Small reason

small reason

Small reason

Onfanllcouple

Lee Minho, Lee Jeongseok, Kim Woobin, Kris Wu

oneshot

Brothership, family

PG 13

 

Summary : ketika sebuah alasan kecil muncul dan berakibat fatal.. ada Jongsuk yang tersenyum nakal dalam kamarnya. Apa yang bisa ia lakukan untuk menyelesaikannya?

 

 

Waow…

Deadline.. oh,, no!!

 

Happy nice reading^^

 

Lee Jongsuk, pemuda tinggi 185 cm berwajah tampan, oh.. ralat! Sangat tampan. Pemuda yang memakai celana panjang kotak-kotak coklat merah dengan kemeja putih lengan pendek, ditambah tas berwarna biru cerah yang digendongnya sekarang. Pintu kayu besar dengan ukiran ditepinya ditambah gagang yang mengkilap, mungkin campuran silver dan emas terbuka lebar. Jongsuk masuk dengan wajah malas ke rumahnya tanpa menghiraukan seluruh pelayan nya yang sudah membungkuk hormat di hadapannya.

“makan sore sudah siap tuan muda. Master Cheff menyiapkan sapi panggang kesukaan anda.”

Pria tua yang berjas hitam itu menundukkan kepalanya hormat pada Jongsuk lalu mengangkat kembali kepalanya menunggu respon dari tuan mudanya.

“huuuhhhh..”

Jongsuk hanya mendesah kesal dan melewati kepala pelayan begitu saja. Ia berjalan malas menaiki tangga besar nan megah, berhenti didepan 3 pintu kamar sebelum akhirnya ia masuk ke pintu kamar yang ada di tengah.

Jongsuk melebarkan tangan sebelum menghempaskan dirinya diatas ranjang.

“blusshhh…”

Pemuda tampan itu memejamkan matanya. Berusaha meredam seluruh amarahnya dengan keadaannya saat ini. Tidak seharusnya rumahnya terasa begitu sepi dan hening seperti ini. Jongsuk tidak suka sendirian!

Jongsuk menatap foto besar yang tertempel ditembok kamarnya. Dimana ada 3 namja tampan disana dan dia berada di tengah-tengahnya. Mereka terlihat sangat dekat dan akrab.

“aku rindu kalian hyung..”

. . .

 

Jongsuk memang tidak sendiri! Dia masih punya 2 hyung yang kembar dan tak kalah tampan. Ada Lee Minho dengan Lee Woobin, saudara kembar praternal. Lalu pertanyaan dimana mereka saat ini? Tentu saja Minho di kantor menjalankan perusahaan keluarga sebagai anak tertua sedangkan Woobin mungkin sedang di kampusnya atau bermain bersama beberapa temannya, membully anak lemah.

Dulu, masih dengan jelas Jongsuk ingat kalau kedua hyungnya itu sering menghabiskan waktu bersama nya. Dulu juga kedua orang tampan yang sama-sama punya tinggi 188 cm itu begitu akrab bersama. Mereka berdua memang bukan kembar identik tapi semua barang-barang mereka sama. Bahkan kalau ada yang berbeda, walau satu saja. Maka akan terjadi perang dunia ke-3 bagi nyonya Lee. Kedua nya akan merengek dikaki ommanya dan tak akan beranjak dari situ sampai barang mereka diganti jadi yang sama. Bukan hanya itu feeling yang mereka rasakan juga sangat kuat. Seperti pernah waktu itu Minho sedang menemani Jongsuk membangun menara dari balok-balok kayu. Entah kenapa tiba-tiba mata Minho berair sangat banyak lalu dilihatnya, hyungnya itu berteriak kesakitan. Ternyata Woobin yang saat itu sedang menyelinap masuk kedalam dapur untuk mencoba memasak diam-diam dan malah tangannya yang teriris pisau. Sungguh ironis memang sekaligus awesome.

Tapi itu semua kini hanya menjadi kenangan dalam ingatan Jongsuk semata. Kedua hyung itu tidak lagi akrab satu sama lain, mereka saling menghindari sekarang. Hanya ada jongsuk yang sendirian. Semua hanya karena sebuah alasan kecil yang sebenarnya tidak masuk akal bagi Jongsuk dan. .

Dan kenapa harus dia yang menjadi korbannya sekarang??

Jongsuk sudah berjanji akan membantu kedua hyungnya pada kedua orangtuanya..

Maka, sekaranglah waktu nya.

*Small Reason*

 

Pagi yang biasa di kediaman keluarga Kim yang megah. Meja makan yang tidak panjang seperti meja makan dirumah mewah lainnya. Meja makan yang hanya cukup untuk lima orang dan sekarang bangku nya sudah berkurang, tinggal tiga. Baru dua pemuda tampan yang mengisi meja makan itu. Mereka hanya fokus pada makanan tanpa memandang satu sama lain. Kedua pemuda sengaja memperlambat makan mereka mengingat masih ada satu bangku lagi yang kosong.

Tuk.. tuk.. tap.. tap..

Terdengar suara sepatu yang menghantam setiap anak tangga yang dituruni nya dengan cepat dan setelah itu ia melangkah tergesa-gesa menuju bangkunya. Pemuda berseragam itu sudah telat rupanya. Kedua pemuda tampan yang sudah lebih dulu duduk sebelumnya melirik pemuda yang baru datang itu. Ada satu hal yang benar-benar berbeda dari pemuda itu hari ini.

“Jongsuk!! Rambut mu!”

Teriak pemuda tampan yang berkulit sedikit gelap itu sambil mengangkat pisau ditangan kirinya. Pemuda satu lagi ikut melirik saja dan menunggu jawaban dari dongsaengnya.

“oh,, aku hanya mengecatnya.”

Jongsuk menjawab dengan santai tanpa memperdulikan tatapan kedua hyung kembarnya itu.

“tapi kau masih sekolah! Kenapa mencat rambut seperti itu?!” yang tertua diantara mereka kembali bertanya.

“bukankah ini terlihat bagus Woobin hyung?”

Kini Jongsuk menatap hyungnya yang dari tadi belum bicara. Woobin mengangkat kepalanya dan memperhatikan rambut Jongsuk yang sekarang blonde penuh.

“tidak buruk!!” komen Woobin singkat.

“tuh, kan-“

“tapi kau masih sekolah. Ikuti peraturan yang ada! Nanti kuliah kau bisa melakukan semua semau mu!! Uri magnae Jongsukie”

Baru saja Jongsuk ingin mencibir pada Minho tapi Woobin malah memotong perkataannya. Jadi, Woobin memang tak pernah bisa diharapkan oleh Jongsuk.

“kalau begitu aku pergi duluan saja!”

Trang…

Jongsuk menghempaskan garpu dan pisaunya begitu saja menghantam permukaan piring porselen yang terdengar nyaring. Pemuda itu berbalik badan dan pergi meninggalkan meja sambil menggendong tasnya.

“hei! Kim Jongsuk tunggu!! Aku yang akan mengantar dan menjemput mu mulai sekarang!”

Suara Woobin kembali membuat Jongsuk kesal. Pemuda itu berjalan kembali ke meja makan, menepuk pundak Woobin pelan.

“kau ini namja, hyung! Lakukan apa yang seharusnya namja lakukan!!”

“aku memang seorang namja, Jongsuk!”

Woobin berbalik lalu menatap magnae kecilnya dengan penuh senyuman.

“yang ku lakukan hanya menjaga dongsaeng ku, itu saja.”

*Small Reason*

 

Baru saja seorang pria tinggi berjas hitam menggunakan kacamata membuka pintu ruangan Minho. Sebagai sekertaris ia hanya ingin mengajak tuan mudanya ke ruang rapat yang akan dimulai 5 menit lagi. Tapi pemuda tampan itu justru malah melewati pria itu begitu saja.

“tuan muda, kita harus rapat!” teriaknya

“aku tak bisa sekarang pak Kwang. Sekarang aku harus pergi.”

“lalu bagaimana dengan rapatnya?”

“tunda! Atau kau saja yang memimpin.”

“tapi tuan-”

Pak Kwang hanya bisa menatap kepergian tuan muda nya itu begitu saja. Ya, dia hanya bawahan dan tak berhak melawan atasan kalau ia masih ingin bekerja.

*Small Reason*

 

Jalanan yang besar dan kosong. Ada banyak orang yang berkumpul disitu mirip sebuah pesta out door dimalam hari. Hampir setiap pemuda disana dikelilingi para gadis yang berpakaian minim. Di tepi jalan berjejer beberapa mobil. Musik-musik keras seperti rock, underground terdengar dimana-mana.

Pemuda tinggi yang sedang memakai kaos oblong pendek juga celana pendek ditambah sepatu sport dan kacamata hitam. Uh,,, pemuda tampan dan mempesona. Ada banyak gadis yang mengelilinginya. Pemuda itu hanya tersenyum manis sambil menikmati segelas cocktail digenggamannya. Ia menggoda gadis-gadis itu manja. Ia melirik jam ditangan kanannya lalu mengambil jaket yang tergeletak diatas kursi sebelahnya. Baru saja, pemuda itu hendak memakai jaketnya. Seorang pemuda tinggi datang menghampirinya. Atau bisa dibilang musuh lama.

“hei,, ada apa tuan muda Minho yang terhormat mau datang kemari?”

“jangan bersikap bodoh seperti itu, Kris! Kau tentu tau maksud kedatangan ku!!”

“hmm,,,”

Kris mengeryitkan dahinya menolehkan kepalanya kekanan sambil menghembuskan nafas sejenak.

“Tapi. Aku. Sungguh.. tidak tau!! Tuan muda LEE MIN HO!!”

Minho menggertakkan giginya geram.

“dimana Jongsuk?”

“Jongsuk? Siapa dia?!”

“LEE JONGSUK!”

“siapa??”

“adik ku LEE JONGSUK!”

“tidak ada yang bernama Jongsuk disini!! Huuhhh,, kau hanya membuan-buang waktu ku saja. Sebentar lagi aku harus balapan dan melawan anak ingusan yang menantang ku.”

Kris memakai jaketnya dan melewati Minho begitu saja dengan senyum meremehkan.

Tunggu.. anak ingusan??!

‘ah,, itu pasti Jongsuk!’ pikir Minho.

Minho berjalan mengikuti Kris yang ternyata sedang menuju mobil balap yang sangat familiar baginya. Mobil itu memang memiliki banyak perubahan dalam penampilan luarnya. Bahkan, Kris saja sudah lupa dengan mobil itu tapi tentu saja tidak dengan Minho dan satu orang lagi. Hanya mereka berdua yang mengenal luar dan dalam mobil itu. Mereka yang mengumpulkan uang susah payah dan memodifikasinya. Mobil itu bagaikan anak mereka sendiri. Entah, bagaimana Jongsuk bisa menemukan mobil itu?!

Benar dugaan Minho. Itu Jongsuk! Yang sedang duduk dalam kursi kemudi mobil itu adiknya.

“Jongsuk cepat keluar dari situ!!”

Minho lebih dulu berteriak dan mengetuk keras-keras kaca mobil Jongsuk sebelum Kris sempat memintanya keluar.

“oh,, jadi ini yang namanya Jongsuk?! Adik kecil mu yang manis??”

Kris menggoda Minho dengan suaranya yang sangat menggelikan dan membuat Minho semakin muak melihatnya.

“JONGSUK!!”

“hei,, kau tidak boleh meminta nya untuk keluar! Dia yang sudah menantang ku tadi. Seenaknya saja kau mengambil nya. Setidaknya biarkan dia menepati perkataannya.”

“tapi Jongsuk tidak pernah balapan. Kalau ada yang mau kau lawan kenapa bukan aku saja?”

“hei,, sudah ku bilang tadi bukan tuan muda Minho yang terhormat. Dia. Duluan. Yang menantang ku!!”

Kris mendorong dada Minho ke belakang, untung Minho masih sadar untuk menahan tubuhnya agar tak terjatuh.

Jongsuk keluar dari mobilnya dan menarik Minho yang hendak menyusul Kris.

“darimana hyung tau aku disinia? Bukannya hyung harus rapat sekarang!!”

“tentu saja orang yang ku suruh menjaga mobil ini langsung mengatakan nya pada ku. Harusnya, aku yang bertanya bagaimana bisa kau dapat mobil ini? Lagi pula mana bisa aku rapat kalau adik ku sedang dalam bahaya.”

“bahaya apa?? ini cuma balapan biasa.”

“balapan biasa apa?? kau tidak pernah mencoba yang namanya balapan liar sebelumnya. Lagipula kau tidak tau Kris itu seperti apa! Dia pasti akan membuat mu kalah dan tidal hanya itu. Dia juga pasti membuat mu celaka atau cacat. Aku tidak mau adik ku kenapa-kenapa.”

“yah,, hyung berdoa saja pada Tuhan agar aku selamat.”

Jongsok mendesah dan melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke mobil. Tapi Minho menarik tangan Jongsuk lebih dulu.

“kita masih bisa kabur sekarang. Tinggalkan saja mobil itu.”

Minho berbisik ke telinga adiknya.

“tidak bisa hyung. Aku mempertaruhkan rumah kita.”

“apa maksud mu??”

“iya aku sudah memberikan sertifikat rumah sebagai jaminan.”

Jongsuk tersenyum selebar-lebarnya membuat Minho semakin gemas. Kenapa bisa adiknya yang pendiam ini bisa begitu menyebalkan. Seumur-umur baru kali Jongsuk benar-benar menyebalkan.

“kenapa kau tiba-tiba ingin balapan ?”

“itu karena aku ingin saja.”

“tidak mungkin! Pasti ada alasan lain.”

“terserah kalau hyung tak percaya. Lagi pula aku bukan anak kecil lagi!!”

Sekali lagi Minho menarik Jongsuk yang hendak masuk ke mobilnya.

“apa lagi hyung??”

“hmm,, biar aku saja yang menggantikan mu.”

“hha?? Memang hyung bisa?!”

“tentu saja! Setidaknya aku lebih baik dari mu.”

“haha.. ha..”

Jongsuk tertawa keras mendengar ucapan hyung nya itu.

“apa yang lucu??”

“hyung itu kerjanya dikantor bukan montir atau arena balap. Ke kantor saja pakai supir. Jadi, bagaimana bisa balapan?!”

“ah,,, kau ini sungguh keterlaluan..” Minho geleng-geleng kepala mendengar ucapan adiknya itu. “Kris bahkan mengenal ku. Karena sebelumnya aku berhasil mengalahkannya, tau!!”

“hyung, ini bukan waktunya bercanda!!”

“aku tidak bercanda Jongsuk. Dulu waktu sma kami iseng ikut balapan liar untuk uang jajan tambahan tanpa sepengetahuan orangtua kita.”

“kami? Hyung dengan siapa?”

“ya, memang siapa lagi menurut mu?”

“hyung dengan Woobin hyung?!”

Jongsuk menatap Minho tak percaya.

“bagaimana caranya?”

“Kau tau Woobin itu orangnya teliti dan suka IT. Dia memasang beberapa kamera di bagian-bagian luar mobil. Tidak peraturan dalam dunia balapan liar. Kecuali, kau hanya mengendara sendiri! Jadi, Woobin mengarahkan jalan ku kemana aku harus pergi dan siapa saja yang ada didepan dan belakang ku. Waktu itu kami selalu berhasil mengalahkan Kris dan aku yakin dia akan balas dendam melalui mu. Aku benar-benar takut dia akan mencelakakan mu.”

“lalu, hyung yakin bisa balapan tanpa Woobin hyung?”

“entahlah, lebih baik aku yang terluka dari pada kamu. Atau biarkan rumah kita mereka ambil. Kita masih bisa beli rumah yang lebih besar.”

“bukan masalah kita bisa beli lagi atau tidak. Tapi, memori kita semua ada disana. Kenangan omma dan appa.”

“hyung akan berusaha semampu hyung untuk menyelamatkan rumah kita.”

Minho langsung masuk ke dalam mobil itu. Mobil yang sudah membawanya menjadi juara balapan liar berkali-kali waktu SMA dulu. Minho mengelus halus stir mobilnya, menatapi sekeliling bagian depan mobil, kopling, rem tangan, gigi dan jok disampingnya. Biasanya akan ada seseorang duduk disana mengechek beberapa alat yang terpasang dimobil. Tapi sekarang orang itu tidak diketahui keberadaannya. Minho sangat berharap ia bisa memenangkan pertandingan tanpa dia. Walau ini mungkin akan menjadi pertandingan pertamanya tanpa Woobin, adik kembarnya.

Sekarang semua sudah siap didalam mobil masing-masing dan seorang wanita seksi berjalan ke tengah-tengah jalan dengan sapu tangan berwarna pink. Wanita itu menebar senyum seksinya. Ia mengangkat sapu tangan pink itu keatas lalu menjatuhkannya.

“blusshhh..”

Begitu sapu tangan itu jatuh terbawa angin. Mobil-mobil itu langsung melaju cepat berlomba untuk menjadi juara.

Sekarang Jongsuk benar-benar khawatir. Bukan! Bukan ini rencananya. Ia hanya ingin menyatukan kembali kedua hyungnya bukan mencelakan hyung tertuanya. Harusnya, Woobin sudah datang disini untuk membantu Minho. Sebenarnya tanpa Minho  beritau pun Jongsuk sudah tau dengan jelas Kris itu orang nya seperti apa. Jongsuk kini hanya bisa menutup matanya sambil melipat kedua tangannya. Memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan hyungnya.

“Hyung! hati-hati dibelakang mu ada dua mobil yang hendak menyerempet. Lebih baik hyung pindah ke jalur kanan sekarang.”

Jongsuk membuka matanya. Ia tak menyangka kalau Tuhan akan mengabulkan doanya secepat ini. Dia kenal betul suara siapa yang sedang bicara disampingnya saat ini. Jongsuk segera memeluk pemuda yang lebih tua darinya itu erat-erat.

“ah,,, aku tau kalian berdua selalu punya ikatan batin yang kuat hyung.”

“Jongsuk, kau berlebihan. Kita akan membahas masalah ini nanti di rumah. Jangan harap kau bisa tidur dengan tenang malam ini!!”

Woobin menatap tajam Jongsuk sekilas lalu menatap kembali tabletnya yang menampilkan video dari kamera yang dipasang didepan dan belakang mobil. Setelah itu Woobin akan memberikan instruksi pada hyungnya lewat handsfree yang dipakainya saat ini.

Woobin ikut tersenyum saat melihat video dari kamera yang terpasang didalam dekat stir. Dapat dilihatnya kalau hyung nya itu tengah tersenyum saat ini. Tentu saja Minho sangat senang setelah tiga tahun ini Woobin tak pernah bicara padanya. Akhirnya mereka bisa berkomunikasi lagi. Jongsuk juga ikut tersenyum diam-diam sambil menutupi wajahnya dari Woobin yang mungkin akan memukul kepalanya. Ya, Jongsuk memang jahil dan membuat perkara yang sangat besar tapi juga dengan dampak yang memuaskan.

Kini mulai terlihat sebuah mobil berwarna hijau yang mendekati garis awal kembali. Jonguk dan Woobin sama-sama senang melihat Minho yang sebentar lagi sampai ke garis finish. Namun, itu hanya berlangsung beberapa detik melihat Kris juga yang mulai menyusul dibelakang. Apa lagi dia mulai tampak mencurigakan.

“cciitt… blushhh..”

Hampir saja mobil hijau itu oleng kalau saja Minho tidak merem mendadak dan berbelok kekanan. Kris benar-benar jahat di akhir saja ia masih ingin mencelakai Minho.

“yeahh…. Wuuh!!! Wow… Cool..”

Terdengar riuh tepuk tangan dari orang-orang disana begitu Minho berhasil sampai duluan digaris finish. Jongsuk dan Woobin segera menghampiri Minho dan mereka berpelukan bersama.

“yeahh,,, kita berhasil!!” teriak Jongsuk bersemangat.

Lalu mereka melepaskan pelukan mereka.

“maafkan aku Woobin. Seharusnya aku tidak meminta mu memujuk omma untuk membelikan gundam di Jepang. Kalau saja aku tidak melakukannya. Pasti kedua orangtua kita masih ada menunggui kita di rumah saat ini.”

“sudahlah hyung. Itu bukan salah hyung!! Itu salah ku! Karena aku juga menginginkan gundam itu!”

Jongsuk mendesah keudara. Sebenarnya mereka bermusuhan hanya karena ini. Alasan kecil yang tak logis menurut Jongsuk. Sudah susah payah Jongsuk menyatukan mereka dan haruskah mereka kembali bertengkar dalam beberapa detik??

Ayolah?!! Yang benar saja.

Jongsuk menatap cemas kedua hyungnya yang sudah mulai diam satu sama lain.

“HYUNG! HENTIKAN!! KALIAN BENAR-BENAR SEPERTI ANAK KECIL!!-”

“appa dan omma meninggal karena kecelakaan pesawat tidak ada hubungan dengan gundam yang kalian pesan.”

“tapi, Jongsuk. Kalau aku tidak memujuk omma ke Jepang. Pasti mereka tak akan mengalami kecelakaan pesawat.”

“itu takdir Tuhan hyung. Lagi pula kalian tidak cape hanya menyalahkan diri satu sama lain lalu saling mendiami. Aku tidak butuh hyung yang kerja nya diam saja. Selama ini aku hanya sendirian kalian buat. Bisakah kalian tidak mempertengkarkan hal sepele itu! lagi?!-”

“kalian berdua sama-sama salah! Dan harusnya aku yang marah!! Sudah berbaikanlah. Susah payah aku menyatukan kalian diarena balap ini. Masa masih mau bertengkar?!”

“oh,, jadi ini alasan mu balapan! LEE JONGSUK!!”

“ahkk..”

Minho menarik telinga kiri Jongsuk sementara Jongsuk hanya bisa menjerit kesakitan.

“ahhh,,, appu dda hyung!!”

Sekarang telinga kanan nya diputar oleh Woobin.

“kita harus selesaikan dia malam ini juga hyung!”

Woobin memberikan senyumannya pada Minho yang menunjukkan jempolnya setuju.

“hey,, aku tidak menyatukan kalian untuk menyakiti ku!! Tapi untuk menghibur ku!!”

“dan kami juga harus memberi mu sedikit pelajaran untuk tidak melakukan hal jahil yang berakibat fatal.”

Minho dan Woobin membawa adik mereka Jongsuk ke dalam mobil.

Yah,, semuanya kini sudah lebih baik sekarang.

Hanya karena sebuah alasan kecil yang tidak logis.. dapat memisahkan saudara kembar.

Untungnya masih ada yang menyatukan mereka..

End..

 

put your coment ok^^

Satu pemikiran pada “Small reason

  1. masalah gundam ?sepertinya jongsuk yang paling dewasa disini,waktu dia jelasin tentang kematian ortunya
    kris bagiannya cuma dikit,jahat lagi😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s