Loving the devil’s girl France

loving a devil france1

Judul              : When the brotherhood in love edisi Loving the devil’s girl France

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Onew

Fibri Marsley (OC)

Minho

Genre              : love, fluff

Rating             : PG 14

Length             : Chapter

Summary       : Onew ingin merasakan bagaimana yang namanya cinta pada pandangan pertama? Tapi Minho terus mengeluhkan kenapa harus yeoja itu yang dicintai Onew.

. . . . .

Pagi di hari Sabtu sangat berbeda dari pagi di hari Minggu. Suasananya tidak terlalu ramai dan itulah mengapa dua namja ini senang mengunjungi taman di Sabtu pagi. Mereka senang berbaring direrumputan yang hijau nan segar sambil terkena sinar matahari pagi. Namja bertubuh atletis itu menghadapkan tubuhnya ke namja yang lebih pendek darinya, yang masih asyik menikmati sinar mentari pagi. Hari ini namja itu punya banyak keluhan yang harus ia sampaikan.

“hyung, sudahlah hentikan. Masih banyak wanita yang lebih baik dan cocok untuk mu. Aku berjanji akan mencarikan nya untuk mu. Sungguh..”

“tidak Minho. Kau tidak mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Gadis itu benar-benar sudah memanipulasi dunia ku. Sekarang didalam dunia ku hanya ada dia seorang.”

“Jin Ki-sshi! Sampai kapan kau akan bertahan meskipun gadis itu terus menolak mu?”

“hmm,,, entahlah..”

Onew, namja itu tidak peduli meskipun Minho selalu marah-marah pada nya. Ia akan tetap mencintai gadis itu. Gadis yang sudah membuktikan pada nya kalau cinta pada pandangan pertama itu ada, itu sungguhan, nyata, bukan omong kosong belaka. Dari dulu Onew selalu bercerita pada Minho kalau suatu saat nanti ia ingin mendapat seorang gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Minho ikut senang dan mendoakannya tapi ia tidak menyangka kalau gadis seperti itu yang membuat Onew jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mulut Minho masih terus bercuap-cuap mengenai banyak alasan agar Onew berhenti mendekati gadis itu. Tapi Onew sama sekali tak bergeming, ia malah teringat kembali akan pertemuan pertamanya dengan gadis itu.

Flash back : on

Onew masih bertahan dengan 2 gelas minuman yang ia bawa ditangannya. Namja itu menghembuskan nafasnya pelan ke udara sambil memandang fokus ke depan. ‘ayo jangan pedulikan mereka Onew! Kau pasti bisa.’ Ia terus menyemangati diri dalam hati. Seperti nya ia memang telah memasuki batasan daerah yang salah. Tidak seharusnya seseorang yang aneh seperti Onew memasuki lapangan sekolah yang sedang dipenuhi banyak orang siang ini. Tapi ia juga tidak tega melihat Minho yang sedang duduk menarik ulur kemejanya, namja itu terlihat sedang kecapean dan kegerahan.

‘sedikit lagi.’ Batin Onew. Beberapa langkah lagi Onew hampir sampai menuju Minho yang tersenyum padanya. Mungkin juga tidak karena seorang namja yang dengan pin komite sekolah dikantung kemejanya sedang menyiapkan kakinya untuk menyenggol Onew. Dan…

Hhappp…

Onew menutup kedua matanya rapat-rapat, ia sudah siap menerima rasa sakit pada kakinya yang akan bergesek dengan tanah. Hey,,, tunggu dulu. Seingatnya ada yang menyenggol kaki kanannya tapi ia langsung memperbaiki posisi kakinya ke semula. Ia dapat merasakan kalau seseorang sedang mengenggam kedua tangannya saat ini, menahan tubuhnya agar tidak terlonjak kedepan.

‘ini pasti Minho.’ Tebak Onew dalam hatinya. Ia membuka matanya pelan sambil tertawa ringan. Sekarang ia kaget bukan main dan hampir melepaskan kedua gelas minuman dari genggamannya. Untung saja orang itu masih menggenggam tangannya kuat. Mata sipit itu membelalak lebar, bukan, dia bukan Minho. Tapi dia seorang gadis.

“are you allright?”

Tanya gadis itu tapi Onew masih diam, matanya masih tertuju pada gadis itu. Minho berlari menghampiri mereka. Minho langsung mengambil ke2 minuman dari tangan Onew agar gadis itu bisa melepaskan genggamannya dan pergi.

“teng seu Phibri.”

kata Minho sedikit berteriak pada gadis yang sudah berjalan menjauh beberapa langkah. Mendengar ucapan Minho gadis itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Minho.

“no problem  boy!”

“hei.. yu mas kal mi sunbae!”

“how can I respect someone who can’t get right at spelling my name? My name Fibri not phibri!”

Flash back : off

Onew tertawa mengingat bagaimana kakunya dia waktu itu. Gadis itu namanya Fibri Marsley, ia gadis berkebangsaan Perancis. Matanya hijau muda, tingginya 172 cm, bibirnya merah muda merona, wajahnya imut sekali.  Gadis itu selalu berhasil membuat jantung Onew bergedup sangat kencang lalu tangannya dapat berubah dingin sekali dalam seketika. Hanya karena gadis itu.

Semenjak itu Onew selalu berusaha mendekati gadis itu. Ia benar-benar mencoba berbagai macam cara! Pertama kali Onew mencoba ia mengikuti gaya para namja yang ada di drama-drama pada umumnya. Malam itu saat pulang sekolah Onew memberanikan diri menyatakan perasaan nya langsung pada Fibri. Onew sengaja mencari puisi terkenal dari Perancis – Jacques Brel “Je m’en remets à toi”  dan mengfahalnya.

Pour ce qui est d’aimer,

Pour une part de chance,

Pour ce qui est d’espérer,

Ou de désespérance,

Je m’en remets à toi.

Pour que ce soit la vie,

Plutôt qu’une saison,

Pour qu’elle soit symphonie,

Plutôt qu’une chanson,

Je m’en remets à toi.

Tentang cinta,

Tentang sebuah bagian dalam kesempatan

Tentang harapan

Atau tentang berputus asa

Akan ku serahkan itu pada mu

Tentang seluruh waktu dalam hidup

Daripada dalam sebuah musim

Tentang sebuah simfoni

Daripada hanya dalam sebuah lagu

Akan ku serahkan itu pada mu

Fibri hanya menaikan alis kanan nya, diam menunggu Onew menyelesaikan puisinya. Gadis itu sama sekali tidak terlihat tersentuh dengan usaha Onew.

“kau sudah selesai? Pelafalan mu cukup bagus. Bye!”

“jadi kau mau tidak menjadi gadis ku?”

“tidak!!”

Onew hanya bisa menundukkan kepala nya sedih saat itu. Minho yang bersembunyi langsung keluar menghampiri Onew. Ia tau betul bagaimana perasaan namja itu.

“sudahlah,, masih banyak gadis lain.”

“tidak Minho. Aku mau dia! Cuma Fibri yang aku cintai! Hiks.. hiks..”

Onew kembali mencoba untuk kedua kalinya. Kali ini ia bahkan memberanikan dirinya menemui Kris sang kapten basket. Kris yang terkenal playboynya. Onew orang paling aneh satu sekolah berani masuk ke lapangan basket. Oh, tidak! Tapi dia sudah siap menanggung semua resikonya. Ia berjalan meringkuk berusaha menghindari setiap bola basket yang dilempar kearahnya. Melihat itu semua Kris tidak tega, jadi ia memberi semua saran untuk dapat menaklukan gadis pada Onew dengan senang hati.

Onew merubah gaya pakaiannya lebih rapih dan keren seperti anak-anak boyband untuk bertemu Fibri. Onew menghampiri Fibri dan mengajak nya kencan ke mall. Ia berjanji pada Fibri akan membelikan apapun yang Fibri suka. Karena ia membawa atm yang berisi seluruh tabungan nya selama ini. Kris bilang para gadis sangat menyukai uang dan yang berbau gratis. Fibri menggulung lengan baju kirinya, mengangkat tangannya keatas lalu menurunkannya ke bawah dengan tenaga penuh. Gadis itu sedang menunjukkan otot nya.

“naneun yeoja inikka??”

Pertanyaan itu cukup membuat Onew mengerti kalau Fibri tidak seperti gadis-gadis pada umumnya yang suka berbelanja dan pergi ke salon. Ia lupa kalau Fibri seorang yeoja tomboy dan pastinya tidak peduli masalah penampilan. Ok. Kali ini ia gagal lagi.

Onew masih mencoba lagi. Kali ini ia menemui Jonghyun hoobae nya di tingkat 2. Siapa yang tidak tau Jonghyun? Namja yang terkenal sudah meluluhkan banyak hati para noona dengan suara emasnya yang merdu sekali. Onew belajar mati-matian bernyanyi untuk Fibri, hanya untuk gadis itu. Onew bernyanyi didepan Fibri sambil memetik gitar. Dia juga belajar gitar dari Chanyeol adik kelas yang baik di tingkat 1. Onew meminta Minho membantunya menjebak Fibri agar masuk ke ruang kesenian. Tapi gadis itu tetap menolaknya habis-habisan. Itulah mengapa Minho sangat membenci gadis itu. Gadis yang sudah menolak Onew habis-habisan.

Sudah 3 kali ditolak, Onew tetap tidak menyerah. Ada banyak jalan menuju roma kata pepatah dan Onew mempercayainya. Ia sunguh-sungguh mencintai yeoja itu maka dari itu kali ini ia menemui Jong up. Dalam 1 minggu, orang yang kaku dan jarang olahraga seperti Onew belajar break dance. Ayolah itu bukan perkara mudah. Tapi demi Fibri, Onew rasa itu tidak ada apa-apanya.

Setelah kembali ditolak, kali ini Onew menemui Taecyon. Namja yang paling gagah satu sekolah. Ketua klub bela diri. Selama satu bulan penuh Onew belajar karate, taekwondo, judo. Selain ilmu bela diri, ia juga belajar naik motor besar dan tentunya balapan. Onew yang mengendarai motor kopling besar berhenti tepat didepan Fibri yang sedang berjalan pulang menuju rumahnya. Onew menyuruh Fibri untuk naik ke motor nya tapi yang ada malah Fibri memakinya.

Onew memang tak pernah menyerah, meskipun ia selalu ditolak. Tapi Onew tetap, mencoba lagi dan lagi. Ia yakin suatu saat nanti yeoja itu pasti akan menerimanya. Namja itu tidak pernah merasa kalau Fibri yeoja yang jahat. Justru ia menyalahkan dirinya sendiri karena belum bisa menyakinkah gadis itu betapa ia mencintainya. Jadi Onew akan terus mencoba sampai ia menemukan cara yang terbaik dan bisa meluluhkan hati belahan jiwanya.

Onew menemui Kyungsoo yang mengajari nya bagaimana caranya melukis dengan baik. Dengan perasaan senang sambil memikirkan yeoja itu ia terus melukis dan melukis sampai ia berhasil melukis wajah Fibri dan mengirimkannya ke rumah yeoja itu. Lalu sore nya ia mendapat pesan dari Fibri. Ia kembali ditolak.

Sudah 6 kali ditolak dan namja itu tetap berusaha lagi. Kali ini ia belajar membuat coklat dari appetizer terkenal, Lee Seung gi. Onew rela mengikuti kelas memasak yang isinya semua wanita. Ingat itu hanya untuk Fibri seorang, pujaan hatinya. Onew tetap setia menunggu Fibri, gadis pujaannya sambil menahan dinginnya angin malam sungai Han. Kenapa harus disungai Han? Karena namja itu ingin memberikan coklat buatannya tepat disaat air mancur pelangi muncul. Tapi sudah 5 jam Onew menunggu dan yeoja itu tidak kunjung datang. Disaat jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, Fibri baru menelpon kalau ia tidak suka coklat. OMG! Sia-sia semuanya…

Setelah lama melamun sendirian. Kini pikiran Onew kembali terfokus pada ucapan Minho, mencoba mencerna perkataan namja yang disebelahnya itu.

“hyung! Kau dan Fibri itu sangat berbeda. Ia yeoja Perancis kau namja Korea. Dia itu yeoja tomboy, kasar dan tak tau sopan santun sedangkan hyung. Hyung, namja yang lembut,pendiam dan sangat tau tatakrama. Kalian berdua terlalu berbeda untuk bersama. Kalian tidak bisa bersama! Aku akan mengenalkan Seohyun pada hyung. Dia yeoja yang pintar, lemah lembut dan sangat sopan. Hanya yeoja yang seperti itu yang cocok untuk hyung.”

“kalau begitu kau juga seharusnya menjauhi ku Minho..”

“maksud hyung?”

“kau dan aku sangat berbeda. Kau mengerti itu kan. Kau adalah namja teladan sesekolah, murid akselerasi Seoul International High School yang pastinya akan langsung diterima di Universitas Korea setelah lulus. Terlebih dari itu kau juga sangat baik dalam seluruh bidang olahraga. Kau anak terkeren sesekolah, siapa yang tidak mengenal mu? Sedangkan aku?? Aku hanya anak teraneh sesekolah.. mereka selalu mengatai ku Onew sangtae. Sianak aneh yang membawa rubik kemana-mana. Anak yang tidak punya bakat apapun. Anak yang mudah di bully. Bukankah perbedaan diantara kita terpaut jauh?”

“ehmm,,,” Minho hanya terdiam tak bisa berkata-kata. Ia seharusnya tidak membawa topik itu tadi. Sepertinya ucapannya memang sudah melampaui batas.

“seharusnya kau senang. Berkat Fibri aku jadi belajar banyak hal. Sekarang aku bukan lagi Onew yang dulu yang tidak tau apa-apa. Dia benar-benar merubah hidup ku. Dunia ku yang gelap dan gersang kini berubah menjadi cerah. Tapi itu belum cukup karena aku belum memilikinya. Dunia yang cerah ini perlu sebuah pelangi untuk membuatnya lebih berwarna. Dia.. aku begitu mencintainya… melebihi apapun..”

Minho melirik Onew sekilas, setelah itu ia tidak berani lagi melirik namja yang matanya sangat sipit. Onew mengetahuinya tapi ia berpura-pura tak tau. Ia tau betul kalau begitu tandanya Minho sudah menyesali perbuatannya.

“ehm,, setelah ku pikir-pikirkan lagi. Dari semua namja-namja tenar yang ku temui. Ada satu lagi yang belum.. kau Minho. Kau namja yang tenar satu sekolah. Banyak yeoja yang jatuh hati pada mu. Ayolah ,, kau belum memberikan saran mu pada ku sampai sekarang. Mungkin cara dari mu yang akan berhasil. Ayolah beritau aku bagaimana caranya??”

“ouh..” Minho mendudukan tubuhnya. Ia duduk menghadap Onew yang menghadapnya juga.

“bagaimana dengan sebuah surat cinta?”

“hah?? Kau ingin aku menulis surat cinta seperti yang kau tulis untuk Kim Al Ya. Sungguh cara itu akan berhasil??”

“ya bisa saja kan. Itu tidak menutup kemungkinan. Tulis semua isi hati hyung pada nya. Dengan begitu Fibri akan bisa lebih memahami isi hati hyung. Hanya 3 kata sederhana ‘I love u’ tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan bagaimana cinta hyung padanya. Masih banyak yang harus hyung ungkapkan.”

“baiklah akan ku coba.”

~~~~~===_===~~~~~

Sore ini Onew sedang duduk menunggu seseorang di bangku taman. Sekarang waktu nya ia untuk tau balasan surat dan sebuah buket mawar hijau yang ia taruh di loker Fibri tadi pagi. Semalaman ia tidak tidur, terlalu sibuk menulis. Apakah menulis sebuah hal yang sulit untuk nya? hmm,, bisa dibilang iya. Tapi untuk kekasih hatinya tentu itu bukan masalah!

Ia sangat menikmati setiap kata demi kata yang ia tulis dengan indah diatas kertas berwarna hijau muda. Warna yang mirip dengan warna mata sekaligus warna favorit Fibri. Ia terlalu berbunga-bunga setiap kali ia memikirkan seberapa besar cintanya pada Fibri. Sampai-sampai tumpukan kertas yang habis dirobeknya tidak menjadi sebuah masalah besar. Tak apa, yang penting Fibri bisa mengerti perasaan nya. Onew menuliskan beberapa kata Perancis favoritnya didalam. “…..”

Onew melirik jam ditangannya. ‘sebentar lagi.’ Gumamnya. Ia tau betul kalau yeoja itu akan melewati taman setelah pulang taekwondo. Benar saja Fibri terlihat sedang berjalan didepannya saat ini.

“Fibri!” panggil Onew

“ehm,,” yeoja itu berhenti dan menoleh kearah yang memanggilnya.

“jadi bagaimana?”. . . .   “apakah kau mau menerima ku?”

“menerima mu? Are you kidding me? Stop it you too much! Get far away from me, right now!”

Lagi-lagi, Fibri menolak Onew mentah-mentah. Yeoja itu kembali melanjutkan langkahnya santai seakan-akan tidak terjadi apapun. Ia sama sekali tidak peduli dengan wajah Onew yang berubah seketika. Namja itu bahkan hampir tak bisa menahan kristal bening dipelupuk matanya. Ayolah ini sudah terlalu menyakitkan. Harus berapa kali lagi ia ditolak mentah-mentah seperti ini??

Tapi Onew tetap tidak bisa menipu hatinya yang masih sangat mencintai yeoja itu. Meskipun ini sudah keterlaluan. Onew masih berpikir, apa lagi yang harus dia lakukan agar Fibri mau menerimanya? Dan dia, Onew tetap mencintai yeoja itu dan tak ada sedikitpun kebencian dihatinya untuk Fibri. Walau hanya secuil?? Benarkah??

Sepertinya tidak juga. Buktinya kini ia menghapus air matanya kasar. Ia baru menyadari kalau selama ini ia selalu memakai cara orang lain. Ia belum mencoba style nya sendiri.

Onew langsung berlari menghampiri Fibri yang sudah jalan cukup jauh didepannya. Ia segera menarik tangan yeoja itu dan berlutut didepannya.

“Fibri. . . Kau adalah Wanita yang paling JAHAT yang pernah hadir dalam kehidupan ku. Mulai dari aku lahir sampai saat ini, kaulah wanita yang paling kejam pada ku. Meskipun banyak yeoja lain yang membully ku atau guru private super galak yang pernah diberi omma ku. Mereka semua tidak lebih keji dari mu.”

“lalu??” Fibri membulatkan matanya penuh dan mengangkat alis sebelah kanannya. Kali ini yeoja itu mau merunduk untuk menatap mata Onew yang mulai bergetar.

“tapi.. tapi.. sejahat apapun kau. Aku.. aku juga tidak mengerti kenapa bisa seperti ini? Jantung ku selalu berdegup lebih kencang setiap memikirkan mu. Tangan ku akan berubah begitu dingin saat aku mendekati mu, seperti saat ini. Otak ku ikut berhenti bekerja sampai-sampai aku tidak mengerti apa yang ku ucapkan saat ini.” Onew berhenti sejenak untuk mengusap keringat yang mulai membasahi dahinya, sebelum ia melanjutkan kalimatnya kembali.

“tapi.. tapi satu. Aku tau itu semua hanya karena satu alasan. Itu karena aku sungguh-sungguh… Aku Lee Jin Ki benar-benar mencintai seorang yeoja Perancis yang bernama Fibri Marsley. …… Fibri, maukah kau menjadi yeoja ku?”

Mata kedua insan itu saling bertemu dan memandang satu sama lain. Seolah merasakan sesuatu telah terhubung dianatara mereka. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Fibri kembali meninggalkan Onew begitu saja. Onew tau, ia sudah menyiapkan perasaannya sebelum ia kembali di tolak. Ia bahkan tak berani hanya untuk sekedar melirik kebelakang, melirik kepergian yeoja itu. Seperti yang biasa ia lakukan. Biasanya ia akan melirik Fibri sambil berharap yeoja itu akan kembali dan menerimanya. Tapi kali ini tidak, Onew hanya berdiam diri di tempatnya. Mungkin hatinya terlalu sakit..

Padahal Fibri tidak melangkahnya menuju tempat yang sebelumnya. Oh,, tidak Onew kau harus lihat dia berjalan menuju motor mu!

“hei! Jin Ki oppa. Kau tidak mau mengantar yeoja mu pulang?” teriak Fibri tempatnya didekat motor Onew.

Onew membelalakan matanya lebar. Ia tidak salah dengarkan. Itu suara Fibri sungguhan?? Onew langsung berdiri menoleh kearah motornya. OMG! Iya itu Fibri, dia disitu menunggu nya. Namja itu tersenyum lebar dan segera berlari menuju motornya. Oh… apakah ini mimpi? Kalau ini memang mimpi, Onew berharap ia tidak perlu bangun untuk selamanya.

‘benarkah? Ini sungguhan?’

Onew masih bertanya-tanya dalam hatinya bahkan disaat ia kini membonceng yeoja itu dengan motor besarnya.

‘Tapi Fibri tidak mengatakan perasaannya sama sekali.’

‘Fibri mungkin hanya kasihan pada ku’

‘apa ini akan berakhir setelah kami sampai di rumahnya?’

Terlalu banyak pertanyaan yang merisaukan hati namja itu. Tapi itulah nyatanya. Memang Fibri tidak mengatakan apapun. Apakah ini maksudnya hanya untuk beberapa menit saja agar Onew bisa memaafkan kejahatan yang sudah dilakukan yeoja itu pada nya?

Saat dipertengahan jalan Onew mulai merasa kalau badannya basah. ‘hujan?’ pikirnya. Tidak, Onew mengangkat kepalanya dan langit tidak meneteskan air setitik pun. Apakah ini air mata Fibri? Siapa yang sudah berani membuat yeoja nya menangis?

Onew menghentikan motornya di tepi jalan. Ia turun dan mengangkat wajah yeoja itu. Wajah imut yang selalu muncul membayanginya.

“kenapa kau menangis?”

“siapa yang sudah membuat mu menangis?”

Tapi Fibri tak menjawab satu patah kata pun. Takut-takut Onew bertanya lagi..

“apa.. apa ini karena aku?”

“iya. Ini karena mu.”

“kalau begitu aku minta maaf.”

“tidak perlu. Kau tidak perlu minta maaf. Kata-kata mu tadi sangat menyentuh. Bagaimana bisa kau tetap mencintai yeoja ini. Yeoja yang paling kejam bagi mu. Aku pikir tidak ada yang tulus mencintai ku didunia ini. Karena aku seorang setan, iblis terkutuk. Bagaimana bisa tuan bidadari seperti mu mau mencintai ku?”

Onew tersenyum bahagia. Sungguh? Apa ia tidak salah mendengar? Yeoja itu juga mencintainya? Jadi benar, apa yang dia pikirkan tentang Fibri kali ini. Onew hanya perlu menyakinkan Fibri kalau ia benar-benar mencintai yeoja itu.

Onew mengusap air mata Fibri dengan kedua jempolnya. hmmppfuuuhh…. Onew meniupkan angin yang lembut pada ke2 mata yeoja itu. Onew memeluk Fibri erat dan Fibri juga mendekat. Ke-2 insan itu berpelukan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang dijalan raya yang terus memandang aneh mereka.

“karena itu kau tidak boleh melepaskan ku. Hanya aku milik mu di dunia ini.”

“je t’aime, tout ce que je veux que vous sachiez”

i love you, just that what i want you to know

. . . .

. .

.

End.

Absurd? So pasti.. aku ga bisa romance.. >.<

Tungguin edisi lain nya.. readers..

3 pemikiran pada “Loving the devil’s girl France

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s