The Sweetest Ever

the sweetest ever

Judul              : Brotherhood in love seri The Sweetest ever

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Onew

Fibri Marslev (OC)

Genre              : love, fluff, romantic

Rating             : PG 14

Length                        : series

Summary        : the sweetest ever for Onew is his girl^^

. . . . . . . . . . . . . . . . .

A really boring story =_=

I don’t know. I just can’t writing in right mine for something..

Hihi^^

Happy nice reading ^^ and leave comment please..

Sorry for typho..

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Sweet. Talgie. Manis. Sangat manis. Bahkan lebih manis lagi yang Onew rasakan. Setangkai lollipop besar berawrna-warni itu sangat manis tapi masih lebih manis lagi. Gumpalan kapas lembut yang terbuat dari gula juga tak ada apa-apanya. Onew juga pernah memakan es krim coklat berbalut caramel rasanya sangat manis dan terus menempel di lidah tapi, bagaimana ya?? Onew tetap tidak bisa menjelaskan bagaimana rasa manis nya. Bagi Onew tidak ada yang lebih manis lagi dari yeoja nya. Onew merasa semua tentang yeoja itu ma…nis rasanya.

Sudah setengah tahun ini hubungannya dengan Fibri berjalan. Selama ini semuanya baik-baik dan ia tak pernah menyesal memperjuangkan Fibri. Cinta nya bahkan bertambah dan bertambah setiap hari nya.

Tidak seperti biasanya, Sabtu pagi ini Onew pergi ke taman hanya sendirian. Minho langsung pergi cepat-cepat setelah sarapan tadi katanya ada urusan penting. Onew cuma tersenyum tipis, ia tau yang dimaksud urusan penting bagi Minho adalah Al Ya, yeoja nya. Lalu kenapa Onew tidak mengajak Fibri. Nah, itu dia! Onew tidak ingin mengganggu yeoja nya tapi siapa tau saja. Yeoja itu datang sendiri. . .

Onew merenung, mencoba mengingat-ingat lagi apa saja yang sudah ia lewati bersama Fibri. Ia baru sadar kalau selama ini menurutnya ia masih kurang menunjukkan rasa cintanya pada yeoja itu. Onew tidak mau mengecewakan Fibri karena yeoja itu sangat istimewa untuknya.

Dulu Onew pernah membayangkannya sekali. Jika bisa, nanti ia ingin bisa punya yeoja yang manis. Karena Onew sangat suka manis. Yeoja yang bisa memasak makanan manis, mungkin kalau bisa ayam juga di bumbu manis(?). Perilaku nya manis. Berpakaian yang manis-manis. Oh,, mungkin memang Onew ingin terkena diabetes.. hehe.. dan yang paling ia inginkan adalah yeoja itu mencintai nya dengan sungguh-sungguh sama hal nya dengan dia yang mencintai yeoja itu dengan sepenuh hatinya.

Itulah yang mulai Onew pikirkan. Apa Fibri benar-benar mencintainya? Tak apa kalau pun tidak sebanyak cintanya pada yeoja itu. Tapi yang terpenting adalah Fibri benar mencintai nya atau tidak? Karena kalau memang tidak, Onew tidak ingin memaksakannya.

Onew sungguh mencintai yeoja itu. Meskipun Fibri selalu memakai celana pendek tak mengapa. Onew juga suka celana pendek. Kalau pun Fibri suka bicara seenaknya tak apa, Onew juga bukan orang yang sangat sopan. Bahkan ketika Fibri sama sekali tidak melirik Onew yang sudah siap untuk menolong nya menangangkat barang-barang berat, ketika mereka menjadi sukarelawaan di sebuah panti asuhan. Bukankah itu bagus? Onew tetap menyukainya setidaknya ia tau kalau yeoja nya itu kuat. Apapun itu asalkan Fibri, semua tak jadi masalah untuk Onew.

Pagi ini Onew sudah cuci muka, ia juga sudah mandi. Jadi tak mungkin rasanya dia ada dalam mimpi bukan(?) Onew sudah mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali. Ia benar, dia memang tak salah lihat. Sungguh!!

Yeoja itu sedang berjalan ke arah nya. Ia berjalan layaknya seorang model professional. Badannya yang tinggi didukung kakinya yang jenjang dan berbentuk. Semua orang dapat memastikan bahwa yeoja itu seorang model. Ditambah lagi pakaiannya. Sweater berbulu di lengan panjangnya ditambah rok jeans mini sebagai bawahannya. Rambut panjangnya yang dibiarkan terurai begitu saja. Wajahnya yang memang benar-benar cantik natural tanpa make up. She is absolutely Perfect!

“annyeong.. oppa!”

Yeoja itu melambaikan tangannya pada Onew membuat namja itu makin terkejut. Yeoja itu semakin dekat dan duduk di dekatnya. Yeoja itu memandangi nya.

“oppa! wae geurae?!”

“ohh??”

Onew masih terdiam dengan mata yang terbuka lebar-lebar. Yeoja yang didekatnya saat ini benar-benar yeoja yang dikenalnya kan?!

“oppa!!”

Kini yeoja itu semakin mendekat lalu menatap mata Onew, membuat namja itu tersadar. Mata hijau milik yeoja itu benar-benar indah, mata yang sudah membuatnya jatuh hati pada yeoja itu.

“ehm,, ne?! bagaimana kau bisa tau aku ada disini?”

“hmm,, can I say it just a feeling?!”

“just or the truth?”

“so, what? Did oppa think I can’t feel the fresh air in here. I like park in Saturday morning.”

Sungguh?? Ini sungguhan? Fibri tau satu hal yang Onew sukai.

“oppa, you know why I got Seoul?”

“of course, I know.”

Ya, memang Onew tau semua tentang Fibri(?) Yeoja itu keturunan Prancis dari papanya dan Kanada dari mamanya. Dia dilahirkan di Van Couver dan menghabiskan masa balita nya di Paris. Karena papa nya seorang diploma, yeoja itu juga harus menanggung resiko pekerjaan papanya. Semenjak SD, Fibri sudah dibawa keliling dunia oleh ke-2 orangtua nya. Itulah juga mengapa sekarang Fibri tinggal di Seoul.

“oppa tau, dari semua negara yang sudah ku kunjungi. Aku sangat menyukai Van Couver dan Paris. Mungkin karena itu negara asal orangtua ku. Tapi di sana memang sangat indah dan asri. Apa lagi di Van Couver. Aku ingin sekali bisa menetap disana. Tempat kelahiran ku.”

“apa yang kau lakukan selama disana?”

“ada banyak! Disana banyak pelabuhan. Aku suka dyving.”

“itulah mengapa warna kulit mu begitu manis?”

“ne.” Fibri mengangguk-anggukkan kepalanya. “aku juga suka pantai yang paling ku suka pantai Hawaii dan Bali. Bagaimana kalau lain kali kita liburan bersama?”

“boleh.”

“aku pernah menetap di Bali setahun da nada 3 kata bahasa yang ingin ku sampaikan pada mu.”

“boh?”

“aku mencintai mu.”

“apa artinya?”

“nanti oppa akan tau artinya.” Lalu Fibri tersenyum manis pada Onew.

~~~~..*0*..~~~~

Bulan ini bukan bulan penuh kasih, bukan bulan Febuari yang penuh cinta. Lalu kenapa Fibri begitu manis pada namja nya? Bulan ini bulan Desember, bulan penuh sukacita menyambut natal. Mungkinkah itu alasannya? Oh,, ada satu lagi. Bulan Desember adalah bulan kelahiran Onew. Ya,, itu bisa jadi alasan dibalik semuanya, kan!

Fibri bukan hanya manis dalam bayangan Onew seperti sebelumnya tapi sekarang yeoja itu benar-benar manis. Tingkahnya semua manis. Ia mengucapkan beberapa kata dalam  berbagai bahasa pada Onew belakangan ini, yang sampai sekarang Onew tidak mengerti apa artinya.

“oppa tau Belanda negara yang amazing. Banyak kincir angina disana, bunga tulipnya indah berwarna-warni menjelang musim semi.”

“Ik hou van jou..”

. . . . . . .

“aku suka pantai pearl harbour.”

“Aloha wau ia oi. .”

. . . . . . .

“aku tidak terlalu suka Beijing. Tapi bebek disana enak.. benar-benar enak!!”

“Wu Ai Ni”

. . . . . . .

“oppa tau tidak kalau Kanada punya bahasa asli..”

“kata-kata yang ingin ku ucapkan bahasa Kanada untuk oppa”

“Naanu ninna preetisuttene..”

~~~~..*0*..~~~~

Onew mengembudikan mobil nya sambil berangan-angan. Ia teringat pembicaraannya kemarin malam dengan Minho. Onew menanyakan kado apa yang Al Ya berikan pada Minho karena Onew tidak melihat bungkus kado di kamar mereka seharian kemarin. Lalu Minho menjawab malu-malu kalau Al Ya mencium pipinya sebagai kado. Onew jadi berharap kalau nanti ulang tahunnya, mungkin ia bisa mendapatkan yang sama seperti Minho. Mungkin.. tidak apa-apa kan kalau berharap. Onew Cuma mengharapkan sebuah sentuhan lembut bibir di pipinya yang bisa membuat semburan merah di wajahnya.

Pagi ini Onew sengaja bangun cepat untuk menjemput Fibri di rumahnya. Rencana nya ia mau datang tiba-tiba mengagetkan Fibri dan mengajaknya berangkat bersama. Tapi apa sekarang? Mungkin harapan Onew tidak akan pernah menjadi kenyataan karena sekarang ia melihat Fibri sedang berada didalam mobil bersama seorang namja yang tidak dikenalnya. Bahkan Fibri mencium pipinya dan namja itu juga mencium pipi Fibri. Lalu Onew langsung menggas mobilnya, ia segera pergi dari tempat itu. Berpura-pura seolah ia tidak melihat apapun tadi saat didepan rumah Fibri. Tapi kejadian itu selalu muncul di otaknya kembali membayang-bayanginya. Namja itu, ia sepertinya pernah melihat namja itu.

Saat istirahat Onew hanya memandangi makanannya tanpa ada niat untuk memakannya. Bahkan wajahnya memucat, kejadian tadi pagi benar-benar membuatnya hancur. Lalu seorang yeoja memanggilnya dari belakang. Onew sangat kenal suara itu. ya, dia Fibri.

Seharusnya Onew tidak berbalik. Tidak sepantasnya ia menyahuti yeoja itu. Tapi Onew terlalu mencintai Fibri dan tak ada yang bisa dilakukannya selain menganggap semua baik-baik saja. Hatinya tidak merasa sakit sama sekali. Tidak ada yang terjadi. Karena itu yang dilakukan yeoja itu. Fibri tidak menunjukkan sesuatu. Ia bersikap seperti biasa layaknya tidak ada kesalahan yang dia lakukan.

~~~~..*0*..~~~~

Tengah malam begini Onew yang masih mengenakan piyama nya dan hanya mengandalkan sehelai jaketnya yang tipis untuk melindungi nya dari angin malam yang begitu dingin. Dia berlari menuju taman begitu Fibri menelponnya. Ia sendiri bingung mengapa harus tengah malam seperti ini. Tapi Onew tetap melakukannya.

“today December 14th 2013, 00.05 am. Seungil cukhae oppa!!”

Fibri langsung berlari memeluk Onew seketika saat namja itu datang.

^Cue^

Fibri mencium Onew tepat di bibirnya membuat Onew kaget sekaligus senang. Onew tak pernah memikirkan ini sebelumnya. Ia tak menyangka kalau Fibri akan melakukannya. Onew dapat merasakan kalau Fibri benar-benar mencintai nya sekarang. Lalu kenapa ia mencium pipi namja lain waktu itu.

Tiba-tiba hujan turun pelan-pelan, hanya gerimis kecil. Tapi Onew dapat merasakannya kalau Fibri sedang menangis dalam pelukannya. Ia dapat membedakan dengan jelas mana air hujan dan mana air mata yeoja nya.

“kenapa kau menangis? Ada apa?”

“oppa j’aime. Semua kata-kata yang ku ucapkan selama ini artinya..”

“saranghaeyo.”

“naneun, oppa neomu saranghae. Mi deo yeo?”

“ne! Na Mideo.”

Onew percaya. Apapun yang terjadi untuk saat ini Onew ingin mempercayai ucapan Fibri untuk selamanya.

“my brother has come..”

“you know that I really like to stay in Van Couver.”

“so?”

“he said, Kris my older. He said, he want take me to Van Couver. He want me to stay with him in there. Really just stay in there. I’ll leave my parents..”

“but I don’t want to leave you, oppa..”

To be continue. .

Satu pemikiran pada “The Sweetest Ever

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s