Ai Loupe Yu

ai loupe yu

Judul              :When the Brotherhood in Love seri Ai Loupe Yu

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Choi Minho

Jung Al Ya (OC)

Onew

Genre              : love, fluff, romantic

Rating             : PG 14

Length             : series

Summary        : Minho it’s perfect man. Really?? He can spelling English in the good way. Just wait until he find his perfect girl.

. . . . . . . . . . . . . .

Happy nice reading.. and don’t forget your comment!

For My Best Friend=^.^= and happy seungil Oppa^0^

. . .

. .

.

Choi Minho. Oh, ayolah siapa yang tidak mengenal namja super tampan ini. Satu sekolah semua tau siapa dia. Dia itu perfect! Dia punya bentuk wajah yang bagus, mata yang besar berbeda dengan orang korea umumnya, alisnya juga tebal dan kalau dilihat lebih dekat bulu matanya sangat lentik. Potongan rambut yang sesuai dan pakaian nya yang selalu rapih menambah kesempurnaannya. Oh,, yang paling penting dari itu semua, senyuman nya yang manis  membuat semua yeoja meleleh jika melihatnya.

Tidak hanya memiliki ketampanan diatas rata-rata tapi dia juga memiliki otak diatas rata-rata bahkan lebih dari itu, ia anak jenius. Minho mengikuti kelas akselerasi, sekarang ia seorang siswa kelas 3 di Inoul High School.

Selain otaknya yang encer, Minho juga sangat baik dalam hal olahraga. Setiap kali ommanya bertanya ‘apa sudah punya pacar?’ Minho akan menjawab kalau ia sudah lama mengencani benda bundar yang suka ia tendang di lapangan hijau. Lalu Onew akan menjadi orang pertama yang menertawai nya saat ommanya mengetuk jidat Minho. Ia memang terlalu menyukai sepak bola tapi bukan berarti ia tidak bisa menjadi kapten basket. Mungkin karena itu ia memiliki tinggi 181 cm, tinggi yang cukup diatas rata-rata.

Minho terlalu sempurna karena ia juga seorang ketua organisasi sekolah. Semua murid yeoja mengejar nya. Mungkin itulah mengapa Minho memiliki banyak tabungan. Setiap kali ia datang pasti akan ada banyak kue, coklat dan makanan lainnya dari para murid-murid yeoja yang menyukainya. Saat ia membuka loker akan ada banyak surat menumpuk didalamnya. Minho tidak pernah keberatan akan semua itu, karena ia namja yang baik. Ia sangat mengerti bagaimana perasaan yeoja-yeoja itu. Bagi Minho tidak ada yang salah dengan cinta. Walau pun seorang yeoja pernah hampir membuatnya trauma karena yeoja itu mengikuti nya sepanjang hari. Minho mendekatinya dan mengatakan pada yeoja itu baik-baik kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan.

Ia ingin sekali mengencani seorang yeoja agar bisa menghentikan yeoja-yeoja lain yang terus mengganggunya. Misalnya Seohyun yang menjadi partnernya di organisasi sekolah atau yeoja seksi bernama Yuri yang menjadi ketua tim cheers. Toh, mereka salah satu diantara yeoja yang menyukai nya. Minho percaya kalau cinta itu akan datang dengan sendirinya tanpa perlu ia cari. Cinta akan datang disaat yang tepat. Satu hal yang sangat Minho inginkan didunia ini, ia ingin merasakan cinta. Daripada sekedar mendengar chingunya, menonton drama-drama, membaca novel. Lebih dari itu ia ingin merasakan cinta sendiri. Kemudian ia bisa mengerti apa itu cinta?

Minho tidak pernah membayangkan atau menyangka sebelumnya kalau cinta itu ternyata sesuatu hambatan yang paling besar dalam hidupnya. Ia tidak pernah merasa sedepresi ini dalam menghadapi suatu hal. Benar-benar sangat menyulitkan, sekaligus menakutkan. Tapi dibalik itu semua ada kebahagian yang dia rasakan. Kebahagian yang tak sebanding dengan semua hal buruk yang didapatkannya.

Itu, jantungnya selalu berdegup lebih kuat dan kencang setiap kali ia hendak menemui yeoja itu. Yeoja yang sudah berhasil membuat nya membeku begitu mata mereka bertemu. Dada nya akan terasa begitu sesak, entah mengapa tiba-tiba ia sulit bernafas. Pipinya memanas dalam hitungan detik. Berhasil membuat yeoja itu tertawa melihat pipi Minho yang merah merona seperti sosis yang mengapung dalam sop yang baru matang. Mulutnya terkunci saat itu juga, rasanya semua urat syaraf nya terputus mendadak. Lalu tubuhnya akan berkeringat padahal ia hanya diam di tempat. Minho benar-benar seperti orang idiot yang tidak tau, apa yang hendak ia lakukan.

Tapi lebih dari pada itu ia akan merasa lebih gila lagi kalau saja ia tidak melihat wajah yeoja itu. Karena saat melihat yeoja itu rasa nya begitu membahagiakan, lebih dari apapun!

Yeoja itu memang cantik, ia terlihat begitu berbeda dengan yeoja korea lainnya. Mata yeoja itu besar sama seperti matanya. Pipi yeoja itu memang tak berbentuk ‘v’ seperti wajah Krystal, model murid yeoja terkenal di sekolahnya. Tapi pipi yeoja itu besar, chubby dan tentu saja menggemaskan ditambah tahi lalat kecil dibawah matanya yang sebelah kanan. Bibirnya tipis mirip dan menggoda seperti bibir milik Yoon Eun Hye. Sayangnya kulitnya tidak putih tapi hitam manis, terlihat makin seksi melebihi Hyorin. Ketua vocal club yang juga pernah menyatakan perasaannya pada Minho.

Apa itu yang membuat Minho menyukai yeoja itu? Bukan, Minho pernah memikirkan apa yang membuatnya menyukai yeoja itu. Minho berpikir sangat keras waktu itu. Ia membayangkan bagaimana kalau suatu saat nanti yeoja itu cacat, mungkin matanya akan buta. Apa dia akan tetap menyukai yeoja itu? Jawabannya iya, Minho sudah berpikir tentang semua kemungkinan terburuk selain itu. Minho memegang dadanya, jantungnya tetap berdegup kencang, malah semakin kencang setiap kali ia membayangkannya. Itu berarti ia mencintai yeoja itu bukan karena tampangnya atau apapun itu. Tapi Minho akhirnya mengerti apa alasannya mencintai yeoja itu. Semua karena itu dia, itu yeoja itu. Karena itu yeoja itu maka ia mencintainya.

Bagaimana bisa Minho menyukai yeoja itu, semua terjadi saat 1 tahun lalu. Minho memang sempurna dalam segala hal, terlalu sempurna. Tapi ada satu hal kecil yang mengganggu kesempurnaannya. Ia pintar berbahasa inggris, ia bahkan memenangkan Writing Contes Essay International mewakili Korea Selatan saat ia Smp kelas 3. Ya, semua itu perfect kecuali satu hal, pelafalannya! Ia selalu malu menggunakan bahasa inggris sampai sekarang dan akhirnya Hwang songsaengnim memanggil nya ke ruang guru.

Minho menyetujui saran songsaengnim nya untuk belajar pelafalan bahasa inggris dengan salah satu murid kelas X seperti dia. Sebenarnya Minho ingin menolaknya, ia bisa saja belajar pada Onew. Namja itu baik dalam pelafalan bahasa inggris. Kapanpun itu Onew akan siap mengajarinya. Tapi Minho mencoba menghargai bantuan songsaengnimnya.

Setelah pulang sekolah Minho berjalan menuju lab bahasa, tempat dimana Minho akan memulai pelajaran spellingnya tau lebih tepatnya lagi ECC. Disitu juga pertama kalinya Minho bertemu dengan yeoja itu.

“annyeong Jung Al Ya ibnida. Mulai hari ini kita akan belajar ECC bersama-sama. Banggap seumnida.”

Yeoja itu mengangkat tangan kanannya kearah Minho. Butuh waktu beberapa detik untuk menyadarkan Minho agar menyambut tangan yeoja itu. Berawal dari sebuah pertemuan singkat 2×30 menit untuk belajar ECC. Yeoja itu, Jung Al Ya berhasil membuat Minho jatuh cinta pada nya. Sejak saat itu hari-hari Minho terasa lebih berwarna.

Onew kaget bukan main ketika Minho bercerita bahwa ia menyukai seorang yeoja. Minho yang selama ini selalu menolak banyak yeoja kini mencintai seorang yeoja. Dia harus melihat sendiri seperti apa yeoja yang sudah berhasil menaklukan hati Minho. Onew semakin kaget lagi begitu mendengar nama yeoja itu.

“Jung Al Ya?”

“iya, namanya Jung Al Ya. Dia anak X-6. Apa hyung mengenal nya?”

“hmm,, ne.” Onew menganggukkan kepalanya. “kau lupa aku masuk English Club dan dia satu-satu nya orang yang mau berteman dengan orang aneh seperti ku. Jujur, dia membuat ku terpesona.”

“jadi hyung menyukai nya?”

“tidak seperti itu juga. Kalau kau memang mencintainya kenapa kau tak menembaknya. Bukankah selama ini kau membutuhkan seorang yeoja agar yeoja-yeoja genit itu tidak mengganggu mu lagi.”

“tidak bisa. Aku takut dia tidak menyukai ku. Aku ingin menyatakan perasaan ku tapi begitu melihatnya semua hancur. Apa yang sudah ku siapkan, semua nya hilang. Aku terlalu gugup dan tak mengerti apa yang harus ku lakukan?”

“kau mau tau apa dia mencintai mu atau tidak?”

“bagaimana caranya?”

“temui dia langsung sekarang!”

Tanpa menunggu persetujuan Minho, Onew mengambil hpnya lalu menelpon seseorang.

“annyeong Al Ya. Bisa kita bertemu ditaman sekarang.”

“ada apa Onew sunbae?”

“aku ingin bertanya sesuatu tentang English Club.”

=====~o^.^o~=====

Onew dan Minho sudah berada didekat taman. Mereka dapat melihat dengan jelas kalau sekarang Al Ya sedang duduk di salah satu bangku taman membelakangi mereka. Onew mendorong Minho, menyuruhnya menghampiri Al Ya tapi Minho malah berlari kembali menghampiri Onew. Terus begitu sampai beberapa kali, akhirnya emosi Onew naik. Lalu Onew mendorong Minho lebih keras. Kali ini Minho berhasil menghampiri Al Ya tapi dengan sudut dahi kanannya yang berdarah. Akibat dorongan Onew, Minho malah terdorong menabrak penyangga kursi Al Ya.

“bbukk..”

Begitu mendengar suara itu Al Ya langsung menoleh kebelakang mendapati Minho tengah menahan sakit sambil menyunggingkan senyumnya. Al Ya langsung bangkit dari kursinya lalu mendekati Minho, menarik tangan namja itu membawa nya ke ruang UKS.

Al Ya bukan petugas yang berjaga atau anggota PMR. Begitu memasuki ruang UKS, yeoja itu segera menyuruh Minho berbaring di ranjang. Setelah itu ia langsung mengambil beberapa kapas, obat merah dan plester. Suzy dan Sohee yang bertugas saat di UKS saat itu hanya bisa diam ketika tugas mereka mengobati Minho, namja super tampan itu direbut oleh Al Ya. Setelah selesai membersihkan luka dan menempelkan plester di dahi Minho.

“bagaimana perasaan mu? Apa masih terasa sakit?”

“apa kepala mu terasa pusing?”

Minho tak mengerti mengapa Al Ya terlihat begitu tergesa-gesa? Ada apa dengan yeoja itu? Mengapa ia begitu panik?

“Minho bian ne,” akhirnya Onew mengeluarkan suaranya.

“gwen ” ucapan Minho langsung diputus oleh Al Ya.

“Sunbae! Kalau mau bermain, jangan membahayakan nyawa orang lain!”

“mana mungkin aku mau mencelakai dongsaeng ku sendiri! Aku tak sengaja Al Ya!”

“sudahlah Al Ya aku tidak apa-apa. Ini hanya sebuah luka kecil. Hyung tidak sengaja mendorong ku tadi dan aku lepas kendali jadi jatuh ke bangku mu.”

“untung kau baik-baik saja. Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada mu?”

=====~o^.^o~=====

Malamnya, sebelum Onew menuju ranjangnya. Ia menghampiri Minho yang melamun sambil memegangi lukanya di meja belajar.

“hei, apa lagi yang kau tunggu. Cepat tembak dia, ku dengar Zelo teman sekelasnya menyukai Al Ya. Bagaimana kalau dia menembak Al Ya lebih dulu. Lalu kau akan kehilangan yeoja itu?”

“aku takut dia tidak menyukai ku. Dia terlalu sempurna untuk ku.”

Tiada yeoja yang paling sempurna di dunia ini menurut Minho kecuali omma nya dan tentu yeoja itu Al Ya. Satu-satu nya yeoja yang sempurna untuk melengkapi hidupnya.

“aigoo,, Minho-ya! Apa kejadian siang tadi di sekolah belum cukup membuktikan pada mu kalau Al Ya juga menyukai mu. Dia tidak akan sepanik itu kalau dia tidak memiliki rasa pada mu.”

Onew bangkit menuju ranjangnya dan langsung tidur. Minho kembali melamun. Apa yang dikatakan Onew benar. Ya, mungkin Al Ya juga menyukai nya. Dan kalau itu terjadi, Minho akan benar-benar merasa begitu bahagia. Jujur Minho memang takut mendekati Al Ya tapi ia juga lebih takut lagi kalau sampai yeoja itu menjadi milik orang lain, bukan dirinya. Minho terus berpikir apa yang harus ia lakukan? Ia tidak bisa mendekati yeoja itu atau menggunakan mulutnya langsung. Bagi Minho ini lebih susah daripada soal olimpiade fisika di Boston tahun lalu. Sungguh, kali ini Minho benar-benar tak bisa menggunakan otaknya.

Stuck!!! Stuck!!! Stuck!!!

Minho frustasi lalu menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan kedua tangannya diatas meja.

“Ouh. . .”

Minho menghembuskan nafas panjang sambil mengangkat kepalanya ke atas. Lalu saat ia menurunkan kepala nya, mata nya tak sengaja melihat pulpen berwarna diatas tumpukan kertas, di sudut mejanya. Minho kemudian tersenyum sendiri.

=====~o^.^o~=====

Sabtu pagi ini Minho hanya pergi sendirian ke taman, tidak seperti biasanya bersama Onew. Karena Onew merasa kurang enak badan saat bangun tadi. Minho berbaring diatas rerumputan hijau sambil memandang langit, menyilaukan tapi Minho tetap memandang langit dan mengunakan tangannya membatasi sinar yang menusuk matanya.

Minho merenung sambil menutup matanya. Sudah seminggu ini Minho tak berani menemui Al Ya. Dia hanya menatap yeoja itu dari kejauhan. Takut mendekati yeoja itu. Bagaiman kalau Al Ya marah pikirnya dan tak mau lagi menemui nya. Apa Al Ya yeoja yang sesadis itu? Hanya karena ia menemukan sebuah surat di lokernya.

To Kim Al Ya,

A .. aku suka pada mu.

A .. aku mencinta mu.

A .. aku tidak suka kau bersama namja lain.

A .. aku ingin kau bersama ku.

Sungguh. . .

Banyak orang mengatakan kalau aku ini namja yang sempurna. Tapi di hadapan mu, aku bukanlah namja yang sempurna. Karena aku tak bisa pronountation, kau pasti akan malu jika punya namja seperti ku. Aku sendiri bingung, kenapa aku tak pernah bisa sempurna untuk mu?

Setiap kali aku mencoba mendekati mu, jantung ku sudah berdegup lebih kencang duluan jauh sebelum aku melihat mu. Bahkan aku tak pernah segugup ini saat aku melawan Kris, kapten basket dari Van Couver yang berkunjung ke sekolah ku saat smp.

Entah kenapa dada ku terasa sesak sekali setiap berhadapan dengan mu, seakan-akan oksigen disekitar ku habis. Tubuh ku terasa begitu panas, panas sekali sampai-sampai panasnya keluar lewat pipi ku yang merah padam, begitu kau tersenyum. Aku hanya berdiam diri mendengarkan mu saat kau mengajari ku. Tapi aku tidak tau kenapa kelenjar keringat ku tiba-tiba bekerja berlebihan. Keringat ku keluar sebesar biji jagung.

Aku tidak tau apa kau percaya atau tidak. Tapi itu yang benar-benar ku rasakan.

Tapi itu tak seberapa daripada saat aku tak bisa melihat mu. Kepala ku akan dipenuhi bayang-bayang wajah. Terlalu merindukan mu, satu detik berjalan begitu lama bagi ku, sepert satu millennium tahun lamanya. Bahkan rasanya jauh lebih gila lagi saat aku melihat Zelo mendekati mu. Aku benci Jonghyun yang menggoda mu dengan suaranya. Lalu kau tersenyum begitu saja saat melihat nya bernyanyi. AKU TIDAK SUKA ITU!!! I HATE IT MUCH!!! MUCH!!! MUCH EVER!!!

Aku sungguh tidak tau apa yang ku tulis saat ini. Otak ku tidak bisa bekerja tapi hati ku terus memaksa untuk menanyakannya pada mu.

Jadi apa kau mencintai ku?

Apa kau mau menjadi yeoja ku?

Tapi tolong jangan jauhi aku kalau kau tak menyukai ku. Anggap saja aku tak pernah menulis surat ini.

Kau yeoja yang cantik dan manis Al Ya. Kau terlalu sempurna dimata ku. Aku suka semua bagian wajah mu. Aku suka setiap tingkah mu yang lucu. Aku suka cara mu tersenyum. Kau harus tau itu..

You are the sweetest and my everything

Ai Loupe Yu

From Choi Minho.

Tiba-tiba terdengar suara seorang anak kecil sedang menangis di gendang telinganya. Minho langsung membuka matanya lalu memandang ke sekitar nya mencari bocah yang sedang menangis. Ternyata adeul itu berada disebelah kiri Minho sedang menangis sambil memegangi es krimnya yang mulai meleleh. Minho lalu menghampiri adeul itu.

“hey,, adeul siapa nama mu?”

“hiks.. naneun Jung Yoogeun hiks.. hiks..”

“kenapa kau menangis?”

“hiks.. hiks.. noona!! Uri noona neun opseo!! Hiks..”

“sudah,, sudah uljima.. ayo hyung bantu mencari noona mu. Tadi kau dimana saat noona mu hilang.”

“disitu! Hiks..” Yoogeun menunjuk bangku taman disisi jalan.

Minho menggendong adeul itu membawanya ke bangku yang ditunjukkan Yoogeun, mereka duduk bersama menunggu yeoja yang dipanggil noona oleh adeul itu. Beberapa menit berlalu, terdengar teriakan seorang yeoja kearah mereka.

“Yoogeun!!” Minho berbalik menuju sumber suara, yeoja itu sedang berlari kearahnya.

Oh No!! Andue!! Minho jangan lihat!! Sebelum kau pingsan.

Yeoja yang berlari itu Al Ya. Minho pernah bilang kalau ia suka melihat yeoja memakai dress yang panjangnya dia atas lutut. Dan Al Ya terlihat begitu cantik dengan dress hijau diatas lutut dengan corak bunga-bunga kecil berwarna pink. Rambutnya diurai, begitu berkilau saat sinar mentari mengenainya. Oh, satu lagi flat shoe berwarna merah yang pas di kakinya membuat penampilan yeoja itu sangat sempurna di depan mata Minho. Namja itu hampir kabur kalau saja tidak ada Yoogeun yang menarik tangannya.

“Yoogeun kau baik-baik saja? Noona sudah bilang untuk menunggu noona disini. Kenapa kau berkelirian? Noona panik mencari mu kemana-mana!” tanya Al Ya beruntutan begitu ia sampai. Lalu yeoja itu terdiam saat melihat namja yang sedang duduk disamping Yoogeun. Itu Minho.

“neo!”

“aku tadi tak sengaja menemukannya menangis disebelah ku. Baiklah sekarang aku akan pergi.”

Minho langsung bangkit dan melangkah menuju tempat asalnya.

“Minho! Kenapa kau menjauhi ku? Bukankah amplop berwarna hijau itu dari mu?”

Minho menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Al Ya.

=====~o^.^o~=====

Itu kisah Minho setahun yang lalu. Sekarang namja itu tengah berlari menuju lab bahasa. Parah! Ini keadaan yang sangatttt… gawat! Ini tidak boleh terjadi. Jam di tangan Minho menunjukkan waktu 13.01 lebih satu menit dari jadwal. Minho merasa begitu buruk ketika ia membuat yeoja itu menunggu untuknya walau itu baru 1 menit. Dan apa lagi sekarang?! Kenapa ia harus bertemu dengan yeoja aneh ini disaat ia tengah berlari dan sebentar lagi ia akan sampai di lab bahasa.

“Minho apa yang jelek dari ku? Kenapa harus Al Ya?!! Aku 100% lebih baik dari nya. Aku lebih seksi, lebih cantik, lebih tenar. Kita akan menjadi pasangan yang terbaik di sekolah ini!”

Lalu keluarlah Al Ya dari lab bahasa setelah mendengar keributan dari dalam. Al Ya memicingkan matanya ketika melihat Yuri menggenggam tangan Minho erat-erat. Al Ya berjalan menghampiri mereka sementara Minho berusaha melepaskan tangannya dari Yuri. Al Ya berdecak pinggang didepan Yuri.

“lepaskan namja ku sekarang juga!”

“berhenti bersikap seperti itu Al Ya! Bisa saja kini hati Minho berubah.”

Al Ya menolehkan kepalanya menghadap Minho yang tengah menggeleng-gelengkan kepalanya kuat. Kini kesabaran Al Ya sudah habis. Ia menendang kaki Yuri dan merebut tangan Minho dari nya. Meninggalkan yeoja yang sedang mengaduh kesakitan itu sendirian.

Al Ya dan Minho masuk ke dalam lab bahasa. Lalu Al Ya tiba-tiba mencium pipi Minho begitu saja.

“seungil cukha hamnida” bisik Al Ya lembut ke telinga Minho.

Namja itu mencoba untuk menahan pipinya yang tengah merona saat ini.

Oh!!! Yes!! Yes!!

Minho ingin sekali berteriak saat ini juga.

“ai loupe yu.. Al Ya.” kata Minho dengan senyum nya yang manis sambil menempelkan dahinya ke dahi yeoja itu.

“hentikan itu Minho. Aku tau kau sudah bisa pronountation. English mu sudah bagus semenjak 8 bulan yang lalu. Kau buat aku merasa gagal, sampai sekarang kita belum menghentikan tutoring ini.”

“aku takut aku akan jarang menemui mu kalau aku sudah bisa pronountation.”

“I’m yours dear. I’m yours. Sejak tahun lalu aku sudah menjadi milik mu. Hanya milik mu.”

Al Ya menempelkan kepalanya didada Minho. Yeoja itu tertawa kecil mendengar degup jantung Minho yang begitu cepat.

“sungguh??”

Minho merangkul yeoja itu erat-erat. Bagi nya mengetahui kenyataan kalau yeoja itu sudah menjadi miliki nya sejak tahun lalu bahkan sebelum ulang tahunnya adalah sebuah hal yang begitu membahagiakan. Terlalu bahagia. Sampai-sampai ia tidak bisa membedakan dimana ia berada sekarang? Apa ia sedang ada di dream land or real earth?

Itu tidak penting. Karena dimana pun itu tak apa bagi Minho. Asalkan yeoja itu Al Ya bersama dengan nya, selamanya. . .

To.. be.. continue..

2 pemikiran pada “Ai Loupe Yu

  1. oh… it’s so sweet ^^ seungil cukha hamnida Minho oppa
    i love this story, tanks a lot aegi😀
    tapi nama yeojanya Kim Al Ya atau Jung Al Ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s