FF Trilogy : Be Jonginie Friend part 3 (End)

be jonginnie friend 3

Judul              : Be Jonginie Friend  part 3

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Kai

D.O

Suho

Kris

Zhang Yizing/ Lay

Genre              : brothership, friendship.

Rating             : PG 14

Length                        : trilogy

Catatan Author : ini ff trilogy pertama author, hehe^^ sorry lama ngirimnya. Cuma mau ngingetin part 3 ini absurd banget… banget… siapkan hati kalian ok.. Sorry for typho that I spread ini here.  Happy nice read. Please leave your comment^^

. . .

Ketika hujan mulai reda, sepasang kaki panjang berjalan mendekatinya. Namja itu mengangkat kepalanya keatas menatap sosok pemilik sepasang kaki panjang itu.

“kau Kim Jongin bukan? Dongsaengnya Kim Yifan?!”

. . . . . .

 

Suho, Kyungsoo, Lay, Minseok dan Baekhyun bahkan Kris juga, mereka sedang sibuk berpencar mencari Jongin saat ini. Entah kemana perginya Jongin. Mulai tadi pagi saat Suho hendak membangunkan dongsaengnya itu. Jongin sudah tidak ada dikamarnya. Kini hari mulai gelap dan tidak ada satupun diantara mereka yang berhasil menemukan Jongin.

Semuanya berkumpul dirumah Kim karena sudah malam dan istirahat sejenak sembari memikirkan rencana berikutnya. Tapi Kris memaksa mereka untuk pulang ke rumah masing-masing. Kris tidak ingin merepotkan banyak orang begitu juga dengan Suho. Ia lebih memilih untuk tetap mencari dongsaengnya itu sendirian. Lalu hujan turun deras malam itu. Kris melarang Suho untuk keluar rumah dengan alasan apapun.

“tapi bagaimana kalau Jongin sedang kedinginan saat ini? Aku harus mencarinya hyung, dia pasti kelaparan.”

“tidak. Kau tidak boleh keluar! Kau sensitif dingin, itu sama saja dengan aku memasukkan mu ke rumah sakit. Kau bahkan belum makan dari siang tadi. Kau tidak akan bisa mencari Jongin kalau sakit. Jangan terlalu khawatir. Jongin anak yang kuat bukan!?”

“menurut hyung, dia baik-baik saja saat ini?”

“entahlah,, aku harap begitu. Aku juga sangat merindukannya.”

Suho melangkah lunglai menuju dapur sedangkan Kris berjalan keluar hendak memastikan apa pagar mereka sudah tertutup dengan baik karena terakhir Minseok dan Baekhyun yang keluar. Saat Kris baru membuka pintu rumah mereka ia menemukan sebuah gelang karet berwarna oren yang sangat familiar baginya. Seperti gelang karet yang masih disimpannya sampai sekarang. Hanya saja dibaliknya tidak bertuliskan namanya melainkan nama orang lain. Seorang namja yang pernah sangat dekat dengannya. Digenggamnya gelang itu kuat-kuat. Setelah itu Kris masuk kerumah mengambil jaketnya dan berpamitan pada Suho.

“aku harus pergi sekarang. Ada suatu hal yang sangat penting. Kau jaga rumah, jangan keman-mana, siapa tau Jongin akan pulang nanti. Aku mungkin akan pulang terlambat malam ini. Besok pagi kita akan mencari Jongin bersama. Jadi kau lebih baik cepat tidur.”

~~~~~===_===~~~~~

 

Setelah hampir setahun ia tak pernah mengunjungi tempat ini karena sebuah hal fatal yang berkaitan dengan maknaenya. Sebaliknya sekarang ia kembali ke tempat ini karena ingin menyelamatkan maknaenya. Kris menarik nafasnya sejenak, sebelum ia membuka pintu yang berada didepannya sekarang.

“selamat datang.” Sambut seorang namja bertubuh tinggi dan berambut hitam itu seraya Kris berjalan kearahnya. “otak mu masih canggih sama seperti dulu. Sebenarnya ini tidak sepenuhnya kesalahan ku.” Namja itu berhenti sejenak lalu menunjuk seseorang berpakaian hitam-hitam yang berada dibelakangnya. “dia terlambat menaruh nya. Jadi kau harus datang selarut ini.”

“sudahlah aku tidak mau berurusan dengan mu. Jadi kembalikan Kai sekarang dan aku tidak akan mengadukan mu ke polisi.”

“apa? Atas dasar apa kau menuntut ku? Dia sendiri yang mengikuti ku. Bukannya berterima kasih aku sudah mau memungutnya dijalanan ketika ia sedang meringkuk kedinginan.”

“kalau begitu maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf pada mu. Tolong kembalikan Kai pada ku. Dia pasti sedang sakit saat ini. Aku harus cepat-cepat membawanya ke dokter.”

“Kris, bukan itu yang ku maksud. Aku tidak butuh wajah mu yang memelas. Tapi hanya dengan cara ini agar kau mau datang. Tim kita tidak ada apa-apanya tanpa mu.”

“PEMBOHONG!! Bukankah memang itu yang kau inginkan?!”

“apa maksud mu?”

“jangan bersikap seolah-olah aku tak tau apapun!!”

“aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan.”

“Apa kau belum puas dengan keadaan Kai sekarang? Kau boleh lakukan apapun sesuka mu tapi aku mohon jangan libatkan Kai. Aku tidak ingin dongsaeng ku menjadi korban untuk kedua kalinya.”

“maksud mu perilaku Kai yang aneh sekarang ulah ku? Sejahat itukah aku melukai dongsaeng chingu ku sendiri?”

“chingu? Bukankah bagi mu, aku hanyalah hambatan terbesar dalam hidup mu?! Selama ini semua itu palsu bukan?!”

“baiklah. Kalau memang itu menurut mu, akan ku buat seperti yang kau katakan!!”

Namja tinggi yang memakai jersey dengan nomor 05 itu mundur 2 langkah lalu memutar kepalanya ke kanan menghadap namja dengan pakaian serba hitam. “Habisi dia!!”

Namja serba hitam itu mengambil walkie talkienya dan beberapa menit kemudian datang rombongan namja yang berpakaian serba hitam juga sambil membawa Jongin. Salah seorang dari mereka mendorong Jongin ke lantai lalu mereka semua mengelilingi Jongin. Kris yang melihat magnaenya disiksa tidak tinggal diam begitu saja. Kris berlari hendak menyelamatkan magnaenya tapi namja tinggi berpakaian jersey itu menghalanginya lalu memukul wajah Kris sampai bibirnya berdarah.

“kau benar! Selama ini Kim Wobin memang selalu kalah dalam segala hal apapun daripada Kim Yifan!”

Kali ini namja itu bersiap menendang Kris tapi Kris sendiri tidak peduli, yang ia inginkan hanyalah menyelamatkan magnaenya saat ini.

“aku memang sangat iri pada mu! Kau punya orangtua yang memberikan kebebasan penuh dan tetap sabar menghadapi mu, sedangkan aku. Appa ku selalu menuntut ku untuk jadi yang pertama dalam segala hal. Tak peduli sebesar apapun usaha ku, kau tetap menjadi yang pertama mengalahkan ku. Padahal kau hanya seorang pemalas yang kerjanya membuat onar dikelas. Kau punya 2 orang dongsaeng yang selalu ada untuk mu sedangkan aku sendirian.” Woobin menghentikan tinjunya sejenak menatao Kris yang sama sekali tidak menghiraukannya.

“Terakhir saat aku menemukan hal yang benar-benar aku suka, basket. Aku lebih tinggi dan aku pikir aku cukup berbakat dari mu. Tapi kau yang dipilih menjadi kapten.”

“Jujur aku ingin sekali membunuh mu, membunuh seorang penghalang terbesar dalam hidup ku. Tapi aku tau itu bukan keinginan mu, karna kau chingu ku. Semua hal itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan tahun-tahun yang kita lalui bersama.”

Woobin tak jadi melayangkan tinjunya dan Kris terhempas kebawah.

“kalau aku memang chingu mu. Tunjukkan kalau kau mengerti apa yang ku rasakan saat ini!”

Kris kembali memohon pada Woobin. Tanpa mereka sadari salah seorang berpakaian serba hitam diantara para namja yang sedang memukuli Jongin,  sedang berjalan sambil memegang tongkat pemukul baseball kearah Kris. Jongin yang melihatnya segera berlari mendorong Kris dan..

Bbukk!!!

Seketika itu juga Jongin terjatuh ke lantai dan Kris langsung berbalik menghadap magnaenya. Woobin membuka matanya lebar-lebar, melotot kearah namja itu.

“Jongin! Jongin! Ireona!!” Kris terus menepuk-nepuk pipi Kai, wajahnya begitu panik melihat Kai yang tidak bereaksi sama sekali.

“kau! Apa yang kau lakukan?!!” Woobin mencekik namja itu dengan tangan kanannya

“maaf tuan, saya.. ha.. hanya melaksanakan perintah tu.. tuan besar.”

“appa?!!” Woobin mengkerutkan alisnya.

“kau belum menyadari nya juga?! Appa mu!! Appa mu adalah alasan dibalik semua ini! Andai saja Chanyeol tidak mengajak ku ikut mobilnya bersama yang lain hari itu. Maka Kai tidak perlu mengalami kecelakaan diperjalanan menjemput ku. Appa mu diam-diam sudah menyuruh orang untuk memutus kabel rem motor ku, motor yang Kai gunakan saat itu.”

“Kris aku sungguh tidak tau apa-apa..”

“mulai sekarang jangan lagi pertanyakan hal bodoh itu pada ku! Jangan pernah lagi meminta ku untuk kembali!!”

~~~~~===_===~~~~~

 

Suho segera bergegas ke rumah sakit begitu Kris menelponnya. Setelah sampai, Suho langsung masuk kedalam ruangan tempat Kai dirawat. Dilihatnya dongsaengnya itu berbaring di ranjang, tampak begitu pucat. Belum lagi ada bekas-bekas luka di tubuhnya. Suho duduk disebelah ranjang Kai sambil memperhatikannya. Sementara Kris hanya diam di tempatnya.

“dimana hyung menemukan Jongin? Apa kata euisa? Apa Jongin baik-baik saja?”

“aku.. aku menemukan Jongin bersama dengan Woobin.”

“Woobin! Namja itu lagi. Apa dia belum cukup puas dengan keadaan Jongin? Lalu apa ini semua ada hubungannya dengan hyung lagi?”

Diam. Tidak ada jawaban. Suho berbalik menatap hyung yang tengah menundukkan kepalanya.

“jawab hyung! Kenapa hyung selalu membawa Jongin dalam setiap masalah hyung!”

“aku juga tidak tau Suho. Aku.. aku benar-benar..”

“hyung.. jangan bertengkar lagi.. hiks.. hiks.. ku mohon..”

Suara itu terdengar begitu parau dan serak. Kris langsung berdiri menghampiri Kai juga Suho yang langsung kembali ke posisinya semula.

“tidak.. Jonginnie,, kami tidak bertengkar”

Suho menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata Kai dengan ibu jarinya.

“kalau hyung bertengkar terus, lebih baik Jongin pergi supaya hyung berdua tidak bertengkar lagi. Jongin tau semua karena Jongin, kan.”

“tidak! Jongin salah! Jangan pernah pergi diam-diam lagi. Hyung sangat khawatir, jangan buat hyung ketakutan lagi.”

Kris menggeleng kuat, matanya benar-benar menatap Kai tulus. Suho terkaget dibuatnya.

“bukankah Kris hyung tidak membenci Jongin? hyung bilang tidak ingin melihat Jongin lagi.”

“maafkan hyung. Jongin mau memaafkan Kris hyung? hyung berjanji mulai sekarang hyung akan selalu berada didekat Jongin.”

“Kris hyung tidak perlu minta maaf. Jongin yang salah karena kabur dari rumah. Jongin pikir hyung tidak akan bertengkar lagi kalau Jongin tidak ada.”

“tidak Jongin. Jangan kabur lagi. Hyung sangat menyayangi Jongin.”

~~~~~===_===~~~~~

 

Sudah seminggu ini semenjak Jongin masuk rumah sakit, Kyungsoo tak bertemu dengan Jongin. Tapi hari ini Kyungsoo kembali bekerja menjaga Jongin. Begitu Kyungsoo datang, Jongin langsung berlari memeluknya.

“Jongin rindu Kyungsoo.”

“kenapa Jongin lama sekali sakitnya? Kyungsoo juga kangen sekali sama Jongin.”

Mendengar ada yang datang, Kris berjalan dari dapur menuju ruang depan menghampiri Jongin yang ternyata sedang bersama Kyungsoo.

“oh, Kyungsoo. Ayo sarapan bersama.”

Kyungsoo membalas senyuman Kris dengan kikuk. Setaunya Kris tidak seperti itu. Semenjak ia bertemu dengan Kris, baru pertama kali ini ia melihat Kris tersenyum padanya. Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi, Jongin berjalan sambil memegang pundak Kris tanpa protes dari namja yang tingginya sepertinya melebihi tiang listrik itu.

Begitu sampai di ruang makan, Suho langsung mempersilahkan Kyungsoo duduk. Mereka ber-4 makan bersama. Membuat Kyungsoo semakin terkaget-kaget dengan tingkah Kris. Setau nya Kris akan marah kalau melihat Jongin bertingkah seperti anak kecil dihadapannya. Tapi sekarang Kris malah menyukainya. Kyungsoo membayangkan mungkin seperti inilah gambaran suasana rumah keluarga Kim sebelum Jongin kecelakaan dulu. Kris akan memanjakan Kai sedangkan Suho akan diam di tempatnya sambil mempoudkan bibirnya. Terkadang Kai juga mencuri pandang pada hyungnya yang ke-2. Kyungsoo jadi geli sendiri hanya memikirkannya saja.

~~~~~===_===~~~~~

 

DO POV

Setelah sarapan, seperti biasa Suho pergi bekerja dan Kris juga punya urusan keluar jadi Jongin aku yang jaga. Hari ini kebetulan jadwalnya untuk berlatih tari. Jadi aku mengantarkannya ke studio tari seperti biasa. Lay langsung menyambut kami hangat dan tugas ku sekarang hanya menonton sambil menungguinya selesai menari.

Aku terus memperhatikannya menari bersama Lay. Dia benar-benar kelihatan seperti orang normal biasa kalau sedang menari. Tak akan ada yang menyangka kalau dia bertingkah seperti anak kecil. Terkadang aku sendiri begitu penasaran bagaimana bisa Lay dengan begitu sabar menghadapi dan mengajari Jongin? Apa hubungan diantara mereka sebelumnya? Apa Lay termasuk sahabat Jongin?

Kalau dilihat-lihat lagi wajah Jongin masih terlihat pucat, matanya juga begitu sendu. Dia terlihat begitu lesu, ia bahkan minta waktu untuk istirahat. Begitu dia menghampiri ku, aku langsung mengambil saputangan dari tas dan mengelap keringatnya, lalu memberikannya minum. Jongin terlihat begitu lelah. Lay juga menyuruhnya untuk langsung pulang.

Aku benar-benar tak mengerti apa yang dokter itu lakukan di rumah sakit? Jongin sudah dirawat seminggu disana, tapi kenapa ia belum sembuh juga kalau dia hanya sakit ringan? Atau sebenarnya Jongin punya penyakit lain? Suho sunbae juga memberitau ku tentang obat Jongin yang baru. Kenapa Jongin harus selalu minum obat? Dan kenapa aku baru bertanya-tanya sekarang? Apa Lay mengetahuinya?

~~~~~===_===~~~~~

 

Jongin terus saja memaksa ku bermain ke taman ria. Sebenarnya bukan karena aku tak bisa atau malas. Tapi melihat kondisinya yang kurang sehat, aku tidak yakin. Aku takut dia sakit lagi nantinya. Jongin terus saja beraegyo dan memohon pada ku.

“Kyungsoo aku mohon.. aku ingin pergi ke taman ria. Bermain bersama mu. Aku janji tidak akan menyusahkan mu disana. Aku ingin sekali bermain ke taman ria bersama mu.”

Perkataan nya seperti dia akan pergi jauh sekali. Terdengar seperti permohonan terakhir. Ya,, ampun buang pikiran itu jauh-jauh Kyungsoo!! Jongin hanya bertingkah seperti anak-anak saja. Hanya itu, tidak lebih!! Jangan berpikir yang aneh-aneh! Aku terus menyakinkan diri ku sendiri. Tidak akan terjadi sesuatu pada Jongin.

Berbeda saat di studio tari tadi, Jongin terlihat sangat bersemangat disini. Dia terus mengajak ku bermain kesana-sini. Dia berlari, berlompat, berteriak tiada hentinya. Sekarang aku berharap ia bisa sedikit saja lebih tenang. 3 meter didepan kami berdiri sebuah badut Krong memegangi balon. Tentu saja kalian tau apa yang akan terjadi bukan?

“Kyungsoo-ya!! Lihat ada Krong, aku harus bicara padanya dan meminta balon berwarna hijau!”

“memang kau mau bertanya apa?”

“dimana pororo?”

Jongin menyengir lebar pada ku, berhasil membuat ku tertawa seketika. Dia benar-benar seperti anak-anak! Aku mengikutinya berjalan menghampiri si badut krong itu. Lalu memberikan beberapa sen pada nya. Supaya Krong raksasa itu memberikan Jongin sebuah balon berwarna hijau dari tangannya.

“Kyungsoo-ya ayo foto bersama!”

Aku tidak tau kalau ada kamera polaroid didalam tasnya. Padahal dari tadi aku yang menggendong ransel minion itu. Sepertinya Jongin memang sudah merencanakan semua ini dari awal. Atau mungkinkah ada sesuatu lagi yang bisa mengejutkan ku dalam tasnya?

1 .. 2.. 3.. cheese

Aku menggoyangkan lembaran kertas putih tebal itu bersamaan sampai gambarnya muncul. Aku dan Jongin terlihat begitu lucu dalam lembaran persegi itu. Ada Jongin yang terlihat ketakutan dengan si Krong dan aku memeganginya. Lalu ada juga aku di peluk Krong dan Jongin menarik tangan hijau itu. Yang paling aku suka disaat aku dan Jongin saling merangkul satu sama lain dan Krong memeluk kami berdua dari belakang.

“kenapa Jongin ingin sekali bermain ke taman ria bersama Kyungsoo?”

Tanya ku iseng sambil memperhatikannya makan es krim belepotan.

“Jongin hanya ingin Kyungsoo tau kalau Jongin senang punya chingu yang baik seperti Kyungsoo. Kata Sehun kalau teman dekat harus pernah pergi bersama ke taman ria seperti Jongin dan Sehun bersama Suho hyung waktu itu. Jadi sekarang Jongin ingin mengajak Kyungsoo kesini.”

“hanya itu??”

“hmm,, mungkin nanti Jongin tak akan mengingat Kyungsoo.. atau lupa Kyungsoo. Tapi,, ga jadi..”

“maksudnya?”

“Jongin sudah punya cara agar Jongin tidak melupakan Kyungsoo!”

Dia tersenyum lebar pada ku. Membuat ku tiba-tiba takut.. apa maksud perkataannya? Kini aku harus menganggap nya anak kecil atau seorang Kim Jongin yang usianya 19 tahun?

DO POV end

~~~~~===_===~~~~~

 

Pagi ini Suho tergesa-gesa bangun dari ranjangnya, membersihkan diri dan segera siap-siap seperti biasa. Pagi ini benar-benar berantakan untuknya. Tega-teganya Suho menghiraukan Lychee, alarm yang selama ini selalu setia membangunkannya tepat waktu. Suho menuruni anak tangga dengan cepatnya menuju dapur. Suho terkejut ketika menemukan seseorang yang tengah menyiapkan makanan di dapur.

“Jongin!!”

“ssutt!! Jangan sampai Kris hyung dengar nanti. Ingat nama ku sekarang Kai, hyung.. hehe^^ sesuai perjanjian kita kalau tidak ada Kris hyung. Suho hyung baru boleh memanggil ku Jongin.”

Suho membeku mendengar perkataan Kai, melihat caranya memasak. Ia benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa semua terjadi secepat ini. Terlalu dini dari diagnosa euisa sebelumnya.

“hyung.. bagaimana hasil pertandingan Kris hyung? sebenarnya,, aku bingung hyung. Setau ku kemarin saat aku menjemput Kris hyung. Dijalan aku menabrak truk container karena remnya blong. Seharusnya kita merayakan ulangtahun ku kemarin malam. Tapi aku tidak ingat apa-apa setelah tabrakan dan pagi ini aku sudah baik-baik saja.”

“tentu saja tim Kris hyung menang. Kau bercanda!!”

“aku juga bingung bukankah sekarang seharusnya masih tanggal 15 Januari 2013. Tapi kenapa di kalender 2014?”

“itu karena.. karena..”

“pagi Jonginnie.. tumben kau mau bangun pagi. Kau bahkan sudah rapih pagi-pagi begini..”

Tiba-tiba Kris datang memotong perkataan Suho.

“Jonginnie? Hyung, bukankah hyung yang bilang panggil aku sesuai nama panggung ku ‘Kai’. Kenapa hyung memanggil ku dengan nama kecil ku lagi?”

“K… Kai..”

Kris mendadak tergagap, semua datang terlalu tiba-tiba bagi nya. Tanpa pikir panjang Kris langsung menarik tangan Kai ikut bersamanya.

“kita harus ke rumah sakit sekarang.”

~~~~~===_===~~~~~

 

Siang ini dalam ruangan tari hanya diisi oleh Lay dan Kai. Mereka berdiri menghadap satu sama lain, mata mereka bertemu saling menatap tajam sambil menunggu musik. Tepat saat sebuah giliran musik hip hop yang berputar. Lay dan Kai mulai menari mengikuti irama. Menatap kaca menyesuaikan satu sama lain. Kai mulai dalam beberapa gerakan favoritnya. Lalu mereka memecah ke sudut kiri dan kanan. Pertama-tama Kai yang maju dan menari setelah itu berganti Lay membalas gerakan Kai dengan stylenya. Setelah musik mati mereka jatuh ke lantai bersama begitu lelah sambil mengatur nafas. Mereka tertawa satu sama lain lalu kembali duduk dan minum.

“tidak menari setahun lebih ternyata tidak membuat ku lupa koreo nya.”

“kau memang selalu yang terhebat.”

“kau masih menyukai Yuri?”

“kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?”

“hufhh.. jawab saja!!”

“kau ini. Tentu saja aku masih mencintainya tapi  dia menyukai mu.”

“ya,, ampun! Kau masih berpikiran seperti itu! Dia justru menyangka kau menyukai ku, karena kau tak pernah mau lepas dari ku. Mulai sekarang kau harus menjalani hidup mu sendiri tau!!”

Lay memandang Kai tak percaya, ia tersenyum kecut dengan lesung pipitnya yang manis. Kai kembali tertawa melihat tatapan mata Lay.

“Yuri keluarlah!! Kau sudah dengar semuanya bukan! Dia tidak menyukai ku lagi!!”

Melihat Kai yang berteriak kearah pintu membuat Lay membuka matana lebar-lebar. Lay panik dan langsung berdiri ingin secepatnya kabur sebelum yeoja yeppeo itu masuk.

“terlambat..”

Gumam Kai begitu Yuri sudah lebih dulu membuka pintu tepat disaat Lay hendak membuka pintu. Mata mereka bertemu satu sama lain. Yuri menggelengkan kepalanya sambil menunjuk hidung Lay yang hanya berjarak kurang setengah meter.

“kau!! Aku senang kau bukan gay.”

“Kai..”

Lay langsung menutup matanya, berjalan mundur mengikuti langkah Yuri yang berjalan maju. Lay menoleh kebelakang menatap Kai yang mengangkat kedua bahunya.

“Kai!! Kau akan!!”

“jangan bermesraan dengan yang lain didepan ku!!”

Kai tersenyum geli mendengar ucapan Yuri sambil berdiri meninggalkan mereka berdua.

~~~~~===_===~~~~~

 

Sebelum berangkat kerja Suho yang tidak melihat Kai pagi ini menyambutnya maka ia mencarinya ke kamar. Dilihatnya Kai sedang berbaring di ranjang masih tidur. Suho mendekat dan membangunkannya.

“neo gwenchana?”

“ne..”

“tapi wajah mu begitu pucat, harusnya kau tidak perlu latihan kemarin. Ayo ke rumah sakit!”

“tidak. Aku bosan disana, di rumah lebih baik sebentar lagi Kris hyung akan pulang menemani ku. Omma dan appa akan pulang sampai besok malam, kan?”

“ne. Kalau begitu hyung pergi dulu. Jangan lupa sarapan dan minum obatnya! Kalau butuh sesuatu telpon hyung, ok!”

Kai menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali tidur.

~~~~~===_===~~~~~

 

Seperti biasa Kyungsoo masuk begitu saja ke dalam rumah keluarga Kim begitu di beritau Kai sudah pulang dari rumah sakit. Biasanya Kai akan datang menyambutnya saat terdengar suara pintu yang terbuka. Tapi kali ini tidak ada yang menyambutnya. Takut terjadi sesuatu Kyungsoo segera berlari ke dapur. Kyungsoo mengelus dadanya lega begitu ditemukannya dapur kosong dengan barang-barang yang masih tertata rapih di tempatnya. Terakhir ia terlambat datang, Kai sedang mencoba merebus mie didalam air panas sepanci penuh.

“ah, mungkin dia masih tidur. Tumben,,”

Gumam Kyungsoo sambil meninggalkan dapur lalu menuju kamar Kai. Dilihatnya namja tinggi berkulit gelap yang sudah ia rawat setengah tahun belakangan ini masih tertidur pulas sambil memeluk gulingnya. Kyungsoo duduk dipinggir ranjang dan menepuk bahu namja itu.

“bangun jonginnie.. kau harus sarapan dan minum obat.”

Namja itu malah menggeliat diranjangnya, mengeryitkan dahi dan berbalik menghadap Kyungsoo. Mata yang super besar itu sengaja ia buka lebar-lebar dengan maksud menakuti Kai agar cepat bangun. Sama seperti biasa cara itu sukses membuat Kai kaget dan membelakkan matanya bulat. Sesekali ia mengucek matanya sambil memandangi Kyungsoo.

“Kyungsoo!!”

“makanya cepat bangun.”

~~~~~===_===~~~~~

 

Kris POV

Pernyataan dokter 4 hari lalu benar-benar membuat ku shock. Karena insiden pengeroyokan itu kepala Jongin yang sudah mengalami perkembangan yang baik kembali menurun. Seharusnya ia bisa bertahan setidaknya 1 setengah tahun seperti perkiraan sebelumnya. Tapi kehendak Tuhan memang tak bisa diduga-duga. Aku benar-benar menyesal tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Sudah waktunya makan malam tapi Kai tidak juga keluar. Akhirnya aku hanya makan berdua bersama Suho. Setelah makan ku putuskan melihat Kai ke kamarnya.

Ku buka pintu kamarnya, jadi dia masih tidur. Seharian ini dia hanya berdiam diri di kamar, tidur ia bahkan sarapan dan makan siang di kamar juga. Sebenarnya aku khawatir melihat lingkaran hitam dimatanya, tubuhnya juga terlihat begitu lemas, warna kulitnya yang gelap sekarang terlihat membiru. Aku sudah mengajaknya ke rumah sakit dan dia selalu menolak. Aku berbaring disebelahnya dan dia langsung berbalik menghadap ku.

“kau tidak lapar? Ayo makan!”

“hyung,, aku tidak lapar. Aku ingin tidur tapi tidak bisa.”

Ucapannya itu membuat ku semakin takut. Aku mohon jangan katakan apapun.

“mungkin makanan akan membantu.”

“hyung akan menjemput omma dan appa ke bandara?”

“iya sebentar lagi.”

“aku tak pernah melihat Woobin hyung kesini menjemput hyung seperti biasa. Hyung juga tidak main basket belakangan ini. Ada apa?”

“tidak ada apa-apa. Anak kecil tidak boleh tau urusan orang dewasa!”

“hyung aku sudah 18, eh,, 19 tahun. Itu berarti aku sudah sangat besar dan tua. Hyung bahkan belum menepati janji hyung akan menemani ku minum soju untuk pertama kalinya!”

“oh, ya? Kenapa kalau ku lihat-lihat kau masih kecil ya? Sekecil ini..”

Aku menunjukkan kelingking kanan ku padanya sambil tersenyum. Lalu Kai tertawa mendengar ucapan ku.

“hyung….”

Ia selalu terlihat lucu dengan gayanya saat kesal. Entahlah sebenarnya meskipun ia sudah kembali menjadi dongsaeng kesayangan ku. Ia sudah menjadi Kai kembali. Tapi tetap saja rasanya sama. Di mata ku dia masih terlihat seperti dongsaeng kecil ku yang selalu menyusahkan kan ku tapi itu selalu membuat ku senang dan gemas bersamaan. Aku ingin selalu berada disampingnya dan melindunginya. Meskipun sebenarnya ia yang justru melindungi ku.

“hyung, berjanjilah.”

“apa?”

“hyung akan selalu berteman dengan Woobin hyung.”

“wae?”

“karena Woobin hyung bahkan sudah menemani hyung lebih dulu dari pada aku dan Suho hyung.”

“apa itu begitu penting untuk mu?”

“tentu saja karena aku tidak mau hyung kesepian. Chingu bisa menjadi tempat untuk hyung dalam segala kondisi sama seperti yang aku lakukan pada Lay. Dia juga selalu membantu dalam segala hal. Aku juga ingin Woobin hyung melakukan hal yang sama untuk hyung. Jangan biarkan pihak lain menghancurkan persahabatan yang sudah kalian jalin dari kecil begitu saja.”

“baiklah. Aku janji..”

“hyung disini berisik sekali..”

Kai menunjuk hatinya. Aku tidak mengerti apa maksudnya.

“mereka terus memaksa ku untuk tidak menutup mata ku.”

“tidurlah. Nanti saat hyung pulang bersama omma dan appa hyung akan membangunkan mu.”

Kai menganggukkan kepalanya. Entah mengapa bibir ku mengucapkannya begitu saja, seakan-akan aku sudah tulus menerima apapun yang akan terjadi selanjutnya. Walau hati ku sebenarnya ingin menangis saat ini. Aku keluar dan mendapati Suho yang sedang berjalan membawa makanan ditangannya. Lalu aku menghentikannya menyuruhnya untuk menyimpan makanan itu.

“hyung pergi sekarang ke bandara. Jangan berisik ya! Jongin bilang ia ingin tidur. Nanti saja makannya.”

Aku berjalan meninggalkannya yang menatap ku aneh.

Kris POV end

~~~~~===_===~~~~~

 

Seminggu kemudian..

Kyungsoo memandangi sekeliling kamar Kai. Selalu ada suatu momen dalam setiap sudutnya. Memandanginya untuk beberapa waktu mengingatnyakannya kembali ke momen itu. Disudut paling kiri yang dekat dengan lemari ia pernah menemukan Jongin bersembunyi disana, dimeja belajar tempatnya mengerjakan pr dan Jongin diranjang menungguinya, dikolong tempat tidur Kai mencoba mengambil mainan yang disembunyikan. Kini Kyungsoo hanya bisa tertawa getir mengingat semuanya.

Semuanya masih sama ditempatnya. Barang-barangnya masih berantakan. Ini sudah hari ke-5 setelah Jongin tiada tapi belum ada yang merapikan kamarnya. Akhirnya Kyungsoo dengan senang hati membersihkannya. Saat merapikan barang-barang, Kyungsoo melihat sebuah tab terselip diantara baju-baju Jongin. Ia tidak tau kalau Jongin punya tab sebelumnya. Kyungsoo mendudukan dirinya di ranjang sambil membuka flip case berwarna merah tua itu.

“apa isinya?”

Iseng-iseng Kyungsoo membuka galeri dan menemukan beberapa rekaman video. Kyungsoo memutar beberapa video dari urutan tanggal pembuatan yang paling lama. Ternyata semuanya berisi Kai yang sedang merekam dirinya sendiri di kamar.

20 Agustus 2013

Hai… ini Jongin. Nama ku  Kim Jongin. hehe… hari ini Huang euisa memberikan ku hadiah untuk membantu kesembuhan ku. Aku bertanya pada Huang euisa tadi kenapa Kris hyung selalu marah pada ku? Euisa bilang aku menderita penyakit langkah yang bikin aku lupa kalau aku ini anak dewasa, suatu hari nanti aku akan ingat lagi tapi akan lupa masa-masa sekarang. Cara satu-satunya agar Kris hyung menyayangi ku lagi hanya dengan sembuh. Makanya Huang euisa menyuruh ku merekam setiap hal yang tidak ingin ku lupakan supaya aku bisa mengingatnya nanti. Hehe^^

 

15 Oktober 2013

Kris hyung masih marah sama Jongin sampai sekarang. Tapi sebentar lagi pasti tidak. Karena kata dokter Huang Jongin sudah mulai sembuh.. yeah!!

 

26 Januari 2014

Sekarang aku sudah ingat semuanya. Aku tau waktu ku sebentar lagi. Tadi Kyungsoo mengunjungi ku. Ku rasa ia benar-benar tidak tau kondisi kesehatan ku. Untungnya ada tab ini. Setidaknya aku mengenalnya. Entah kenapa aku malah bertindak seakan-akan aku masih menjadi Jonginnie didepannya. Apa itu salah? Keke^^

~~~~~===_===~~~~~

Kyungsoo menghela nafasnya panjang setelah melihat video itu.

“kenapa aku tak pernah menanyakan penyakitnya pada Suho sunbae selama ini. babo!! Kau babo Kyungsoo!!”

Ia rasa ia harus memberikan tab ini secepatnya pada Kris dan Suho, pasti ada banyak pesan untuk mereka. Saat Kyungsoo hendak mengexit folder video ia malah menemukan folder ‘Kyungsoo’ dengan cepat Kyungsoo membukanya dan menemukan 1 video.

22 Januari 2014

Sudah lama Jongin tidak merekam hehe^^. Waktu Jongin ulang tahun Kris hyung yang baik mengajak Jongin ke suatu tempat yang menyenangkan tapi setelah itu Suho dan Kris hyung bertengkar lagi. Mungkin semua memang salah Jongin jadi Jongin kabur tapi Jongin salah. Karena Jongin kabur Kris hyung dipukuli namja besar teman-teman namja yang menemukan Jongin di jalan waktu itu. Jongin tidak ingin Kris hyung dipukul jadi Jongin menghampiri Kris hyung dan semuanya tiba-tiba gelap. Setelah Jongin buka mata, Jongin sudah ada di rumah sakit. Tapi setelah kejadian itu Kris hyung berubah baik pada Jongin dan itu membuat Jongin sangat senang. Hari ini Jongin bertemu dengan Kyungsoo. Jongin sangat rindu Kyungsoo. Kami bermain bersama. Hari ini benar-benar melelahkan… tapi Jongin punya satu hal lagi yang ingin Jongin sampaikan pada Kyungsoo.

Kyungsoo-ya terima kasih sudah mau menjadi teman Jongin

Pasti mengesalkan berteman dengan orang yang lupa bahwa ia sudah dewasa

Tapi Kyungsoo tidak pernah menjauhi Jongin

Sekali lagi Jongin sayang sekali Kyungsoo

Terima kasih sudah mau menjadi teman Jongin

 

 

End.. ^^

 

Keke^^ akhirnya selesai juga. Sorry banget absurd ya.. haha!! Ini juga author udah hampir botak mau nulis apa lagi di part terakhir ini. Thanks… a…. Lot untuk yang ngikutin ff ini dari part 1-3. Aku rasa cerita ini tidak punya jalan cerita untuk diperpanjang lagi. Jadi ga ada sequel… sorry^^

Once more

Thanks A Lot…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s