We are a part – Teaser

we are a part teaser

1993, New Caledonia

Keluarga Kim memang sering mengunjungi keluarga Swarzt meskipun mereka harus menggunakan pesawat, mengingat jarak Seoul-New Caledonia yang jauh. Tapi berbeda untuk hari ini, keluarga Swarzt khusus mengundang keluarga Kim untuk datang. Dikarenakan ada suatu hal penting yang ingin mereka sampaikan.

Hari ini ke-2 keluarga itu mengadakan pesta barbeque dihalaman rumah Swarzt. Seperti biasa Henry dan Minseok memanggang daging sedangkan ke-2 istri mereka Sooyoung dan Sulli sibuk menyiapkan makanan yang lain. 2 anak lelaki keluarga Kim akan bermain kejar-kejaran di tepi pantai, yang persis berada didepan halaman rumah keluarga Swartz. Mereka berlari mengelilingi Kris, anak pertama keluarga Swarzt yang sedang mengajari dongsaengnya yang baru 1 tahun berjalan. Meskipun ia lebih banyak menertawakannya dari pada menuntunnya berjalan.

Sesekali Baekhyun anak tertua keluarga Kim akan berhenti dan mengajari Kris bagaimana cara mengajari dongsaengnya itu berjalan. Atau lebih tepatnya ia terlalu gemas, dan selalu ingin mencubit pipi anak itu sesering mungkin. Melihat itu Chanyeol dongsaengnya akan cemberut dan marah-marah tidak jelas. “katanya hyung hanya ingin mengajari Kris lalu apa? Kenapa hyung malah bermain dengan anak itu!!”

Sooyoung tiba-tiba teringat bayinya yang masih tertidur didalam. Ia berlari menuju kamarnya dan menemukan anaknya yang ke-2 tengah menghibur dongsaeng kecilnya itu. Setaunya dulu anaknya itu benar-benar tidak suka saat mengetahui ia hamil lagi diluar rencana. Tapi kenyataannya dialah yang paling perhatian pada si maknae sedangkan si sulung lebih sayang pada sipengais bungsu.

“anak-anak kemari!! Semuanya sudah masak. Ayo makan!!!”

Teriakan Sulli terdengar begitu nyaring sampai berhasil mengalahkan suara ombak yang berada didepan mereka saat ini. Berbeda dengan Baekhyun dan Chanyeol yang langsung berlari begitu mendengar teriakan ommanya, Kris dengan sabar menunggu dongsaeng kecilnya berjalan kearahnya. Kris menunggu sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, ia tersenyum melihat dongsaengnya berjalan selangkah demi selangkah menuju pelukannya.

Happ…

Kris memeluk dongsaeng kecilnya itu begitu sang dongsaeng sampai kedalam pelukannya. Kris menggendong dongsaengnya, membawanya dengan gembira menuju Henry.

“daddy, our baby has been walking!!”

“really?”

Henry mengambil anak ke-3nya itu dari pangkuan Kris. Henry terus saja bertanya sambil tertawa pada batitanya itu. Kris juga tidak mau kalah, ia tetap berada disamping Henry menggelitiki dongsaeng kecilnya. Sooyoung dengan bayinya bersama Lay menghampiri mereka lalu mengajak mereka makan. Ke-2 keluarga itu makan bersama penuh canda tawa.

Selesai makan, mereka duduk santai di halaman, minum teh. Menikmati pemandangan pantai sambil mengawasi anak-anak mereka yang bermain didekat tepi pantai.

“apa tidak salah kalian langsung mengatas namakan perusahaan kalian atas nama anak-anak?” tanya Minseok

“memangnya apa yang salah dengan ‘KLaJoSh’ itu nama yang bagus.” Bantah Sulli

“kami hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak kami di kemudian hari.” Henry merangkul istrinya mesra.

“aku khawatir pada uri adeul. Belakangan ini aku sudah mulai kembali membantu seobang bekerja. Kau tau kan Sooyoung, bisnisnya hampir selalu ke luar negeri. Aku tidak meminta seorang pengasuh untuk uri adeul. Hanya seseorang yang bisa menjaga rumah ketika kami tak ada. Tapi seobang selalu melarang ku. Dia bersikeras untuk mendidik Baekhyun dan Chanyeol mandiri. Menurut ku mandiri dengan keamanan itu berbeda. Apa lagi rekan bisnisnya banyak yang mencurigakan.”

“aku memasukkan Baekhyun hapkido. Dia naik sabuk dengan cepat!”

“tetap saja oppa. Menurut ku apa yang dikatakan Sulli benar. Kalian butuh penjaga!”

“tidak aku tetap tidak setuju! Uri adeul harus mandiri!!”

“hmm,, masukkan saja Baekhyun ke asrama sedangkan Chanyeol masih bisa kalian bawa bersama, bukan?”

“ah,, iya lagi pula Baekhyun memiliki IQ yang tinggi. Aku rasa Boston akan menjadi tempat yang tepat untuk nya. Pendidikan di Boston termasuk yang terbaik didunia.”

“tidak! Dia warga Korea dan tetap harus belajar di Korea, mengabdi untuk negaranya. Aku tidak mau dia melupakan Korea nantinya.”

“oppa!!”

Sooyoung mendesah kesal ke udara. Dari dulu Minseok memang keras kepala. Tapi dia tau pasti Minseok akan memikirkan ucapannya. Sooyoung selalu mempunyai orang-orang yang setia disisinya. Bahkan setelah ia membangun perusahaannya bersama Henry suaminya. Ia juga benar-benar memilih orang-orang yang bisa dipercayai penuh. Ketika Minseok dengan Sulli ikut bermain bersama anak-anak sedangkan Henry suaminya menidurkan bayi mereka dikamar. Sooyoung memanggil seorang gadis yang bekerja dirumahnya.

“bukankah kau baru lulus SMA? Bagaimana dengan kuliah di Boston?” tawar Sooyoung sambil tersenyum kearah gadis itu.

~~~~………………~~~~

Prolog

Victoria Song

Apa yang telah ku lakukan? Aku seorang pembunuh…

Aku meringkuk ketakutan dalam selimut. Aku merasa diri ku begitu jahat. Bayangan jalan, dan orang itu.. Kenapa??
Hanya karena pria yang tak mencintai ku, aku menghancurkan hidup ku..
anak ku,, suami ku,,
aku rasa aku harus meninggalkan mereka,,
Siapa yang ingin memiliki istri dan mama seorang pembunuh,,

Aku terus merutuki diri ku sambil beruraikan air mata. Tiba-tiba saja ku rasakan seseorang memeluk ku dari belakang. Untuk kali ini aku benar-benar malu melihat wajahnya. Aku menunduk menutupi wajah ku yang berantakan. Tapi dia, namja yang sudah tidur bersama ku beberapa tahun belakangan ini. Namja yang tak pernah sedikitpun ku cintai. Ia dengan lembut mengangkat wajah ku dengan kedua tangannya. Mengusap air mata ku, merapikan rambut ku dengan tangannya.

“walaupun begini, kau tetap cantik sayang..”

Ia masih memuji ku padahal baru beberapa menit yang lalu aku meneriakinya.

“bukankah sudah ku bilang aku ini seorang pembunuh. Kau bisa menceraikan ku. Aku akan pergi jauh dari mu untuk selamanya. Aku akan pergi meninggalkan anak itu untuk mu. Lagi pula aku tak pernah mencintai mu!!”

Entah sekasar apapun yang buat padanya. Tapi namja itu tetap bersikap lembut pada ku. Aku berharap sekali ini saja ia marah, atau menampar ku. Aku siap menerimanya.

“aku mengerti. Kau pasti ketakutan. Menangislah. Aku siap mendengarkan semua keluhan mu, aku akan ada disamping mu, menyediakan bahu ku untuk kau jadikan tempat bersandar. Bukankah itu yang diinginkan seorang yeoja ketika ia menangis. Aku tau, kau tak pernah mencintai ku. Aku juga tidak mengharapkannya. Tapi setidaknya akan lebih baik kalau kau ada disaat anak kita bertumbuh. Karena aku tidak yakin bisa menjawab apa ketika ia bertanya dimana mamanya, nanti.”

Ya, Tuhan bantu aku. Kenapa aku harus menghancurkan diri ku sendiri demi orang lain yang tak pernah mencintai ku? Suami dan anak ku, orang-orang yang baik. Apakah masih ada kesempatan untuk ku membahagiakan mereka?

~~~~………………~~~~

Choi Sulli

Apa ini??

Uri adeul.. Baekhyunnie!!! Chanyeollie!!!

Aku terus berteriak tapi tak ada satupun dari mereka yang menyahut bahkan biasanya mereka akan langsung berlari ketika mendengar suara pintu.

Kenapa??

Kenapa rumah ku dikelilingi garis polisi?

Aku menerobos masuk kedalam membuka pagar rumah ku.

Hiks… hiks…

Melihat keadaan rumah ku yang tak utuh lagi, hanya tersisa debu hitam dan beberapa kayu penyangga. Otak ku langsung kosong,, tanpa terasa kaki ku kaku. Aku kehilangan keseimbangan begitu saja. Tersungkur ditanah berbintik-bintik hitam. Dimana uri adeul? Cuma pertanyaan itu yang terus terpikirkan oleh ku.

Setengah jam berlalu aku masih di tersungkur berurai air mata. Lalu terdengar derap kaki yang terasa begitu cepat menghampiri ku. Ternyata itu seobang ku, ia juga menangis dan memeluk ku.

“ini semua salah mu!!”

Aku terus memukulinya, aku menangis dalam pelukkannya. Setidaknya masih ada dia disamping ku saat ini. Baru beberapa saat aku bisa menarik nafas ku lega. Tiba-tiba datang beberapa polisi. Dua dari mereka merebut seobang ku begitu saja dari pelukan ku.

“maaf nyonya Kim. Tuan Kim Minseok harus kami tahan sekarang juga.”

“tapi apa salah seobang ku?”

“pemerintah New Caledonia menuntut saudara Kim Minseok sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan saudari Choi Sooyoung.”

———

Ditunggu ya ff yang ini^^

4 pemikiran pada “We are a part – Teaser

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s