can you part 2

ff.poster

Can You Part II

Title: Can You Part II

Author: jjongwoocouple

Cast: Kai, jung eun woo, byun baekhyun, han eun in, chanyeol, D.O, Suho.

Genre: friendship,romance.

Rating: G-13

~Author P.O.V~

Seorang yeoja yang memakai tas ungu itu terlihat sedang merangkul manja lengan seorang namja yang memakai tas hitam simpul. Mereka berdua sama-sama berjalan ke arah parkiran motor sekolah. Setelah sampai pada motor si namja, sang yeoja pun melepas rangkulan nya dari lengan si namja. Sang namja pun mengeluarkan kunci motor nya dari tas nya, mengeluarkan motornya dari barisan motor yang sedang terparkir, menaiki nya lalu menyalakan motor nya. Sang yeoja tersenyum lalu dengan cantik nya naik ke motor sang namja. Setelah naik, ia langsung memeluk erat perut sang namja tanpa disuruh oleh sang namja. Sang namja tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu. Lalu ia mulai melajukan motor nya keluar dari sekolah.

Mereka berdua sudah pergi, lalu dua namja yang saling berjauhan yang dari tadi melihat namja dan yeoja yang baru saja pergi itu pun keluar dari persembunyian nya.

Satu namja hanya tersenyum simpul melihat yeoja yang dia sukai itu dalam keadaan aman. Sedangkan seorang namja yang lain sedang bersedih melihat yeoja yang dia sukai telah memiliki namja chinggu.

Keduanya hanya bisa pasrah melihatnya. Kemudian mereka sama-sama berbalik dan memutuskan untuk pulang.

Ntah apa yang akan terjadi besok, mungkin akan ada kejutan yang terjadi pada mereka berdua. Ntah itu kejutan yang menyenangkan atau mungkin juga yang menyakitkan. Mereka tak tau, melanjutkan hidup hanya itu yang ada di pikiran mereka saat ini.

_Di Sisi Lain_

Park Chanyeol dan Han Eun In sedang duduk berdua di ruang tengah keluarga Han. Seperti biasanya, rumah ini memang selalu sepi. Tapi tidak kalau ada chanyeol. Eun in dan chanyeol asik tertawa ria, menonton acara olahraga air adalah kesukaan mereka berdua. Chanyeol akan selalu setia menemani eun in untuk menonton acara ini. Jadi setiap ada olahraga air, maka rumah keluarga Han akan berisik hanya oleh dua orang.

~Han Eun In P.O.V~

Hari ini adalah minggu kedua dari bulan januari. Juga minggu pertama masuk ke kelas 12. Seperti biasa, setiap minggu kedua di setiap bulan chanyeol dan aku akan menonton acara olahraga air di rumah ku. Karna kalau kami menonton di rumah chanyeol, kakak lelaki chanyeol akan merasa terganggu. Jika kami sudah menonton suatu acara, maka kami tidak akan berhenti tertawa. Mungkin jeda 2-10 detik di perlukan.

“hahaha,, padahal tinggal sedikit lagi dia berhasil melakukan nya. Apa air selicin itu yah ?? Haha… ” aku terawa sambil berteriak pada chanyeol. Dia juga ikut tertawa dengan ku.

“itu karna permainan nya juga sulit eun in-ah.. Kau pikir itu mudah apa ?? Kau juga akan terjatuh jika berada di situ.” ucap chayeol sambil mengacak rambutku.

“mwo ?? Anyio !! Aku tidak akan terjatuh jika aku berada di situ.. Itu sih mudah sekali.” ucapku membanggakan diri.

“ck,, kau pikir kau bisa apa ??” ejek chanyeol. Emang sekali dia mengejek ku seperti itu. Tidak ku biarkan.

“aku bisa seeeemmmmuuuuuaaaa nya.. Kalau aku masuk 3 besar tengah semester ini. Aku akan mengajak mu pergi ke tempat itu. Bagaimana ??” tantang ku.

“ayu.. Siapa takut ?? ” (ayu : aduh.. Kenapa gw di bawa-bawa yeol ?? Chanyeol : bukan gw.. Author tuh.. #nunjuk-author Author : bukan gw yu,, jelas-jelas chayeol yang ngomong kaya gitu.. Weee.. #mehrong-ke-chanyeol Chanyeol : hiks author jahat !!!#nangis-kepojokan)

“geudae,, ku doakan kau masuk 3 besar…” lanjut chanyeol lagi.

“hehe.. Gomawo..” aku malah cengengesan lalu lari kekamar.

“ya !! Han Eun In !!!! Awas kau yah !!!” teriak chanyeol mengejarku.

Akhirnya, kami malah kejar-kejaran. ‘Sedikit lagi eun in-ah,, pintu kamar mu sudah terlihat..’ batin ku menyemangati diriku sendiri. Dan,, hap..

Aku berhasil menggenggam gagang pintu kamar ku. Tapi………..

Gggrrrr,,,gggrrrrr….

Noona neomu yeppo..

Micheom..

Replay,, Replay,, Replay..

Dub,,Dub,,Ah..

Aish,, handphone ku berbunyi. Yah,, SHINee – Replay Remix. Tanda ada yang menelefon. Chanyeol pun berlari mendekat ke arah ku, lalu menatap ku.

“angkat lah,, tunggu apa lagi..” ucap chanyeol. Baiklah..

Aku pun mengeluarkan handphone ku dari saku. Dan ternyata dari nomor tak di kenal.

“yoboseo..” ucap ku.

“loudspeaker..” bisik chanyeol. Aku pun menekan tombol loudspeaker.

“annyeong eun in-ah,, mianhae mengganggu mu..”

“ah,, suho-ssi. Ne gwenchana. Wae geuraeyo ??”

Kulirik sebentar chanyeol, dia seperti lega sekali karna yang menelfon ku suho-ssi. Ada apa dengan nya.

“eum,, kau tau kan. Lee seongsaengnim meminta kelas kita untuk membuat kelompok. Aku mau mengajakmu sekelompok dengan ku. Bagaimana ??”

“ah,, aku iya – iya saja. Mohon kerjasama nya suho-ssi.”

“ah,, ne gwenchanayo. Ah,,kau panggil aku suho saja. Oh iya,, kau juga bisa ajak chanyeol. Ku lihat kalian dekat sekali. Apa kalian berpacaran ?? Tapi kalian kurang dekat jika di katakan berpacaran.”

“ah,, ne,,ne.. Aku akan ajak chanyeol. Tapi kami tidak berpacaran kok.. Hanya dekat saja.”

“ah,, keureom kau ajak baekhyun juga yah.. Aku belum terlalu dekat dengan nya.”

“wah,, benar juga. Keurae,,jadi kita pas 4 orang.”

“baiklah itu bagus. Tapi,, eun in-ah ,, apa kau tak masalah yeoja sendiri ??”

“anyio,, jinjja anyio.. Aku bahkan tidak memikirkan hal itu sama sekali tadi. Aku justru berterima kasih.”

“haha..keurae. Annyeong eun in-ah..”

“eum,, annyeong..”

Setelah menutup telefon, aku pun melirik keadaan chanyeol. Ada apa dengan nya sih ?

“eun in-ah,, suho bilang aku dan baekhyun ikut dengan mu….” ucap chayeol bahagia sampai menyipitkan matanya.

“aish,, kau kenapa chayeol-ah.. Bukan kah sejak kecil kita sudah sering sekelompok kenapa kau sebahagia itu..” jawab ku marah. Dia tiba-tiba memuka mata nya lebar-lebar dan berhenti tersenyum.

“ah,, anyio.. Maksudku,, aku senang karna…… Karna……. Eum,,, maksudku … Ah !!! Aku senang karna bisa sekelompok dengan baekyun… Ya,, baekhyun.. Hehe… ” jawab nya malu-malu.

“ah,,, begitu.. Keurae,, kau beri tau chanyeol kalau begitu. Ok,,”

“ne….”

_Di Sisi Lain_

~Kai P.O.V~

Aku dan eun woo sedang di motor sekarang. Aneh,, kali ini dia memeluk ku erat sekali. Ah,, madta. Jika dia sudah seperti ini, arti nya ada sesuatu. Ah,, keurae, akan kupercepat sampai rumah eun woo. Mungkin, hari ini aku akan menginap.

_In Eun Woo Home_

Motor ku berhenti beberapa langkah dari pintu pagar rumah eun woo. Eun woo pun turun perlahan dari motorku. Tersenyum ke arah ku lalu berbalik berjalan memasuki rumah nya. Dan,, Bang !! Benar dugaan ku. Baru 3 langkah berjalan, eun woo berbalik dan datang kearah ku.

“oppa,,,”

“eum,, wae geurae ??”

“maukah kau menemani ku hari ini ?? Hari ini saja… Jebal..”

“keurae,, keurae.. Tapi aku pulang dulu ke rumah ne,, ganti baju dan menyimpan motor lalu kembali ke sini.. ” aku sudah hendak pergi, tapi saat mau menyalakan motor, eun woo menahan tangan ku.

“wae ?? Kau mau ikut ??” canda ku. Dia tak mungkin ikut.

“eum,,” jawab nya sambil mengangguk yakin.

Tapi,, ternyata salah, dia malah menggangguk yakin. Ya ampun.

“keudae,, kajja. Ayo naik..”

Dengan semangat eun woo naik lagi ke motor ku. Baiklah,, memang sedang ada sesuatu ternyata.

_Skip Time_

~Author P.O.V~

Eun woo dengan setia menunggu kai menganti pakaian nya di ruang tamu. Kedua orang tua kai sedang pergi menjengguk halmoni mereka, jadi dia sendiri. 3 menit kemudian kai keluar dengan pakaian rumahnya.

“kajja..” ucap kai menarik tangan eun woo dan membawanya keluar rumah.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan kaki kerumah eun woo. Untuk kesekian kali nya mereka lagi-lagi terlihat seperti sepasang kekasih. Eun woo menyenderkan kepala nya ke lengan kai yang lebih tinggi dari nya, lalu kai menyenderkan kepalanya di atas kepala eun woo. Kali ini keduanya saling bergandengan. Saling senang satu sama lain. Merasa hangat satu sama lain. Sampai untuk semtara eun woo melupakan sebuah kotak unggu yang tadi nya ia akan ceritakan pada kai.

Sementara itu, tidak jauh dari jarak mereka saat ini, seorang namja sedang menyesal untuk kesekian kalinya.

“sedekat itukah mereka ?? Apa persahabatan bisa sedekat itu ?? Ah,, tentu saja tidak. Apa yang kau pikirkan !! Mereka itu berpacaran.. Sadarlah dan berhenti menguntitnya !!!” ucap namja itu memaki diri nya sendiri. Sampai akhirnya tiba-tiba handphone nya berbunyi.

“yeobose,,,,,,”

“baekhyun-a !!!!! Kau mau masuk kelompok lee seongsangnim dengan kami tidak ??”

“ah,,, chanyeol-ah,, bisa kah kau biarkan aku menyelesaikan salamku dulu.. ”

“ah,, geudae…”

“yeoboseo…”

“yeoboseo baekhyun-a,, apa kau mau masuk kelompok lee seongsaengnim bersama ku ??”

“ah,, geudae..”

“besok pagi kumpul ke kantin ne,,”

“ne…”

Namja yang bernama baekhyun itu pun memutuskan sambungan telfon nya. Dia lalu melihat kedepan dan tanpa ia sadari ia sudah kehilangan jejak eun woo dan kai.

“aigoo.. Babo-ya…” ucap nya sendiri.

Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah nya dan beristirahat. Sakit, benar-benar sakit rasanya melihat yeoja yang ia sukai berjalan dengan namja lain.

“andaikan namja itu aku…….. Aish,,, baekhyun-ah.. Apa yang kau pikirkan.. Kau pikir kau adalah namja yang terbaik ?? Kau tak lihat seberapa bahagia nya yeoja itu dengan namja itu. Yeoja itu belum tentu bahagia bersama mu tau… ” maki baekhyun lagi, sambil berjalan menundukan kepalanya.

_Next Day_

~Baekhyun P.O.V~

Aku berjalan ke kelas, dan yah.. Aku harus melewati kelas XII-B. Dan ini adalah waktunya. Aku berjalan di depan kelas XII-B dan,,

‘ah,,,lagi – lagi mereka memuat skinship…’ pikirku.

‘ya !! Apa yang kau pikirkan baekhyun-ah.. Mereka itukan berpacaran.. Aish..’

Untuk kesekian kalinya yang aku rasa hanyalah penyesalan dan penyesalan. Yah,, mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi.

Aku pun melanjutkan langkah ku menuju kelas. Begitu masuk chanyeol datang merangkulku dan membawa ku meja kami.

“waegeurae ??” tanya ku.

“anyio…. Aku senang kau sudah datang. Oh iya,, kita nanti kumpul di kantin yah…” ajak chanyeol.

“mwo ?? Kita ??” tanya ku.

“iya,, aku, kau, eun in dan suho…”

“ah,, suho. Dia itu pintar yah..”

“eum,, sepertinya begitu. Tapi dia tidak sepintar kau dan eun in tentunya..”

“aigoo … Kau mau memujiku atau eun in ??”

“hey,, aku memuji kalian berdua..”

Chanyeol terus mengoceh sampai akhirnya lee seongsaengnim masuk ke kelas dan mulai mengoceh…

_Skip Time-In Kantin_

Baiklah, kami di kantin saat ini. Dan lagi – lagi yeoja yang kusukai itu duduk di meja yang besebrangan dengan ku. Tanpa sadar aku terus memperhatikan nya. Dan kalian tau, namja itu berada tepat di sebelahnya. Mereka benar – benar selalu berdua yah.. Hei,, ada satu namja mendekati meja mereka. Aku iri juga dengan dia. Setidaknya dia bisa berteman dengan yeoja itu.

“Jung Eun Woo,, Kai-ah.. Kalian tidak mengajak ku makan ??” ucap namja yang baru saja datang itu. Oh,, Jung Eun Woo namanya. Wah,, dan… Mwo ?? Kai ?? Itu nama yang cukup aneh..

“ah,, D.O oppa,, mianhae…” hey,, bahkan eun woo memangilnya oppa !! Aigoo… Sedekat itu kah mereka.

Heum,, ntah kenapa aku tak bisa mengalihkan pandangan ku sampai…

“Ya !!! BAEKHYUN-AH !!!!!” teriak eun in.

“mwo eun in-ah.. Kau berisik sekali..”

“kau itu melihat apa dari tadi hah ??”

“ah.. Mianhae..” jawabku lemas. Mau bagaimana lagi. Kenapa musti ketauan sih.

“ah,, baekhyun-ah.. Kenapa kau melihat ke arah kai dan eun woo terus dari tadi ??” tanya suho.

“anyi.. Eobseo..” ah,, kenapa kau berbohong baekhyun-ah…

“ah,, suho-a.. Kau kenal mereka ??” tanya chanyeol antusias. Apa yang dia pikirkan yah..

“tentu saja. Aku kai dan eun woo kan satu sekolah dari SD ampe sekarang. Tapi kalo D.O aku ga terlalu kenal.” jawab suho. Apa suho tau kalau mereka berpacaran ??

“suho-a mianhae,,, ha,, hajiman.. Apa ,, eun woo itu pacarnya kai ??” aigoo baekhyun-ah babo-ya.. Kenapa kau bertanya seperti itu !!

“eum,, apa mereka itu berpacaran ??” tanya chanyeol sama antusiasnya.

“ne ?? Anyio.. Kai itu bukan pacarnya.” jawab suho enteng.

“MWO !!!!!” teriak ku, chanyeol dan bahkan juga eun in.

“mwoya.. Kenapa kalian kaget seperti itu ??” tanya suho.

_Baekhyun P.O.V_

“jadi,, eun woo itu bukan pacar kai ??” tanya chanyeol.

“eum,, mereka itu berteman sudah dari kecil. Pertama kali mereka bertemu itu saat kai berumur 4 tahun dan eun woo 2 tahun. Ya jadi.. Mereka kedekatan nya,, yah.. Tanda kutip gitu loh.. ” ucap suho sambil mengacungkan kedua telunjuk dan jari tengah nya.

“ah,, jadi eun woo itu 2 tahun lebih muda dari kita yah..” tanya eun in.

“eum.. Itu sebabnya dia tak pernah masuk kelas unggulan. Dia sudah bisa mengikuti pelajaran kita juga itu sudah baik.” jawab suho lagi. Hey,, suho seperti nya tau banyak tentang eun woo.

“eum.. Suho-ah.. Keureom.. Namja itu siapa ??” tanya ku menunjuk namja yang baru datang tadi ke meja eun woo dan kai. Suho pun melihat kearah yang kutunjuk lalu mengangkat kedua bahunya.

“molla,, yang aku tau dia bukan dari seoul dan dia juga teman dekat kai.” jawab suho lagi.

“ah,, suho-ah.. Kenapa kau tau banyak tentang eun woo itu ?? Apa kau.. Seolma !!” teriak chanyeol. Aduh,, dia memalukan sekali.. Tapi,, benar juga yah.. Seolma !!

“mwo ?? Anyio.. Aku kai dan eun woo adalah teman satu kelas waktu Smp Kami cukup dekat. Awalnya aku juga mengira eun woo itu pacarnya kai.”

“wuah,, mereka benar-benar hebat dalam membuat skinship..” ucap eun in. Hey,, apa dia kecewa. Nada nya seperti itu.

“wae eun in-ah.. Aku selalu mencoba membuat skinship dengan mu.. Apa kau tidak menyadarinya.. ” tanya chanyeol sambil menggenggam tangan eun in. Aigoo,, chanyeol lagi – lagi membuatku malu.

“mwo ?? AKU KAN SUDAH BILANG !! BAHWA AKU AKAN MELAKUKAN NYA DENGAN NAMJA YANG AKU SUKAI !!” bentak eun in dengan sisi kenamjaan (?) nya. Sedangkan aku dan suho hanya tertawa melihatnya.

“aish.. Aku kan bercanda. Kenapa kau anggap serius ??” umpat chanyeol.

“sudah-sudah.. Cepat habiskan makanan kalian. Sebentar lagi masuk.” ucap suho. Huah,, dia mempunyai sifat yang berpemimpinan sekali. Akhirnya kami semua memakan makanan kami sambil mendengar lelucon-lelucon kecil chanyeol. Huah,, jujur saja aku sangat kenyang dan terhibur.

Mereka bertiga sudah pergi kekelas. Sedangkan aku tetap di kantin. Entahlah, tapi rasa nya senang sekali tau bahwa eun woo itu bukanlah yeoja chinggu nya kai. Huah,, keurae.. aku akan mencoba mendekati mu. Ehm,, tapi suho banyak tau tentang eun woo. Eum,, sebaiknya dekati dulu suho lalu kai lalu eun woo. Semoga Tuhan memberkati ku kali ini.

“Ah,, aku harus ke kelas. ” ucap ku malas. Aku melihat saku baju ku, berniat untuk mengambil uang untuk membayar makananan. Tapi, lagi-lagi senyum ku merekah. Benar, bahwa Tuhan punya rencana. Aku akhirnya mengeluarkan benda yang ada di saku baju ku. Menggenggam nya erat dan tak berhenti tersenyum.

“ah,, aigoo.. aku akan memberi kan benda ini pada mu. Jadi, 차가만 기달여..”

Aku akhirnya pergi dari kantin, setelah sebelumnya membayar makanan yang ku makan.

“ah,, hari ini menyenangkan sekali.. kenapa aku tak bisa berhenti tersenyum yah,, ah…”

Tiba-tiba langkah ku terhenti. Pikiranku kembali melayang mengingat kejadian itu. Dimana pertemuan ku bersama eun woo. Aku masih terdiam membeku beberapa saat di tempat sampai akhirnya bunyi bell yang keras menyadarkan ku dan seketika aku berlari ke kelas.

_Author P.O.V_

Eun woo berlari ke arah toilet yeoja. Dengan tergesah-gesa dia terus berlari karna takut terlambat masuk ke kelas setelah bell istirahat. Tapi, langkah nya tiba-tiba berhenti, lalu menatap ke bawah—lebih tepatnya lantai—dimana pertama kali pertemuan nya dengan baekhyun. Eun woo jadi melupakan tujuan utamanya. Dia ingat bahwa dia juga pada saat itu sedang kebelet sambil berlari dan akhirnya menabrak baekhyun. Eun woo pun tertawa kecil mengingat hari itu. Karna pada saat itu dia malah kembali ke kelas dan meminta kai menemaninya sampai ke depan pintu toilet. Eun woo akhirnya tersadar dari lamunan nya saat dia mendengar suara langkah kaki dari balik tembok. Dia pun bersembunyi di balik tembok yang lain. Duduk berjongkok sambil memeluk kedua kaki nya dan menyembunyikan kepalanya. Dahi eun woo tiba-tiba menyirit. Karna tiba-tiba langkah kaki yang dia dengar tadi menghilang.

‘Apa orang itu sudah pergi ??’ Batin eun woo, yang akhrinya memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya lalu mengintip sedikit. 3 detik dia meningtip lalu kembali pada posisi nya. Terlalu kaget dengan apa yang ia lihat. Seorang baekhyun sedang diam berdiri sambil menatap tempat pertemuan pertama eun woo dan dirinya. Terus seperti itu sampai akhirnya bell berbunyi. Eun woo pun langsung menyembunyikan kepalanya saat baekhyun berlari melewatinya. Setelah suara langkah baekhyun terdengar menjauh, eun woo mengangkat kepala lalu bernafas lega. Tangan kirinya memeganggi dadanya lalu tangan kanannya ia taruh di lantai untuk menahan berat badannya.

“huh,,,huuuuu,,hhhuuuu…” eun woo mencoba untuk menstabilkan nafasnya. Dekat jatungnya berdetak dengan sangat kencang. ‘Apa aku gugup ??’ Batin eun woo lalu mengangkat kedua tangan nya dan melihat ketelapak tangannya. Dan benar saja,, tangannya basah. Bahkan basah sekali.

“Aigoo,,, ada apa denganku ?? Apa aku menyukainya ?? Tapi kami baru 2kali bertemu.. bertatapan langsung hanya sekali. Kenapa aku begitu gugup melihatnya ?? Ah,어토개??Babo-ya..” ucap eun woo sambil memukuli kepalanya sendiri dan menutup mata nya. Mungkin dia takkan berhenti sampai seseorang akhirnya menyadarkan nya.

“Jung Eun Woo !!” Ucap seorang namja sambil memegang pundak eun woo.

“Eomma !!!” Balas eun woo kaget seraya membalikan badannya. “Aish,, oppa !!! Neon jinjja !!! Sedang apa disini ?? Apa oppa dari tadi ada di belakangku ??” Ucap eun woo kesal setelah mengetahui siapa yang mengagetkan nya.

“Ya !!! Harus nya aku yang bertanya.. sedang apa kau disini ?? Bersembunyi ?? Sembunyi dari siapa ??” Namja itu pun melihat kesekelilingnya. Tapi nihil, tak ada orang sama sekali. “Bell sudah berbunyi.. harusnya kau masuk kelas ..” ucap namja itu lagi pada eun woo.

“Ne,,ne.. tadinya aku mau ke toilet,, tapi…. ah,, lupakan.. oppa sedang apa di sini ??” Tanya eun woo kesal.

“Aku abis dari toilet,, eh.. ketemu kamu disini.. udah sana balik ke kelas.. ” suruh namja itu seraya berdiri lalu eun woo pun mengikutinya berdiri.

“Tapi oppa,, hehe.. aku belum sempat ke toilet…” ucap eun woo malu-malu. Baru menyadari bahwa diri nya kebelet. ‘Ini semua karna namja itu… aku jadi lupa segalanya.. udah gitu dia bikin tangan aku basah lagi.. ih,, nyebelin..’ batin eun woo.

“Kalo gitu,, ya kamu cepetan ke toilet..” jawab namja itu.. eun woo memengangi tangan nya lalu tertawa kecil..

“Hehe,, oppa.. temenenin.. ampe pintu depan ajah.. 제발…” ucap eun woo memohon..

“Keurae,, keurae.. kajja..”

“Gomawo oppa.. ”

“Ne….”

Yah,,, namja itu.. namja itu telah menyelamatkan eun woo lagi.. dan lagi.. hanya saja,, sayang sekali. Namja itu tak pernah berani mendekati eun woo dan menyatakan perasaannya. Dan eun woo sendiri yang tidak pernah melihat ke arah nya…

——————————-

_Still Author P.O.V_

Eun woo dengan ragu mulai memberanikan diri untuk membuka pintu kelasnya. Dan,, Bang !!! Ternyata guru belum masukke kelas nya.

‘Syukurlah …” batin eun woo lagi lalu segera berlari ke tempat duduknya.

“Ya !! Dari mana saja ?? Oppa kawatir tau..” Ucap kai setelah eun woo sudah duduk manis di bangku sebelahnya.

“Kalau gitu kenapa ga nyamperin aku tadi !!” Ucap eun woo dengan kesal.

“Aku tadi udah mau nyamperin.. Eh,, kamu keburu dateng. Ya udah lah, tapi tadi kenapa kamu lama banget ??” Tanya kai lagi.

“Tadi aku ga sengaja ketemu namja itu,,, Itu loh,, yang ketabrak ma aku pas ke toilet kemarin. Eh,,, trus aku malah sembunyi.. Hehe..” Jawab eun woo.

“Ketemu dia kok malah sembunyi ? Harus nya kamu itu tanyain nama nya, Rumah nya dimana, Minta nomor ponselnya..” Ucap kai.

“Mwo ?? Kenapa aku harus melakukan semua itu ??”

“Gotjimal Jung Eun Woo… Kau pikir aku jadi Oppa mu baru kemaren hah !!! Aku tau kau menyukainya..”

“Ne ?? Naega ?? Keu namja,, Coahaeyeo ?? Ah,, Jinjja..” Ucap eun woo tak percaya dengan perkaatan kai.

“Ne,, Aku pikir, tidak tidak terlalu buruk.. Kau menyukainya Eun Woo-ah.. Kau mau aku bantu ??” Goda kai.

“Ne ?? Bantu ?? Bantu apa ???”

“YA !! JUNG EUN WOO !!! IHZ,,, KAU INI.. KAU MAU KU BANTU AGAR KAU JADIAN DENGANNYA TIDAK ?” Ucap kai terbawa emosi. Sedangkan eun woo hanya diam dengan apa yang dimaksud oleh kai.

“Oppa,, kenapa kau begitu yakin ?? Aku saja masih tak yakin dengan perasaan ku ini.” Jawab eun woo lesuh lalu melipat tangannya di atas meja dan menaruh kepala di atas tangan nya sambil menatap kai. Kai lalu melakukan hal yang sama seperti eun woo dan menatap nya lekat-lekat.

“Cinta itu butuh tahap. Kau mungkin belum menyadarinya. Tapi, oppa selalu memperhatikanmu. Kau pikir aku tak tau kau diam-diam memperhatikannya ?? Aku selalu mengetahui perkembangan mu. Tangan mu basah jika melihat nya. Itu artinya detak jantumu tak beraturan. Apa lagi kalau bukan kau menyukainya ???” Jelas kai panjang lebar. Sedangkan eun woo dengan setia nya mendengarkan kai dan memanyunkan bibirnya.

•••••••••••••••••TBC•••••••••••••••••••

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s