorang namja yang baru datang menghampirinya.

“ne, Junmen..” melihat si namja mengeryitkan dahinya, yeoja itu baru sadar ia melupakan sesuatu

“Junmen oppa!! Oppa sudah selesai berdoa?” yeoja itu membuat suaranya terdengar semanis mungkin

“ne.” namja itu mengangguk sambil tersenyum, “ayo!! Kita harus pergi sekarang!”

00)–*_*–(00

Hari sabtu ini bandara Incheon terlihat padat, dipenuhi banyak orang. Maklum akhir pekan biasanya banyak penerbangan dari luar negeri. Baru saja pesawat dari Van Couver tiba. Terlihat seorang namja yang berbeda diantara para penumpang bule yang baru turun. Namja dengan tinggi 178 cm, bermata sipit, kulitnya putih bersih.  Ia hanya mengenakan celana pendek putih dengan kaos kuning spongebob yang begitu mencolok. Untung ia masih memakai jaket kulit berwarna coklat tua pekat. Ditambah sepatu sport Nike kuning dengan lidah berwarna putih. Namja itu tidak kalah tampan dari para namja bule disekitarnya. Tampan atau tidak, jujur untuk saat ini namja itu tidak memperdulikannya. Meskipun banyak wanita yang terpesona di belakangnya, bahkan mengikutinya diam-diam. Namja itu menggendong ranselnya sambil juga menarik kopernya yang berwarna ungu. Dipertengahan jalan menuju pintu keluar. Namja itu berhenti sejenak, berdiri ditengah-tengah kerumunan lalu membuka kaca mata hitamnya. Jantungnya berdegup kencang lalu sebuah senyuman terukir di bibirnya.

“woahh!!!”

Ia melepas pegangan pada kopernya lalu mengepal kedua tangannya didada

“ahhh!! I’m Baek!! Byun Baek hyun is Baek!! wuuuhhh. . .”

Namja itu berteriak tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.

“I miss her A Lot.. I must meet her now!!”

00)–*_*–(00

 

Baekhyun Pov

 

Aku baru saja sampai di Korea dan rasanya senang sekali bisa kembali disini, di negara ku sendiri. Tempat aku menghabiskan masa kecil ku atau setengah hidup ku. Well, umur ku sekarang 19 tahun dan aku pindah ke Van Couver saat aku berumur 13 tahun. Untungnya omma sudah menyiapkan semua keperluan ku disini. Begitu sampai aku sudah disambut seorang supir yang mengantar ku ke rumah.

Sebenarnya omma ku tidak suka aku kembali ke Korea. Karena disini aku tinggal sendiri sedangkan orangtua ku menetap disana. Omma ku khawatir tidak akan ada yang memperhatikan ku disini. Tapi aku menyakinkan omma karena adeul satu-satunya ini suatu saat nanti juga tetap akan pergi darinya.

Bukan nya aku tidak suka Van Couver. Justru aku sangat suka tempat itu. Rumah ku disana dekat pantai. Aku hanya perlu berjalan 15 menit untuk menikmati pantai yang indah. Aku punya banyak teman dari berbagai negara. Jangan salah, bahkan aku punya banyak teman Korea disana. Hanya saja ada seseorang penting dalam hidup ku dan masalahnya dia tidak ada di Van Couver tapi dia tinggal di Korea.

Dulu aku berjanji padanya untuk ada disampingnya, jadi pendukungnya. Dia minta pada ku untuk tidak pergi. Tapi aku bisa apa? Waktu itu aku masih terlalu kecil untuk tinggal sendiri. Aku tidak punya sanak saudara disini yang bisa merawat ku. Sekarang waktu nya aku untuk menepati janji ku.

Begitu sampai di rumah, aku langsung menyimpan barang-barang dan pergi menggunakan mobil. Aku tidak tau dimana dia sekarang. Dan ada banyak perubahan yang terjadi di Seoul. Untungnya dia sangat terkenal jadi aku tidak perlu susah mencarinya atau tidak juga.. Aku mengetik nama nya di mesin pencari dan terlalu banyak deretan halaman yang harus ku cek.

Dreet…

Aku merem mendadak. Oh,, bodohnya aku! Apa yang ku lakukan? Aku menyetir sambil menggunakan hp. Alhasil aku menabrak seseorang sekarang..

Aku segera turun dari mobil ku dan menghampiri nya. Dia seorang namja yang sangat tinggi menurut ku. Bukan nya aku tidak pernah lihat orang yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari dia banyak ku temui saat di Van Couver. Tapi tidakkah dia terlalu tinggi untuk ukuran orang Korea?

Aku melihatnya terjatuh tadi dan ku pikir kakinya terselip di ban depan kiri mobil ku. Aku menolongnya untuk berdiri. Bukan nya aku mau membela diri dia memang cepat-cepat tadi dan tak melihat kalau lampunya masih hijau. Aku pikir aku sepenuh nya salah, ternyata tidak juga. huuh,,, aku sedikit lega.

“kau tidak apa-apa?”

Tanya ku sambil memperhatikan ujung sepatu kaki kiri nya yang lecet. Tapi dia malah sibuk memunguti barang-barangnya yang berjatuhan. Dia terlihat sangat panik sekali. Aku membantunya memunguti barang-barang itu.

“hmm,, kau yakin, kau baik-baik saja?”

Tanya ku sekali lagi sambil memberikan barangnya. Akhirnya dia bersuara juga sambil memperhatikan setiap lightstick yang sudah kembali di rangkulannya.

“oh,, iya. Aku baik-baik saja. Maafkan aku cepat-cepat tadi.”

Namja yang cukup sopan pikir ku. Dia sama sekali tidak menuntut apapun?

“hmm,, memangnya kau ada urusan yang sangat penting sekali ya?”

“ya. Aku harus cepat-cepat. Aku sudah terlambat seperti nya.”

“oh, kalau begitu kau naik saja ke mobil ku. Aku bisa mengantar mu.”

“tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

“tapi sepertinya kaki kiri mu terluka. Apa itu tidak sakit? Ayolah, aku akan merasa sangat bersalah kalau tak bisa membantu mu.”

“baiklah kalau itu mau mu.”

Aku membukakan pintu mobil ku untuk nya. Dia masuk malu-malu.

“kau mau kemana?”

“ke apgujeong, hall.”

“ah,, bian. Bisa kau tunjukkan saja jalannya. Aku sudah lupa jalan-jalan di Seoul. Aku baru kembali ke sini setelah 8 tahun di luar negeri.”

“oh,, kau orang baru. Baiklah, aku mengerti. Nanti didepan sana kita belok kanan. Ok.”

“ok. Dari tadi aku belum tau siapa nama mu?”

“aku Park Chanyeol”

Namja tinggi itu membetulkan letak kaca matanya sambil berkaca lewat kaca spion depan.

“aku Byun Baekhyun. Senang berkenalan dengan mu. Aku harap kita bisa dekat, karena aku tidak punya teman disini.”

Aku memberikan senyum lebar ku pada nya.

“oh,, tentu saja. Kenapa tidak?”

“ngomong-ngomong kau mau kemana dengan lightstick itu?”

“tentu saja aku mau nonton konser.”

“tapi kenapa banyak sekali?”

“beberapa member menitipkannya pada ku. Hari ini kami harus memberikan dukungan penuh untuk Candy. Akhirnya setelah setahun dia tampil untuk persiapan comeback dengan album ke-3”

‘Candy!’

Aku terdiam sejenak mendengar nama itu. Candy? But, Why??

“kau baik-baik saja?”

Tanya nya pada ku.

“Oo.. oh,, tentu saja. Kau fans Candy?”

“iya, aku fans berat nya. Kau sendiri?”

Aku baru sadar kalau lightstick yang dipegangnya dari tadi berwarna ungu muda. Mungkinkah itu..

“hmm,, aku tidak tau tentang K-Pop. Kau tau kan kalau aku baru disini.”

“oh, kalau begitu bergabunglah bersama kami menjadi member The Talgiers. Candy gadis cantik yang imut. Kau pasti menyukainya. Suara dan tariannya juga sangat bagus. Dia bahkan dijuluki ‘The Little sister Korea nations’ karena dia berhasil menyebarkan budaya haluyu ke berbagai negara. Aku bertaruh saat pertama kali kau melihatnya. Kau akan langsung jatuh cinta pada nya.”

“tapi aku tidak tau apa-apa tentang nya.”

“tenang saja, aku akan memberitaukan mu banyak tentang nya. Sebanyak apapun yang kau mau.”

“kau benar-benar fans berat nya?”

“oh,, tentu saja. Aku belum memperkenalkan diri ku secara resmi pada mu, ya?!”

Aku tertawa ketika ia melirik ku dengan senyum nakal nya.

“Perkenalkan aku Park Chanyeol, presiden the Talgiers.”

00)–*_*–(00

 

Akhirnya kami sampai juga. Chanyeol terus menceritakan banyak hal tentang Candy pada ku disepanjang jalan.

“huuh,, sudah duga terlambat.” Keluhnya.

Kami berjalan masuk ke dalam gedung konser. Aku pikir kami benar-benar terlambat. Tapi yang ku lihat adalah banyak kursi penonton yang belum terisi bahkan lebih dari setengahnya.

“tapi,, Chanyeol acaranya bahkan belum dimulai.”

“kalau kita datang lebih awal. Kita bisa menonton rehersial nya.”

“oh,, memang diperbolehkan? Biasanya artis tanpa make up itu kan sedikit.. kau tau maksud ku?”

“tidak. Candy berbeda, dia tetap cantik tanpa make up.”

Itukan kata mu! rutuk ku dalam hati.

“lagi pula selama kau ada bersama ku. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku ini fan exclusive.”

Kemudian Chanyeol berbisik ke telinga ku. “jadi aku bebas berinteraksi dengan Candy.”

“wahh,, presiden club memang berbeda ya.” bisik ku ke telinga nya. Chanyeol tersenyum menyeringai.

Setelah menunggu setengah jam, ruangan konser pun penuh. Tiba-tiba semua lampu mati, ruangannya menjadi gelap. Aku cukup kaget dan mematung ditempat ku. Lalu Chanyeol menarik tangan kiri ku yang memegang light stick ke atas. Ternyata semua juga melakukan hal yang sama. Kini ruangan mulai terlihat terang dipenuhi cahaya violet. Terdengar dentuman drum.

For all over the time, I was waiting you

Here I am. But, where you go

Suara yang begitu lembut mulai mengalun mengikuti irama drum. Itu,, suara.. ya,, aku yakin sekarang. Itu dia..

My love, oh.. my love,,

Dia ada di situ. Sebuah lampu menyorotinya dari atas. Dia berbalik menghadap para penonton. Gadis itu , iya itu dia! Gadis cantik yang selalu ada di dalam hati ku, yang selalu berhasil membuat jantung ku berdetak sangat kencang.  Untuk pertama kali nya lagi aku dapat melihat nya.

Candy I’m here right now, I’m watching you.

Did you see me?

Dia sekarang bertambah cantik. Rambut bergelombangnya yang di lilitkan keatas ditambah bandana pink melekat dikepalanya. OMG dia memakai make up. Terakhir yang aku lihat hanyalah seorang anak perempuan kecil yang memakai jepit ungu disebelah kanannya. Ia tersenyum polos sambil menunjukkan giginya yang ompong dan sekarang.. dia tampil begitu cantik nya diatas panggung yang mewah.. Apakah itu sungguhan dia?? Candy?

Pov off

00)–*_*–(00

 

Gadis cantik itu sedang duduk didepan meja riasnya. Eonni perias yang berdiri disampingnya menuangkan sedikit toner ke atas kapas dan mengusap wajah gadis cantik itu pelan-pelan. Gadis itu menutup matanya membiarakan onnie perias menghapus make up nya. Setelah wajah nya bersih, ia memakai bedak bayi diwajahnya dan sedikit lip gloss juicy pop di bibirnya. Seorang gadis cantik yang elegan diatas panggung kini hanya seorang gadis cantik sederhana.

“baiklah, tugas ku sudah selesai sekarang. Aku pergi dulu Candy.”

Onnie perias itu pergi meninggalkan Candy dan seorang pria masuk menggantikannya. Seorang pria tampan yang manis. Dia tetap terlihat feminim dengan celana denimnya. Bentuk kakinya terlalu bagus seperti wanita.

“annyeong,, nae shin(dewi)”

“ehm,, aniyo. Naega animida oppa.”

“nae talgie..”

“my sweetheart..”

“wo tian..”

“kenapa tiba-tiba mandarin?”

“you didn’t know mandarin it’s the second language now!”

“oppa ngomong apa?”

“oh… dear.. Candy! Kau itu belajar bahasa inggris dari kecil. Masa satu kalimat sederhana itu saja kau tak mengerti.”

“oppa,, oppa tau kan aku seperti apa.”

“memang apalah yang kau tau di dunia ini?”

“oppa!!” teriak Candy kesal

“setidak nya aku tau bagaimana caranya menggoda seorang pria!” kemudian pria itu mendekat lalu mencubit hidung nya gemas.

“ah,, aku baru mengerti sekarang. Kenapa seseorang seperti mu bisa mendapat predikat ‘The little sister Korea nations’?”

“wae?”

“bagaimana kau tidak menyebarkan budaya haluyu kalau setiap keluar negeri kau selalu bawa translator. Kau tidak sadar kau sudah menyiksa fans mu yang di luar negeri. Mereka harus belajar bahasa korea kalau mau bicara pada mu. Wah,,, daebak!!”

Pria itu menghadap Candy bertepuk tangan untuknya.

“oppa!! geuman ne,”

“araseo. Uri candy neun neomu yeppeoseo. Itulah mengapa kau di juluki ‘the little sister Korea nations’ keuchi?”

“nah, itu baru benar.”

“ayo, cepat kita pulang!”

“oppa saja yang pulang duluan. Aku harus pergi ke suatu tempat.” Candy memberikan senyum manisnya.

“ke tempat si mata besar itu lagi?! Sampai kapan kau akan terus jalan bersama nya? Kenapa tidak dengan Junmyeon saja? Menurut ku dia lebih cocok untuk mu.”

“setiap hari aku jalan bersama Junmen oppa melebihi dengan nya. Apa oppa tidak sadar, Junmen oppa kan manager ku.”

“ahk,, sakit.” Pria itu mendadak kesakitan sambil memegang dadanya. Pikirannya melayang pada seseorang di luar sana.

“lihat, itulah alasannya dia tidak mau kembali. Sampai kapan oppa akan terus mengejek temannya? Sudahlah aku harus pergi sekarang. Jangan lupa bilang pada Junmen oppa aku pergi. Ok!”

Candy pergi meninggalkan ruangan nya, sementara pria itu masih memegangi dadanya. Lalu pria itu mengambil hp nya. Mencoba menghubungi seseorang.

00)–*_*–(00

 

Candy sekarang berada didepan pintu sebuah apartemen. Tanpa memencet bel, Candy masuk setelah memencet beberapa angka di bawah gagang pintu. Sebuah apartemen yang mewah dengan desain interior yang elegant-chic. Semua terlihat dari barang-barang mewah yang menghiasi sudut-sudut ruangan. Gadis itu melepas sepatu high heels nya. Berjalan pelan-pelan berusaha untuk tidak membuat sedikit pun suara. Langsung menuju ruang makan yang bersatu dengan dapur. Candy menjatuhkan dirinya di salah satu kursi merah di meja makan. Gadis itu tersenyum sambil melihat punggung pria yang sudah satu minggu ini tidak dilihatnya. Rupanya pria itu sedang sibuk memasak.

“kau sudah datang, cepat sekali. Oppa baru saja mulai memasak.”

Pria yang memakai sweater biru itu berbalik sambil memegang spatula. Mata besarnya ikut tersenyum dengan bibirnya yang membentuk hati. Terlihat manis sekali.

“Oppss, aku ketauan. Seharusnya oppa berpura-pura tidak tau.”

“baiklah..”

Pria itu berbalik lagi ke posisinya semula. Lalu Candy dengan antusiasnya berjalan menghampirinya sambil menepuk bahu kanan pria itu, berusaha membuatnya kaget.

“hh,, astaga!”

Candy tau pria itu hanya pura-pura terkejut tapi dia menikmatinya. Setiap momen bersama pria itu sangat berharga untuknya.

“Kyungsoo oppa,,” panggil Candy. Gadis itu menaruh kedua tangannya diatas bahu kanan pria itu.

Do Kyungsoo, pria yang sudah mengisi hati ‘the little sister korea nations’ selama beberapa tahun belakangan ini. Pria yang tiada hentinya memberikan cinta nya pada gadis itu. Apapun yang terjadi. Kyungsoo berjanji akan tulus mencintai Candy seumur hidupnya. Dia akan melakukan apapun untuk membuat gadis itu bahagia, sungguh.

Pria bermata besar yang terlihat seperti burung hantu. Seharusnya itu menakutkan tapi pria itu selalu melakukannya. Ia akan membelalakan matanya lebar-lebar. Seakan-akan biji matanya akan keluar dari kelopak matanya. Setiap kali gadis itu bersedih mata itu justru selalu berhasil membawa tawanya kembali.

Wajahnya akan memanjang sedikit dan pipi nya akan ikut mengkerut mengikuti gerakan bibirnya yang terangkat ke sebelah kanan. Begitulah cara pria itu tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya. Senyumannya manis. Ditambah bibirnya yang membentuk hati. Membuat hati setiap gadis akan lumpuh sesaat dari emosinya. Itulah mengapa pria itu selalu tersenyum disaat dada Candy sedang kempas-kempis dipompa amarah. Dia selalu ada disitu, saat gadis yang lebih muda darinya itu membutuhkannya.

Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Mereka menjadi sahabat satu sama lainnya sejak kecil. Berawal dari sebuah kelas batita di gereja bahkan sampai saat ini setelah mereka masuk universitas, mereka tetap bersahabat. Walau salah satu diantara mereka pergi.

Candy sangat menyayangi Kyungsoo dan ke-2 sahabatnya yang lain. Begitu juga Kyungsoo tapi cinta nya untuk Candy adalah sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan melebihi batas pertemanan. Tapi kasih diantara pria pada seorang wanita. Jujur, Kyungsoo ingin memiliki Candy seumur hidupnya. Kyungsoo merasa ia berhak mendapatkan gadis itu karena ada banyak alasan.

Kyungsoo merasa ia tau semua hal tentang Candy. Ia tau tanggal ulang tahun Candy 2 Oktober dan waktu itu Candy lahir di Jeju karena orangtua sedang ada bisnis disana. Kyungsoo juga selalu ada disetiap ulang tahun Candy dan memberikannya kado. Kyungsoo dekat dengan salah satu oppa Candy. Sesulit apapun jika Candy yang meminta Kyungsoo pasti akan melakukkan nya. Itu hanya beberapa dari sekian banyak hal yang dilakukan pria itu.

“gomaweo..” bisik Candy lembut ke dalam telinga pria itu.

Kyungsoo menggerakkan kepalanya menghadap Candy yang baru selesai berbisik di telinganya. Untuk sesaat mata mereka bertemu. Semua mendadak hening seketika kecuali jantung Kyungsoo yang berdegup sangat kencang ketika mata mereka bertemu. Pipi Candy yang merah merona membuatnya tampak lebih imut.

“saranghae..”

Satu kata manis yang selalu di ucapkannya pada gadis itu, berulang-ulang tanpa lelahnya. Dulu saat Kyungsoo berumur 7 tahun ia pernah mengajak Candy ke mini market. Alhasil, Candy merengek minta dibelikan coklat sambil memberikannya, Kyungsoo menghapus air mata gadis kecil itu dengan kedua ibu jarinya. Lalu mengecup dahinya dan membisikkan kata itu lembut di telinga Candy. Tapi gadis kecil itu hanya tertawa polos.

Candy pernah hilang dalam sebuah wahana permainan. Semua sibuk mencarinya namun tetap tak menemukannya. Kyungsoo turun dari perosotannya dan jatuh diatas bola-bola plastik berwarna-warni. Anak laki-laki bermata besar itu masuk ke dalam bak bola. Ternyata Candy ada didalam sana berusaha kabur dari kedua oppanya. Gadis kecil itu menutup mulut Kyungsoo dengan tangan kanannya.

“jangan beritau oppa!” bisik nya

“aku tidak akan memberitaukannya karena aku mencintai mu.”

Sekali lagi itu berhasil membuat gadis itu tersipu malu.

Masa-masa kecil yang mereka habiskan sampai sekarang akan selalu menjadi memori indah yang tak terlupakan. Dan tanpa sengaja hal-hal itulah yang menyebabkan berbagai rasa tumbuh sungguhan diantara mereka tanpa benar-benar disadari. Sesuatu yang terlihat sepele dan polos. Sebuah ketulusan hati yang tidak bisa ditebak akhirnya.

00)–*_*–(00

 

Baekhyun pov,

 

Selesai konser tadi aku mengantar Chanyeol ke rumahnya. Sekarang aku tau dimana dia tinggal. Jadi aku bisa datang kapanpun ku mau. Dia sepertinya anak orang kaya. Hahh.. itu tidak terlalu penting juga bagi ku.

Aku tidak mengerti bagaimana bisa ada seorang fans sepertinya. Ia benar-benar fans berat Candy. Bagaimana bisa ia tau lebih banyak tentang Candy dari pada aku. Dia lebih terlihat seperti seseorang yang jatuh cinta pada Candy daripada sekedar seorang fans. Membuat ku tertarik untuk bertanya sedikit pada nya setelah aku sampai didepan gerbang rumah Chanyeol tadi.

“kau benar-benar menyukai Candy?”

“ne. Aku sangat menyukainya.”

“kau juga mencintai nya?”

“ne.”

“lalu kenapa kau tak disampingnya saja? Kenapa kau hanya jadi penggemarnya selama kau bisa dekati dia?”

“aku sudah lama mengenalnya. Bahkan sebelum ia menjadi artis terkenal seperti saat ini. Dulu aku hanyalah kakak kelasnya yang suka mengintip dia diam-diam sambil melewati kelasnya. Aku belajar musik karena aku ingin bisa mengiringi nya bernyanyi. Aku mempersiapkan banyak hal untuknya. Karena aku benar-benar mencintainya. Akhirnya aku menyatakan perasaan ku padanya. Dan kau tau apa jawabannya?”

Chanyeol terdiam sejenak mengubah posisi duduknya ke depan sebelum kembali melanjutkan perkataannya.

“dia bilang, dia menyukai ku tapi tak bisa mencintai ku. Ada seseorang yang ditunggunya sampai saat ini. Tapi dia ingin aku mendukungnya. Itulah mengapa aku seperti ini sekarang. Lagi pula cinta memang tak harus selalu memiliki sambil menunggu cinta lain, berharap bukanlah suatu hal salah, bukan?!”

Perkataan itu seperti menusuk dada ku. Mungkin aku juga harus melakukan hal yang sama suatu saat nanti.

Pov off

00)–*_*–(00

 

Candy dan Kyungsoo memakan pasta mereka masing-masing, sambil menikmati makanan mereka. Kedua insan itu juga sangat menikmati suasana mereka saat ini. Suasana yang begitu romantis bagi Candy. Dimana ia makan bersama seorang pria sambil mendengarkan lagu kesukaannya.

Semuanya baik-baik saja sampai seseorang mengganggu lewat hp Kyungsoo. Dengan sigap Kyungsoo mengeluarkan hpnya dari kantong celananya. Lalu menatap layar nya.

“siapa itu oppa?”

“Jongdae. Aku mengundangnya makan tadi.”

“oh. .”

Kyungsoo menjawab telponnya.

“ne. Aku tau kau sibuk.”

“boh??! Jeongmal??”

“jinjja Baekhyun di Seoul??”

 

 

 

To,, be,, continue..

 

Wahhhh?? Gimana? Gimana?

Weird ya??

Thanks udah mau baca ^0^

Harusnya ini FF untuk natal kemaren tapi berhubung kesibukan ku yang tidak jelas .. ya beginilah jadinya..

Please komen ya^^

I’m waiting..

Tunggu chap berikutnya ok!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s