My Giant Didi

PicsArt_1381540332076

Title                : My Giant didi

Author            : onfanllcouple

Main Cast       : Xi Luhan as Wu Luhan

Kris

Support Cast  : Huang Zi Tao, Byun Baekhyun, Kai

Genre              : brothership, friendship

Rating             : general

Length            : oneshot

Summary        : Kris hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa tentang tubuhnya yang lebih tinggi dan lebih besar dari gegenya.

Happy reading^^ Don’t forget leave your comment. I need it!

..

.

Kris sudah beberapa kali mencoba menutup matanya rapat-rapat dengan kedua tangannya. Kris terus mencoba berbagai cara, ia juga telah mencium pipi Ace, boneka kesayangannya berulang kali, juga sudah menghabiskan susunya.

  • Tapi tetap saja tidak bisa, matanya akan terbuka lagi dan lagi. Kris menyerah, bagaimanapun juga ia tidak bisa tidur. Ia tau cara terakhir agar ia bisa tidur. Kris pelan-pelan turun dari ranjang. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak ketahuan gegenya yang sedang duduk dimeja belajar sudut kanan kamarnya. Baru saat ia hendak membuka pintu, sebuah suara menghentikan langkahnya.

 

“Kris! Tidur!!”

Namja yang duduk di kursi itu memutar badannya, menghadap lurus didinya yang sedang tersenyum cengingiran.

“ehehe,,, Luhan ge, tidak belajar?”

Tanya Kris balik mengahlikan pembicaraan. Ia tau pasti ia sudah mengganggu gegenya. Padahal bukan ini rencananya tadi.

“cepat tidur!!”

“tapi mata Kris tidak mau tertutup dari tadi. Mungkin karena malam ini Despicable Me ditayangkan di tv ge, jadi Kris tidak bisa tidur memikirkannya. Kris harus menonton tv sekarang. Dadah gege..” ucap Kris tergesah-gesah hendak membuka pintu.

“Kris!!!”

Saat Luhan sudah menaikan nadanya, Kris hanya tidak bisa tidak menurut. Ia tau betul bagaimana kalau gegenya itu marah. Kris akhirnya kembali menaiki ranjangnya dan berusaha tidur. Melihatnya, Luhan meninggalkan pr nya sejenak beranjak dari tempatnya menuju ranjang Kris, didinya.

“ayo tutup mata mu! Besok kau harus sekolah. Kalau tidak tidur sekarang kau tidak akan bisa bangun besok.”

Luhan dengan sabar menepuki dada Kris pelan dan seirama.

“tapi ge, Kris bisa bangun kok. Kris akan bangun lebih cepat dari gege. Kris janji, asalkan Kris boleh nonton ya? Please… ”

“tidak!! Tidur!!”

Kris pasrah ia tidak pernah bisa melawan gegenya. Kris mempoudkan bibirnya lalu kembali mencoba menutup mata. Luhan sebenarnya tertawa kecil melihat tingkah didinya yang terpaut 5 tahun darinya itu sedang berusaha keras menutup matanya.

“begini saja, coba ceritakan bagaimana hari pertama mu di sekolah tadi?”

“aku?” Kris langsung berbalik menghadap Luhan dengan mata yang terbelalak lebar. Luhan mengangguk pelan.

“aku tadi,, belajar berkenalan oleh songsaengnim. Annyeong haseo. Naneun Kris ibnida, bangapseumnida.”

“hanya itu?”

“lalu,, songsaengnim bilang mulai sekarang Kris tidak boleh minta disuapin. Kris juga harus mandi sendiri.” Kris menundukkan kepalanya sejenak memikirkan ucapannya barusan.

“Berarti gege tidak akan memandikan Kris besok?”

“ya,, itu yang songsaengnim bilang kan.” Luhan menaikkan alis kananya.

“lalu,, lalu,, hoam…” Kris mulai menguap,

“lalu apa?” desak Luhan

“lalu,, hoam… Kris berkenalan dengan teman-teman.”

“siapa saja namanya?”

“ada,,, yang tinggi hoam,,, namanya Park,,, eh,,, hoam… yeol.. yeol gitu..”

“yeol apa?”

“ah,,, aku ingat Park Chanyeol.. hoam… mata ku perih ge,,” Kris menunjuk kedua matanya pada Luhan. Lalu pelan Luhan meniupnya.

“coba tutup mata mu pasti tidak akan perih lagi.”

“oh,, iya benar,,, Zzzz”

“akhirnya ia tidur juga..” gumam Luhan pelan, ia mencium kening Kris sebelum akhirnya ia melanjutkan prnya.

~~~~………………~~~~

Dae  Myung Hang International Elementary School.

Class 5A

Luhan baru saja sampai ke kelasnya dan baru saja duduk dibangkunya beberapa menit. Tao teman sebangkunya langsung mengajaknya bicara.

“Luhan, apa anak yang pulang bersama mu kemarin itu didi mu?”

“iya. Dia didi ku namanya Kris. Ada apa?”

“tidak, hanya saja ia tinggi sekali. Badannya lebih besar dari mu.”

Tiba-tiba datang seseorang dari belakang ruang kelas memotong pembicaraan mereka.

“oh,, jadi itu didi mu!!”

“memangnya Ada apa Lay?!” Tao menaikkan nadanya, ia tau anak bandel yang satu itu pasti mau membuat ulah dengan pertanyaanya.

“diam kau Tao! Aku bertanya pada Luhan!” Lay menurunkan tinjunya diatas meja Tao lalu melototti mata pandanya. Tapi Tao sama sekali tidak takut, ia malah balik menatap menusuk mata yang lebih sipit darinya itu. Tidak mau Terjadi keributan. Luhan segera mengangguk pada Lay.

“baguslah,, kalau begitu.” Lay menggosok kedua tangannya sambil meninggalkan bangu Luhan dan Tao. Ia berjalan menuju depan kelas.

“Teman-Teman Semua dengar Ya!! Luhan punya didi seorang RAKSASA!! HAHA!!! Masa didinya lebih tinggi dan lebih besar dari nya!! Haha!!!”

Lay langsung membuat sekelas heboh dengan ucapannya. Dari dulu memang Lay tak pernah menyukai Luhan. Karena Luhan lebih pintar darinya dan guru-guru juga jauh lebih memerhatikan Luhan daripada Lay si anak yang suka berulah dikelas.

Xiumin, Chen dan Suho yang berada dipojokkan berjalan mengelilingi bangku Luhan dan Tao.

“didi Luhan raksasa!! Didi Luhan raksasa!!” Suho dan Chen menyanyikan lagu ejekan untuk Luhan sambil bertepuk tangan.

“Ayo semuanya!!”  teriak Xiumin

“didi Luhan raksasa!!! Raksasa!!” akhirnya sekelas heboh ikut bernyanyi mengejek Luhan.

~~~~………………~~~~

Pulangnya Tao berjalan cepat berusaha menghampiri Luhan yang jalannya sudah lebih jauh didepan. Setelah sampai didepan gerbang Tao pikir Luhan akan segera menyebrang menuju Dae Myung Hang International Kinder Garden. Tapi Luhan hanya menunggu didepan gerbang sekolah. Tao tidak sengaja memperhatikan adeul berseragam tk yang ia lihat jalan bersama Luhan kemarin, sedang disebrang terus-menerus melambaikan tangan pada Luhan. Saat Tao memutar kepalanya melihat Luhan, namja itu malah cuek ditempatnya, Luhan juga sempat menatap sebal kearah adeul itu. Lalu Tao memperhatikan lagi adeul yang disebrang itu berhenti melambaikan tangannya. Akhirnya Tao putuskan untuk segera menghampiri Luhan.

“Luhan maafkan aku ya. Harusnya aku tidak bertanya pada mu tadi. Gara-gara aku kamu diejek sama teman-teman.” Tao menundukkan kepalanya.

“tidak apa-apa. Kau tidak salah.”

“lagi pula sebenarnya kau bisa menjelaskan pada teman-teman, kalau didi mu mengikuti daddy mu yang Canadian sedangkan kau seperti mama mu Chinese. Teman-teman pasti mengerti, diantara kita juga banyak yang warga negara asing, kita bahkan bukan keturunan Korea. Sekolah kita kan sekolah internasional.”

“tetap saja aku kesal! Aku tidak mau punya didi seperti Kris yang lebih tinggi dari ku!! Dia juga selalu menyusahkan ku. Aku benci Kris!!”

“tapi dia didi mu Luhan.”

“sudahlah Tao berhenti membelanya! Jangan ikut-ikutan terus!!”

Luhan melirik kesal Tao sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobil jemputannya yang baru sampai, meninggalkan Tao yang hanya bisa mengehembuskan nafas ke udara. Tao hanya bisa berdiam diri melihat adeul yang disebrang itu cemberut. Ia hanya tidak ingin dibilang ikut-ikutan lagi oleh Luhan. Jadi Tao langsung masuk kedalam mobil mamanya yang sudah menunggu dari tadi.

~~~~………………~~~~

Semenjak pulang sekolah, Luhan hanya mengurung diri di kamarnya. Padahal Jung ahjussi dan Seo ahjumma sudah mengetuk pintu kamarnya dari tadi. Ny. Wu juga sudah mencoba. Tapi Luhan tetap keras kepala ia lebih memilih tidur daripada terus mendengar suara ketukan pintu. Menjelang sore perutnya merasa lapar lalu Luhan putuskan untuk keluar menuju dapur.

“Luhannie sayang.”

Sapa Ny. Wu begitu melihat Luhan yang keluar dari kamarnya. Yeoja itu langsung merangkul anaknya dan berjongkok didepannya.

“kau tau dimana tempat Kris bermain? Jung ahjussi tidak menemukan Kris saat menjemputnya tadi. Mama juga sudah balik ke sekolah Kris bertanya pada songsaengnimnya tapi katanya Kris tidak ada. Kau tau dimana kira-kira didi mu sekarang, sayang?” tanya nyonya Wu lembut.

“maksud mama Kris belum pulang sampai sekarang? Tapi Luhan sudah menyuruh ahjussi untuk langsung menjemput Kris setelah mengantar Luhan pulang. Jadi Kris hilang ma?”

“jangan bilang begitu sayang. Mungkin Kris masih berada didekat sekolah. Mama tau anak mama tidak suka kabur begitu saja, mama juga berharap Kris tidak diculik meskipun itu dugaan Jung ahjussi. Daddy akan pulang cepat untuk mencari Kris. Jadi apa Luhan mau membantu mencari Kris? Tapi seperti nya Luhan sedang lelah. Luhan tinggal di rumah saja ya bersama Seo ahjumma.”

Ny. Wu mengelus lembut rambut adeulnya itu dan mencium keningnya. Lalu bangkit meninggalkan Luhan. Baru beberapa langkah mamanya berjalan, Luhan langsung berlari memeluk mamanya dan menangis.

“ini semua salah Luhan ma. Kalau Luhan tidak kesal pada Kris tadi. Kris pasti pulang bersama Luhan seperti kemarin. Luhan ga mau Kris hilang. Hiks.. hiks..”

“memangnya kenapa Luhan kesal pada Kris?”

“tadi teman-teman mengejek didi Luhan raksasa. Luhan kan malu,, punya didi kaya raksasa.. hiks.. hiks..”

“sudah,, sudahlah.. Kris pasti akan ketemu, sekarang Luhan makan dulu ya. Kata Seo ahjumma Luhan belum makan dari tadi siang. Maaf mama tidak bisa menemani Luhan makan, mama harus mencari Kris sekarang.”

“maafkan Luhan ma..”

“tidak apa-apa. Bukan salah Luhan kok,,”

~~~~………………~~~~

Luhan berlari sekuat tenaga menuju sebuah taman bermain yang jarak nya tak jauh dari sekolah. Matanya langsung mengelilingi tempat itu, dugaannya salah. Kris tidak ada disitu. Sudah satu hari berlalu dan Kris belum juga ditemukan. Ia duduk disalah satu ayunan, berharap Kris didinya baik-baik saja saat ini. Baru duduk beberapa menit tiba-tiba datang adeul tinggi berkulit gelap duduk diayunan berwarna hijau, disamping ayunan Luhan. Melihat adeul itu mengingatkan Luhan kembali pada Kris.

“hei,, kenapa kau tak bermain?”

“tidak. Kata hyung aku harus duduk diam disini menunggu nya.”

Melihat gaya adeul itu berbicara, Luhan pun menyadari sesuatu pada adeul itu. Meskipun Luhan tau adeul itu autis tapi Luhan terus mendekatinya, mengajaknya berbicara bahkan bermain bersamanya.

“Jonginnie!!”

Panggil seorang adeul yang baru datang dan langsung menghampiri adeul berkulit gelap tadi.

“hyung!”

Adeul tadi tersenyum menyambut orang yang baru datang itu.

“kau anak pintar pindahan dari Seoul itu kan?!”

Tanya Luhan pada adeul yang lebih tua itu.

“oh, kau mengenal ku.”

“iya nama mu Baekhyun kan. Kau baru memperkenalkan diri mu tadi pagi.”

“ah, aku ingat kau Luhan. Oh iya gomaweo sudah mau bermain dengan dongsaeng ku.”

“dia dongsaeng kandung mu?!”

“iya ini dongsaeng ku namanya Jongin.”

Luhan masih tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia memperhatikan Jongin baik-baik. tubuhnya lebih tinggi dan kulitnya gelap berbeda dengan Baekhyun yang lebih mungil dan berkulit putih. Belum lagi Baekhyun itu orang nya pintar tapi dongsaengnya kok autis? Pikir Luhan dalam hatinya.

“apa kau tidak malu memperkenalkan dongsaeng mu pada ku? Kau tidak takut aku akan mengejek mu besok?”

“mengapa aku harus malu? Itu tidak akan mengubah kenyataan yang ada. Selamanya Jongin tetaplah dongsaeng ku. Aku sayang Jongin.”

Baekhyun merangkul Jongin dan tersenyum padanya. Luhan kini benar-benar sadar apa yang dilakukannya itu salah. Lagipula benar yang dikatakan Tao. Sebenarnya hanya sederhana, ia cukup memberikan sedikit pengertian pada teman-temannya dan semua akan selesai.

“aku bahkan pindah kesini demi Jongin. Karena hanya Dae Myung Hang International Kinder Garden yang mau menerima Jongin meskipun ia penderita syndrome Asperger. Aku tau setiap orang memiliki kriterianya sendiri untuk menilai buruk tidaknya suatu hal. Tapi kalau kau bisa menganggap kelemahan nya sebagai kelebihan nya maka kau akan menyadari sebenarnya dia adalah hadiah istimewa yang Tuhan berikan sebagai pelengkap hidup mu.”

Luhan hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia benar-benar menyesali perbuatannya. Padahal kalau dipikir-pikir, dulu ia sendiri yang merengek minta didi pada mamanya. Tapi kenapa sekarang ia membenci didinya hanya karena orang lain yang tak mengerti apa-apa. Sekarang Luhan benar-benar takut kalau-kalau Tuhan menyesal telah memberikan Kris untuk nya.

“jadi kau sering bermain disini Luhan?”

“beberapa kali. 2 hari lalu aku mengajak didi ku kesini. Tapi dia hilang sejak kemarin. Aku sudah mencarinya tapi tak ketemu juga. Aku pikir dia menunggu ku disini.”

“disini?” Baekhyun menaikkan alisnya. “apa didi mu badannya lebih besar dan lebih tinggi dari mu?”

“iya.”

“kemarin akau menemukannya duduk sendirian disini. Kebetulan rumah baru ku didekat sini jadi ku bawa dia pulang.”

~~~~………………~~~~

Begitu melihat Kris, Luhan langsung berlari memeluk Kris setelah itu berjongkok dihadapan didinya itu, memeriksa apa ada sesuatu yang kurang darinya. Kris juga tak kalah senang, ia langsung mengalungkan tangannya dileher gegenya itu.

“Kris, kau kemana saja?”

“kata gege kalau gege kesal tak mau melihat Kris itu berarti Kris harus bersembunyi supaya gege mencari Kris dan mau melihat Kris lagi. Tapi kata Jongin. Kalau gege tidak mau ketemu Kris. Berarti Kris sudah melakukan kesalahan pada gege. Kalau begitu Kris minta maaf, lain kali Kris pasti langsung tidur, tidak akan mohon-mohon untuk nonton tv lagi.” Kris tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.

“tidak. Gege tidak marah pada Kris. Mulai sekarang jangan sembunyi tanpa ijin gege ya! Luhan ge sayang Kris.”

Luhan kembali memeluk didinya itu erat.

“Kris juga sayang Luhan ge.”

-end-

Sorry kalau sulit dimengerti. Maklum author masih aja salah nulis sampai sekarang. Banyak typhonya juga. hehe..^^. Ide cerita yang absurd,,, ya.. thanks for reading^.^

4 pemikiran pada “My Giant Didi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s