i go, you go

Judul : I go you go

Author : Onfanllcouple

Genre : romance, sad ending

Rating : g

Length : oneshot

Main cast : Lee Taemin, Kim Kiji

Support cast : Kim Kibum, Kris, Jong In

Author pov

Pagi yang cerah, di sebuah bukit nan hijau. Seorang yeoja imut dan cukup tinggi, ia berjalan gembira menyusuri bunga-bunga indah bermekaran. Melempar senyum cerahnya pada namja yang berjalan disebelahnya. Saat ini sang namja sedang menggenggam tangannya kuat. Namja itu merundukkan kepalanya ke kiri sampai berhasil menyentuh kepala si yeoja, lalu menggosokkannya sambil tertawa kecil. Si yeoja menatap namjanya tersenyum lalu tertawa gembira. Lalu mereka berjalan kembali.

“Oh !!! Disana ! ” kata si namja sambil menunjuk suatu tenda yang cukup jauh dari tempat mereka sekarang.

“Ehm… Ne oppa,,, gureom palli kajja ! ” si yeoja tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, melepas genggamannya lalu berlari meninggalkan si namja yang hanya tertawa melihatnya.

“Bbukk ! ”

Yeoja yang mempimpin jalan didepan terjatuh. Namja yang disampingnya tadi segera berlari menuju yeojanya. Orang yang ditabraknya itu menyodorkan tangannya membantu si gadis untuk berdiri kembali.

“Happ… ”

Si gadis bangkit berdiri,

“Goma…”

Kata-kata yeoja itu terhenti begitu dilihatnya orang yang didepannya saat ini. Dia seorang namja yang tak asing baginya. Bahkan saat ini yeoja itu memakai sweeter dengan hijau bercampur kuning yang sama dengan namja itu. Sweeter itu lebih tampak seperti sweeter couple tepatnya. Yeoja itu tersenyum lembut pada namja itu. Sang namja membalas tersenyum bahagia, mungkin sudah lama ia tidak melihat yeoja itu tersenyum seperti itu lagi padanya. Sepertinya mereka sudah sering bertemu sebelumnya. Untuk sejenak mereka cukup menikmati momen tersebut.

Tepat saat si namja gadis itu menghampiri yeoja imut itu, seorang yeoja juga menghampiri namja yang bertabrakan yeoja itu.

“Neo gwenchana ? ” tanya si namja yang baru berlari itu panik

“Neo eodi gga ?! ” tanya yeoja yang baru datang

Yeoja imut itu melempar senyum pada namjanya, menggenggam tangan namja itu kuat. Lalu mengajaknya berlari melanjutkan perjalanannya tadi. Tidak lupa sebelum ia pergi, ia tersenyum dulu pada orang yang membantunya tadi. Namja yang menolong yeoja imut tadi masih membeku di tempatnya, tidak menjawab perkataan yeoja yang dari tadi sibuk bertanya kepadanya. “Kenapa kau bisa mengenakan sweater yang sama dengan yeoja itu ? Bukankah kau bilang kau memesannya khusus pada pengrajin di Italia ?! Itukan sweater favorit mu ! ………. ” Akhirnya namja itu tersadar dan membalikkan badannya melihat yeoja imut itu berjalan mesra dengan namjanya, yang semakin lama semakin jauh dari matanya.

…………………

~Taemin pov~

When the time goes by,

Love goes by,

We have a different way of love,

I with mine

You with yours

See you again that a happining moment for me,

Even thought it’s just some minute

That’s a precious moment for me

My heart still same until now

I Love You…..

~Taemin pov end~

5 years a go

Author pov

Dipagi hari Taemin keluar dari mobilnya, melangkahkan kakinya ke dalam rumah yang berada didepannya saat ini. Begitu ia mengetuk pintu, seorang yeoja imut sambil menggendong tasnya berwarna hijau langsung keluar dan tersenyum kepadanya.

“Pagi… ” sapa Taemin hangat lalu berusaha mengambil ransel yeoja itu

“Oppa !!! Aku bukan AEGI !!! Lepaskan tangan mu ! ” dalam seketika senyum dibibir yeoja itu sirna sudah bahkan hampir mengeluarkan seluruh isi kelopak matanya.

“Ne…ne… ” Taemin menggut-manggut lalu berlari duluan ke mobilnya, bersiap-siap membuka pintu mobil untuk yeoja kesayangannya itu. Tapi begitu yeoja itu sampai didepan gerbang rumahnya bukannya masuk ke dalam mobil. Yeoja itu justru melewati mobil itu begitu saja, tanpa melihat Taemin yang sudah mematung menunggunya.

“Kiji !!! ”

Taemin memanggil yeoja itu menyuruhnya untuk berhenti tapi yeoja itu justru mempercepat larinya. Akhirnya mau tidak mau Taemin ikut berlari menyusul yeoja itu. Dengan seluruh kekuatannya dia berhasil menyusul yeoja itu. Bukannya menghentikan si yeoja Taemin jusru lebih memilih berlari mendahului si yeoja.

“Oppa !!! Gidarijeo ! ”

Begitu mendengarnya Taemin segera berhenti di tempat. Entah mengapa Taemin selalu menuruti apa yang diinginkan yeoja itu. Sebegitukah cintanya ?!

Yeoja itu menghampirinya dan menggenggam tangannya, mengajaknya duduk di sebuah bangku di taman tempat mereka berhenti. Taemin tersenyum geli melihat yeoja yang disampingnya sekarang itu. Melihat yeoja itu sibuk sendiri mencari sesuatu di dalam ranselnya. Lalu si yeoja menggunakan sapu tangan yang berhasil ditemukannya untuk melap keringat Taemin. Dengan manjanya Taemin memberikan tangannya, mengangkat kepalanya, memalingkan wajahnya ke kiri dan kanan. Selesai melap keringat Taemin, yeoja itu mengeluarkan tempat bekalnya.

“Kau selalu membuat ku berkeringat sebelum memakan masakan mu ! ” keluh Taemin sambil membuka mulutnya lebar-lebar menerkam telur goreng yang disuapi si yeoja.

“Kalau orang kelaparan, rasa masakan itu tak akan berpengaruh. Jadi bagaimana pun rasanya, pasti oppa tetap memakannya. ” balas Kiji sambil ikut makan.

“ahh… Aku ada cara lain. Kenapa oppa tidak berhenti saja menjemput ku ke sekolah. Oppa jadi tidak sarapan setiap pagi karena menjemput ku. Lagi pula aku bisa pergi sendiri. Aku cukup mandiri kok, oppa ! ” lanjut Kiji memujuk Taemin dengan aegyonya.

“Tidak apa-apa, bagi ku apapun yang kau masak selalu enak. Jadi tenang saja, kau tak perlu membuat ku kelaparan lagi untuk membuat ku sarapan. ” Taemin tersenyum lebar ke arah si yeoja.

“Jadi. Oppa tidak mau mendengarkan ku ! Baiklah… Mulai sekarang hubungan kita berakhir ! Jangan pernah datang lagi pada ku ! Jangan pernah mengganggu ku lagi ! Kita bukan teman lagi ! Aku tak suka dengan mu ! ” Kiji begitu jengkel dengan sifat Taemin dan pergi meninggalkan Taemin sendirian.

Taemin pov

Yeoja itu aku begitu mencintainya. Dialah yang merubah hidup ku. Sekarang tujuan hidup ku adalah berjalan bersamanya. Mulai waktu itu…

Flash back : on

Aku berjalan sendirian tanpa punya arah dan tujuan. Hanya membiarkan kaki ini melangkah begitu saja seenaknya. Aku tak peduli bagaimana penampilan ku saat ini. Terserah …. Mereka mau mengejek ku atau apapun itu. Mereka hanyalah sekumpulan lebah busuk yang mencari madu. Yang seperti itu sungguh tidak pantas disebut manusia. Tuhan menciptakan manusia memiliki hati untuk saling mengasihi sesama. Tapi mereka memiliki hati hanya untuk uang ! Bahkan hati mereka penuh dengan kebencian dan iri dengki terhadap sesama. Kini dunia ini aku sudah tak mengenalnya lagi. Dunia yang penuh kasih telah berubah menjadi neraka. Dimana mereka yang punya hati disebut aneh, dipandang rendahan, sedangkan yang tak punya hati ditinggikan. Aku sendiri tak pantas disebut manusia. Aku juga tak pernah merasa kalau aku hidup. Orang tua ku mereka selalu meninggalkan ku. Uang… Uang… Uang… Hanya uang yang mereka tau. Orang-orang disekeliling ku juga tak pernah benar-benar tulus pada ku. Semuanya hanyalah uang ! Buat apa lagi aku hidup di dunia ?!!! Aku ada atau tidak itu sama saja. Tidak akan ada yang benar-benar peduli. Setidaknya Bapa di surga akan menerima ku disana.

Dimalam gelap seperti ini. Lagi pula ini hanya sebuah gang kecil, jadi bagaimana bisa orang-orang tau. Jadi percuma saja aku berteriak. Orang-orang berbadan besar itu terus memukuli ku. Apa mereka tau siapa aku sebenarnya. Aku tidak melawan sama sekali atau menjawab apapun pertanyaan mereka. Mereka sudah memukul ku lalu mengambil dompet ku, jam tangan ku semua yang ada pada ku. Selama itu bisa diambil begitu saja. Aku sengaja diam yang aku tunggu hanyalah pisau yang dari tadi mereka pegang. Agar mereka tancapkan di bagian vital tubuh ku.

Hana…. Dul… Set…. Aku menghitung dalam hati ku. Aku tersenyum bahagia, inilah saatnya pikir ku. Tapi bukan suara pisau yang terdengar, justru aku merasa seseorang menarik tangan ku, tangannya begitu lembut. Seketika itu juga aku membuka mata. Ku lihat yeoja imut itu menghajar bandit-bandit itu sendirian. Bukannya membantu, aku terlalu syok melihat kedatangannya. Aku melihat sebuah pisau yang terjatuh di tanah, ku ambil biarkan aku yang melakukannya. Tapi yeoja itu menepis tangan ku dan menggenggam tangan ku kuat. Membawa ku kabur dari hadapan orang-orang brengsek itu. Aku tidak mengerti jalan pikiran yeoja imut ini, ada apa dengannya mau membantu ku ? Kalau ku perhatikan lagi, yeoja ini ….. Dia hoobaes ku, aku sering melihatnya di sekolah. Bahkan setiap aku datang ke sekolah, dia selalu muncul disekitar ku. Atau mungkin dia…..

“brukkk ”

Tubuh ku sudah tak kuat lagi, aku terjatuh begitu saja. Semua begitu gelap…..

Sebuah sinar menerobos masuk, menusuk mata ku. Aku membuka mata ku, cahaya itu begitu menyilaukan. Malam itu hanya mimpi ? Mengapa aku bisa tidur disebuah ranjang empuk seperti ini. Aku pun melanjutkan tidur ku kembali, selimutnya begitu hangat. Tunggu dulu, aku… aku bukan di rumah ku sekarang ! Baju ini, ini juga bukan baju ku ! Aku tak pernah punya baju tidur berwarna pink seperti ini. Tangan ku juga memar, berarti itu bukan mimpi ! Pelan-pelan ku langkahkan kaki ku mencari penghuni rumah ini.

“Kiji kau tak mau membangunkan sunbae mu ! Dia pasti sangat lapar saat ini. ”

Ku lihat namja itu dengan celemek nya sedang memasak sambil mengobrol dengan yeoja yang duduk di meja dapur yang memandangi punggung namja itu.

” Kibum oppa, apa kau pikir dia tidak akan terkejut melihat ku ?! ”

Oh… yeoja itu ! Dia yang menolong ku kemarin malam.

“kkrryuuuk ”

Memalukan sekali, sayangnya namja itu benar, aku terlalu lapar sampai tak tau malu begini. Mereka berdua langsung melihat ke arah ku. Aku hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepala ku.

………….

Flash back : off

Semenjak itu aku mulai dekat dengannya. Aku selalu cemburu dengan persaudaraan mereka. Meskipun mereka tinggal hanya berdua di Seoul tapi mereka dapat hidup dengan rukun. Kiji dan Kibum hyung menyadarkan ku banyak tentang kehidupan ini. Mereka memulihkan hubungan ku dengan orang tua ku. Katanya kalau mereka tak bisa mulai duluan maka aku yang harus mencoba dan berhasil. Sekarang bila mereka punya waktu senggang mereka akan menghabiskannya bersama ku. Diam-diam Kibum hyung mengatakan kalau dongsaeng satu-satunya itu sudah menyukai ku lama sebelum kejadian itu. Dan satu hal lagi yang mereka berdua tidak tau kalau sebenarnya aku juga sudah lama memperhatikan yeoja yang imut itu. Begitulah akhirnya aku bersamanya sekarang.

………

~Taemin pov end~

~Kiji pov~

Sekarang sudah pukul 7 malam tapi Kibum oppa bilang, dia akan pulang telat lagi. Memang belakangan ini dia selalu lembur, aku kadang khawatir dengan kesehatannya. Sudah hampir seminggu aku hanya bertemu dengannya di pagi hari saat dia akan berangkat, lalu pada tengah malam ketika aku terbangun, saat Kibum oppa menggendong ku ke ranjang ku. Aku rindu oppa ku…. ><  hiks… hiks…

Tapi ya, mau apa lagi ?! Kami pindah ke Seoul juga karena pekerjaan oppa ku. Karena orang tua ku juga sibuk di Daegu dan nenek kami telah tiada. Jadi mereka mengijinkan aku tinggal dengan oppa dengan alasan sekolah di Seoul lebih bagus. Orang tua ku benar-benar memegang perkataan mereka. Aku dimasukkan ke sebuah sekolah yang cukup elit di Seoul, aku benar-benar harus belajar keras. Kibum oppa kadang khawatir  melihat ku belajar terlalu giat. Sesekali ia membantu ku, tentu saja Kibum oppa sangat membantu. Berkatnya aku berhasil menjadi juara di sekolah. Lalu di sekolah itu juga aku bertemu seorang namja tampan, dia sunbae-nim ku. Huufhh…. Aku menyukainya hihi ^^ itu bukan masalah bukan ?! Seorang gadis remaja menyukai seorang namja itu wajar kan ?! Meskipun orang tua ku dan Kibum oppa melarang ku pacaran tapi aku kan sudah sma …. Hiks… Hiks…

Aku selalu berusaha mencari perhatiannya, mencoba mendekatinya tapi selalu gagal saat aku sudah hampir beberapa langkah.

Lama-lama oppa tau, saat dia ke kamar ku tak sengaja melihat foto-foto sunbae yang ku ambil. Dia marah karena aku tak menurut, tapi suatu ketika saat aku membawa sunbae ku pulang ke rumah dengan keadaan luka-luka dan tak sadarkan diri. Oppa ku menolongnya, merawatnya dengan sangat baik. Itu bahkan membuat ku iri, dongsaengnya sendiri belum pernah diperlakukannya seperti itu. Lama-lama sunbae ku itu dekat dengan kami. Dia juga dekat dengan oppa, terkadang aku takut oppa berbicara yang tidak-tidak tentang ku pada nya, atau bahkan oppa mengatakan perasaan ku pada sunbae sejak dulu.

Oh…. No !!!!! Jangan sampai !!!!

Lalu di suatu malam Kibum oppa menelpon ku. Waktu itu sekitar 15 menit sebelum tepat jam 7. Dia bilang dia menunggu ku sekarang di taman dekat rumah kami. Aku segera berlari sekuat tenaga kesana sesegera mungkin. Bukan karena aku takut malam-malam sendiri tapi lebih karena aku khawatir, saat oppa menelpon tadi sepertinya dia sedang mabuk. Begitu aku sampai, aku langsung melihat seorang pria duduk di taman sambil menundukkan kepalanya. Ah… Itu pasti oppa, aku segera mendekat lalu ” DDAARRRR !!! ” kata pria itu seketika setelah mengangkat kepalanya, membuat aku kaget setelah mati. Ternyata dia bukan oppa tapi ….

“Taemin oppa ?! ”

“Ne, Kiji-ya wae gurae ?!”

“Uri oppa odiseo ? ”

“oh!!!….ehm,,,,, ouh…!!! ” Taemin oppa menggaruk-garuk kepalanya dan terlihat begitu gugup. Aku sendiri juga tak bisa melakukan apa-apa selain menundukkan kepala ku malu.

“Kiji, nan jalmoteseo-yeo” kata oppa sambil menyodorkan sebuah apel pada ku. Melihat apel yang begitu besar dan segar, sepertinya juga begitu manis, bentuknya begitu indah, pertama kalinya aku melihat apel seperti ini. Aku tersenyum bahagia sambil menerimanya, perlahan aku mulai merasa pipi ku panas. Aku pun menunduk malu …

“Goma,, ” ucapan ku terhenti begitu saja karena tiba-tiba Taemin oppa memegang kedua tangan ku, membuat ku begitu gugup. Rasanya jantung ku ingin pecah saat ini juga. Lalu aku mengangkat kepala ku menatap matanya.

“Saranghae… ”

Ouh…. Apakah ini nyata ?! Taemin oppa ??? Ah !!!!! Aku ingin melompat-lompat gembira saat ini juga. Kibum oppa !!! Teriak ku dalam hati.

……….

Uuhhh…. Kenapa aku harus mengingatnya kembali disaat aku sedang bermusuhan dengan Taemin oppa. Iya memang namja chingu ku. Aku tidak benar-benar ingin putus, hanya saja dia kadang-kadang menjengkelkan !

“Tting !! Ttong !! ”

Siapa orang datang malam-malam begini ke rumah ku ?! Apa itu Kibum oppa ?! Tapi buat apa oppa memencet bel ? Oppa tau betul passwordnya, bahkan dia yang membuatnya. Aku berjalan pelan menuju pintu rumah ku. Ku lihat dari layar cctv, tidak ada orang di depan pintu ku. Lalu aku berjalan kembali masuk, baru beberapa langkah sudah terdengar bunyi bel lagi. Ku lihat lagi di layar cctv tidak ada orang. Dan terus berlanjut sampai lebih dari 5 kali. Iiiihhh…. Lama-lama aku semakin kesal saja, aku segera berlari membuka pintu tanpa melihat layar cctv lagi. Aku sengaja membuka pintu kasar dan kuat agar orang itu tau betapa kesalnya aku saat ini. Tapi setelah ku buka, ternyata hanya ada sebuah bingkisan apel. Apel yang bentuknya indah seperti apel yang di berikan Taemin oppa waktu itu. Melihat apel itu, aku hanya bisa tersenyum saat ini, seakan-akan kekesalan ku hilang sudah semuanya. Aku berjongkok mengambil bingkisan itu saat aku berdiri, aku dapat melihat ada seseorang berdiri di depan ku saat ini. Kaosnya berwarna kuning, lalu aku mengangkat wajah ku untuk melihat siapa orang itu.

“Jalmoteseo”

Kalau sudah ada apel, aku bisa apa selain tersenyum, terpaksa aku memaafkannya.

Kiji pov : end

Author pov

Taemin tersenyum bahagia dan masuk ke dalam rumah Kiji, dia tau sekali kelemahan yeojanya itu. Setelah masuk Taemin segera membawa apelnya ke dapur lalu mencucinya dan segera memberikannya pada Kiji.

“ya, untung rasanya manis, kalau tidak pasti aku sudah menendang oppa keluar dari rumah ini sekarang. ” kata Kiji setelah menggigit apelnya.

“Jesongaeyo, kalau memang itu yang kau inginkan. Baiklah aku tidak akan menjemput mu lagi mulai besok. Aku hanya ingin membantu Kibum hyung menjaga mu. ” Taemin memasang wajah memelasnya

“Oppa ! Kau tidak salah, jadi kau tidak perlu meminta maaf. Aku yang terlalu kekanak-kanakan. Aku harusnya mengerti kau melakukan itu karena kau begitu mencintai ku. Aku yeoja paling beruntung di dunia ini bukan ? ” Kiji menyandarkan kepalanya didada Taemin

“Bukan ! Justru aku yang beruntung karena memiliki yeoja terbaik di dunia ini. ”

Kedua insan itu saling bermesraan, menonton bersama dan tertawa satu sama lain. Moment yang begitu biasa tapi menjadi kenangan-kenangan indah tak terlupakan suatu saat nanti

………………

Kibum menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah yang sangat besar. Lalu Kiji keluar dari mobil duluan, tak lama Taemin datang menghampiri mereka dengan wajah pucat.

“Taemin-ah !! Kau membuat ku benar-benar dalam kesulitan !” keluh Kibum segera setelah keluar dari mobil.

“Oppa,,,, ” rengek Kiji

“Kau harus memakan coklatnya ya, karena dia tak suka coklat. Dia menyiksa ku dengan menyuruhku memakan seluruh sampel coklat buatannya, hanya untuk mu !” lanjut Kibum tak memperdulikan Kiji yang dari tadi mencoba menghentikannya

“Oh ! Ya ?! ” Taemin menunduk malu,

“Sudahlah kita masuk saja ! ” ajak Kiji

“Jaga dongsaeng ku baik-baik ya, ! Awas kalau kau apa-apakan ! ” pesan Kibum lalu masuk ke dalam mobilnya, melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuannya semula. Taemin dan Kiji masuk kedalam rumah nan mewah itu yang tak lain adalah rumah Taemin. Lalu mereka diam di kamar Taemin seperti biasa

“Bian ne, hari ini valentine tapi aku tak bisa mengajak mu keluar. Malah mengurung mu di kamar ini bersama ku. ” ucap Taemin sambil menundukkan kepalanya sedih

“Gwenchana oppa. Kesehatan mu jauh lebih penting bagi ku. Lagi pula, bagaimana bisa oppa jadi sakit begini ? Bukankah namja ku ini tahan banting ?! ” ejek Kiji lalu tersenyum pada Taemin. Lalu mereka berdua tertawa bersama

“Bukankah tadi Kibum hyung bilang kau membuat coklat ?! ” tanya Taemin malu-malu sambil menggaruk kepalanya pelan. Kiji segera membuka tasnya dan langsung memberikan coklat yang sudah dihiasnya susah payah dari kemarin. Taemin membuka kotak coklat itu lalu memakannya coklatnya pelan. Kiji terus memandangi Taemin menunggu reaksinya, ‘apakah Taemin akan menyukai coklatnya ? ‘

“Gomaweo… Happy valentine. Igo chocolate neomu daebak yeo, jinjja mashitta…. ” meskipun hanya beberapa kata tapi dapat membuat Kiji melayang, berarti kerja kerasnya tak sia-sia. Taemin beranjak dari tempatnya mengambil sebuah kotak yang berhias pita hijau nan cantik diatasnya, dari salah satu lemarinya. Lalu memberikan kotak itu pada Kiji.

“Untuk mu. Balasan untuk coklat mu ! ” lalu Taemin duduk kembali di atas ranjangnya lebih tepatnya di sebelah kanan Kiji.

“Ouh… Hijau ! Na joah…. ” reaksi Kiji begitu ia melihat kado yang didapatnya yang ternyata sebuah sweater berlengan pendek. Lalu Taemin berdiri kembali menuju lemari kecil disebelah ranjangnya.

“ttdaa….” kata Taemin sambil menunjukkan sweater yang sama dengan di pegang Kiji saat ini.

“oh!! Jadi ini sweater couple. Gomaweo oppa ^^. Nan jeongmal joah. Ehm…. ” Kiji meraba permukaan sweaternya, “Oppa orang ini merajutnya dengan sangat baik. Rajutannya begitu rapih, bahannya juga bagus. Mungkinkah oppa memesannya khusus pada pengrajin di Italia ? Hehe …” Kiji tertawa

“Memang. ” kata Taemin tersenyum. Kiji menatap Taemin yang tengah bingung melihatnya sekarang, yang tiba-tiba berhenti tertawa.

“Oppa ” Kiji memeluk Taemin hangat “gomaweo.. Jeongmalyeo… ” lanjut Kiji

“Kureomyeon, jangan hilangkan ini ok ! ” kata Taemin sambil mengelus badan Kiji yang masih memeluknya saat ini. Tapi wajah Kiji sendiri tidak menunjukkan ia bahagia saat ini, justru yang terukir sebuah senyuman pahit, terlihat menahan kesedihan yang amat mendalam dimata nya. Untuk sesaat mereka terus berpelukkan hingga

“Kiji-ah kau mau menyerap suhu tubuh ku ? ” Taemin melepas pelukkannya

“Hmm… Boleh, biar aku saja yang sakit. ” ujar Kiji tersenyum puas

“Kau ini ! ” tegur Taemin sambil menjauh beberapa senti dari Kiji

“Oppa, bukankah kau punya benang wol di kamar mu ini ?! ” Taemin mengangguk lalu beranjak dari tempatnya menuju lemari kecil yang berada di dekat ranjangnya, mengambil kumpulang benang wol lalu memberikannya pada Kiji

“Inikan hanya warna hijau, oppa suka warna kuning. Jadi bagaimana kalau sweater ini ku hias dengan wol kuning ini. ” Kiji mulai mengambil benang wol nya dan merajut lambang setengah hati di sweaternya dan setengah hati lagi di sweater Taemin. Taemin terus memperhatikan Kiji merajut dari ranjangnya, sesekali Taemin memperingatkan Kiji dengan jarumnya.

“Nah, selesai bentuk hatinya. Bagaimana kalau aku perpanjang lengannya biar oppa ga kedinginan ? ” Kiji mengangkat kepalanya baru dia sadari ternyata Taemin sudah tertidur, mungkin karena badannya benar-benar tak enak saat ini. Kiji hanya melanjutkan rajutannya dengan rapih lalu ikut tidur-tiduran di ranjang, menghadap Taemin menatap Taemin yang sedang tertidur manis.

“Oppa apa kau tak bisa ? Tak bisa sedikit,,, sedikit saja jahat pada ku ?! Aku bukanlah seorang malaikat. ” bisik Kiji pelan, tiba-tiba Taemin tersenyum manis begitu saja seolah-olah ia mendengarnya.

Beberapa jam berlalu mereka tidur berhadap-hadapan. Taemin akhirnya tersadar dan tersenyum melihat Kiji yang tertidur dihadapannya sekarang. Taemin terus memandangi Kiji tak ada bosan-bosannya.

“Neo, nae yeoja-ya,, saranghae” bisik Taemin sambil merapikan rambut Kiji yang menghalangi wajahnya. Taemin mengelus pipi Kiji lembut lalu mencium pipinya. Taemin tertawa kecil dan pelan-pelan beranjak dari ranjangnya.

Beberapa menit kemudian, Kiji membuka matanya kaget melihat Taemin yang sudah tak ada dihadapannya lagi. Kiji melihat kesekeliling kamar dan tetap tidak menemukannya. Lalu Kiji berjalan menuju dapur, ditemukannya Taemin sedang sibuk dengan pisaunya.

“Bang ! ” tiba-tiba Kiji datang dan menepuk badan Taemin membuatnya kaget. Taemin mengelus dadanya dan tertawa kearah Kiji.

“Kau sudah bangun ?! Kenapa sudah bangun ? Kau tak mau tidur sedikit lebih lama lagi ? ” tanya Taemin lemah lembut.

“Tidak ah !!! Aku ingin membantu oppa saja.”

Akhirnya Taemin dan Kiji membuat nasi goreng bersama. Kiji memotong bawang dan daging, Taemin mulai menggoreng telurnya lalu Kiji menuangkan nasinya. Taemin memegang tangan Kiji yang kini tengah memegang spatula. Mereka mengoseng nasinya bersama-sama. Sesekali Kiji mencuri pandang ke atas menatap Taemin yang saat ini sedang fokus pada nasinya, sedangkan tangan kiri Taemin tak pernah lepas dari perut Kiji. Setelah masakannya siap, Taemin mengajak Kiji ke tempat tertinggi di rumahnya.

“Ouh… Oppa kenapa kita harus makan disini ? Kau tau aku tak suka ketinggian. ” keluh Kiji

“Tentu saja namja mu ini tau. Tenang saja kau akan selalu aman bersama ku. Kau hanya perlu fokus pada makanan dan lihat saja wajah tampan namja mu ini. Bandingkan mana yang lebih bersinar bintang atau oppa ? ” Taemin dengan kedua tangannya mengarahkan Kiji menghadapnya, lalu mengarahkan lagi kepala Kiji melihat langit indah yang penuh bintang malam itu.

“Oh.. Yeppeo-tta… Oh neomu ppanjjak…ppanjjak belinttang. ” Kiji terlalu terpesona dengan pemandangannya yang dilihatnya sekarang sampai lupa dengan makanannya. Taemin tertawa melihat mulut Kiji yang menganga terlalu lebar lalu memasukkan sesuap nasi ke mulutnya.

“Oh-massiseoyeo. ” Kiji mengunyah makanannya tapi tetap tak mengalihkan matanya dari langit. Taemin hanya dapat tertawa melihat tingkah yeojanya itu, yang Taemin dapat lakukan saat ini hanyalah menyuapi yeoja itu sambil sesekali ikut memandang langit yang indah, bahkan lebih indah dari biasanya.

“Apa ini karena malam valentine ? Atau karena aku bersama mu saat ini Kiji ? Tak biasanya langit seindah ini …”

…….

Di musim dingin salju beramai-ramai turun ke bumi dengan misi membuat dingin seluruh penghuni bumi. Tapi sepertinya itu tidak mempan untuk kumpulan pasangan di dalam ring ice skatting. Sebaliknya bagi mereka salju bak hiasan indah yang langka di sepanjang tahun, yang dapat membuat kehangatan diantara mereka. Bagi mereka meskipun kristal itu bukan kristal-kristal mahal yang dapat membuat mereka kaya. Tapi butiran kristal itu membuat suasana mereka lebih romantis di malam yang dingin itu.

Itu juga berlaku untuk pasangan kini sedang sibuk berduaan bermain ice skatting. Mereka terlihat begitu gembira  dan bahagia. Mengenakan sweeter couplenya yang berwarna hijau berbalut kuning. Si namja menarik lengan si yeoja, membawanya kesana kemari, kadang-kadang berputar-putar sampai akhirnya mereka pusing sendiri. Seakan mengejek salju dan angin yang tak berhasil membuat mereka kedinginan sama sekali. Justru mereka sangat menikmatinya.

“Oppa ! Apa yang kau lakukan kalau aku pergi suatu saat nanti ? Apa kau juga akan pergi ? ” si yeoja itu menatap namjanya lekat-lekat, sedangkan namjanya terlihat sedang berpikir. Suasana menjadi hening untuk sejenak sampai si namja mulai membuka mulutnya,

“Ssutt !!! ” namun yeojanya jusru menempelkan jari telunjuknya ke bibir namja itu.

“Wae ? Bukankah kau yang tadi menanyakannya ? ” si namja mengerutkan alis kanannya

“Sepertinya aku tidak membutuhkan jawaban oppa saat ini. Bagaimana kalau kita pulang saja sekarang. Aku ngantuk.. ” rengek yeoja itu

“Baiklah… ”

,,,,,,,,,,,,,,

Yeoja itu terlihat memeluk erat-erat namjanya yang kini tengah fokus pada stang motornya, membelokkannya ke kiri, menarik gasnya perlahan-lahan.

“Kiji-ya, mengapa kau selalu ingin aku membawa motor ? Padahal kalau aku bawa mobil lebih hangat. ” keluh namja itu yang masih fokus pada jalannya.

“Karena aku ingin memeluk mu terus erat-erat seperti ini oppa. Aku ingin sekali tak melepaskan mu. ”

Akhirnya mereka sampai tepat di depan pagar rumah yeoja itu. Mereka turun dari motor lalu berjalan-jalan sebentar disekeliling rumah itu.

“Oppa-ya, apa oppa akan memaafkan seluruh kesalahan ku ? ” tanya yeoja itu sambil melihat ke jalan. Si namja mengangkat kepalanya menahan tangan yeojanya, yang kini sedang ia genggam, lalu menghentikan langkahnya yang membuat yeojanya juga ikut berhenti.

Taemin menghadap memalingkan wajahnya menghadap Kiji yang kini tengah tertunduk. Dengan kedua tangannya Taemin mengangkat wajah yeojanya itu. “Oppa…”

Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat sampai Taemin mencium kening Kiji, lalu mencium pipinya, membuat pipi Kiji semakin memerah.

“Oh! Aku akan selalu memaafkan apapun kesalahan mu. Saranghae~ Kiji-ya ”

“Akan ku bilang pada Kibum oppa ! Oppa mencium ku !!! Lalu Kibum oppa akan marah ! Dan kita akan PUTUS !!! Ha !! Ha !!” teriak Kiji lalu berlari meninggalkan Taemin. Bola mata Taemin tiba-tiba keluar begitu saja lalu Taemin berlari mengejar Kiji.

“Kiji !!! Oppa akan berikan apapun yang kau minta ! ” tawar Taemin yang terus mengejar Kiji sambil berteriak. Akhirnya Kiji terjatuh karena berlari dijalan yang penuh salju dan licin.

“Neo gwenchana ?! ” tanya Taemin panik begitu menghampiri Kiji, ia segera memeriksa kakinya.

“Ah !!! ” keluh Kiji begitu Taemin memegang tumit kaki kiri Kiji.

“Apa maksud oppa ? ” Kiji bingung melihat Taemin yang berjongkok di depannya.

“Iya, kau naik saja biar ku gendong sampai rumah sepertinya kaki mu terkelir. ”

Terpaksa Kiji naik ke badan Taemin. Dengan senang hati Taemin menggendong yeoja yang dicintainya itu, sedangkan si yeoja itu jusru murung sendiri.

“Kenapa kau begitu diam ? Biasanya kau akan terus mengomel kalau sedang kesakitan ? ”

“Iya, berarti aku tidak dapat meminta satu permohonan pada oppa sekarang. ” Kiji merendahkan nada bicaranya.

“Memangnya kau mau apa ? ”

“Aku hanya mengatakannya kalau oppa mau melakukannya. ”

“Iya, baiklah aku pasti akan melakukannya. Jadi apa itu nae kyeopta yeoja.

“Aku ingin kalau aku pergi, oppa juga pergi. Jangan menunggu ku sendirian. Kalau memang aku lama ” Kiji memberi aegyonya untuk menggodaTaemin.

Taemin tau betul apa yang dimaksud Kiji bukanlah artian pergi yang hanya pergi begitu saja. Taemin dapat merasa ada maksud lain dari perkataan Kiji tadi. Entahlah, Taemin merasa sesuatu yang buruk akan terjadi diantara mereka nanti….

…………………….

“Oppa !!! ” teriak Kiji begitu ia masuk ke dalam rumahnya langsung berlari ke pelukkan Kibum oppanya. Ia bahkan tak peduli kalau ia sedang basah kuyup saat ini.

“Kiji,,,, ” suara Kibum terdengar begitu sayup, ia juga memeluk dongsaengnya itu erat-erat sambil mengelus rambutnya yang basah. “bian ne, oppa harus pindah ke Kanada untuk urusan pekerjaan, mungkin oppa harus menetap disana untuk jangka waktu yang cukup lama. ” lanjut Kibum pelan-pelan berusaha menjelaskan berita buruk apa yang ingin ia bicarakan di telpon tadi. Akhirnya Kiji tak tahan lagi ia menangis sekuat-kuatnya, dipelukkan oppanya itu.

“Kiji, wae gurae ? ” Kibum merasakan sesuatu yang lain telah terjadi pada dongsaengnya itu. Sepertinya Kiji menangis bukan karena apa yang diucapkannya tapi seperti sesuatu yang buruk lain terjadi padanya.

“Oppa. ” Kiji berusaha menahan sesegukkannya

“Bawa saja aku pergi bersama mu. Aku tidak mau tinggal disini lagi ! Bawa aku pergi dari SEOUL !!! ” jerit Kiji sambil terus menangis. Membuat Kibum merasakan perihnya perasaan dongsaengnya itu saat ini.

“Apa yang sudah Taemin lakukan pada mu ? ”

…………………..

Kanada 2013,

Seorang yeoja imut berjalan begitu anggunnya dengan rok mini, kaos kuning juga blazer hijaunya. Gaya minimalis dengan perpaduan yang manis. Yeoja itu menenteng tas kecilnya, sepertinya ia berjalan menuju kantornya saat ini. Tiba-tiba saja seorang pria berkaos kuning menepuk badannya. “Bang !!! Kiji-ah ”

,,,,,,,,,,,,,

“Apa yang ingin oppa bicarakan dengan ku ? ” tanya Kiji to the point pada namja yang saat ini berada didepannya, yang tak lain adalah Taemin. Namja yang sudah ia tinggalkan selama 5 tahun. Namja sudah ia lupakan. Namja yang sudah tak ada artinya lagi bagi Kiji.

Taemin memandangi kopi yang didepannya saat ini. Berusaha mengulur waktu. Sudah lama sekali ia tak melihat wajah yeoja itu. Suasana kafe di pagi hari itu juga begitu sepi, tak seperti biasanya. Bahkan mereka tidak akan dapat mendengar suara mereka sendiri saking ramainya. Atau kafe itu memahami situasi Kiji dan Taemin saat ini ?

“Apa kau sama sekali tak merindukan ku ? Semenjak pertemuan kita saat di gunung fuji itu. Aku akhirnya dapat menemukan tempat tinggal mu saat ini. Kau tau betapa sulitnya hidup ku tanpa mu. Setiap hari tidak seperti hari lagi bagi ku. Kenapa kau pergi tiba-tiba ? Tanpa mengucapkan satu patah katapun ? ” Akhirnya Taemin meluapkan seluruh isi hatinya yang sudah ia pendam selama ini.

“Seperti yang oppa lihat waktu itu. Sekarang aku sudah mempunya namja chingu yang jauh lebih baik dari pada oppa. Namanya Luhan. Kau tau oppa ?! Luhan memang bukan namja sebaik diri mu. Tapi dia punya satu hal yang ku inginkan dan dia lakukan. ”

“uri ga ijeneun, keun naseo ! ” Kiji bangkit dari tempat duduknya

“Tapi, bisa kau beritahu apa itu ? ” tanya Taemin yang berusaha menahan air matanya saat ini.

“Dia…… Saat aku pergi, dia pergi ”

Kiji meninggalkan Taemin sendirian yang masih termangu di tempat duduknya. Semuanya di luar dugaannya, dia pikir yeoja itu akan memeluknya erat dan meminta maaf karena telah meninggalkannya sendirian begitu lama. Tapi tidak ! Yeoja itu jauh lebih memilih namja lain dari pada dia.

Kiji sambil berjalan meninggalkan tempat itu,,,

You know i just a human, who’s love the human too.

 You are the angel who’s must get the angel too.

gumam Kiji sambil mengusap matanya yang mulai berair

……………..

Flash back :

Taemin dengan senang hati menunggu Kiji di bangku taman seperti biasanya. Kiji menyuruhnya menunggu sedikit lebih lama. Tiba-tiba telponnya berdering

“Oppa aku akan pergi bersama Jong In saat ini. Aku pergi kau juga pergilah …”

Hanya dua kalimat itu pesan yang di terima Taemin dari Kiji. Taemin mengerti sekarang apa maksud Kiji waktu itu. Tapi Taemin tetap memutuskan untuk menunggu disitu. Kiji pasti akan pulang bukan ?! Kiji akan pulang melewati taman ini, jadi Taemin tetap menunggu di situ sendirian. Sudah beberapa jam berlalu tapi Taemin terus menunggu. Ia tak mau pergi meninggalkan Kiji meskipun Kiji meninggalkannya bersama namja lain. Hari mulai gelap dan hujan turun deras. Tapi Taemin tetap bersikukuh melawan dinginnya angin yang berhembus ataupun air yang menusuk-nusuk kulitnya saat ini.

“Mengapa kau tak menepati janji mu oppa ? Apa sulit bagi mu hanya untuk pergi saja ?? ”

Ternyata Kiji sedang tidak pergi bersama Jong In saat ini. Ia justru mengintip Taemin dari sebuah pohon yang besar dibelakangnya. Akhirnya Kiji menangis bersama hujan dan berlari ke rumahnya.

Taemin berbalik sekilas kebelakangnya seakan dapat merasakan Kiji barusan ada disitu. Tapi begitu dilihatnya hanyalah pohon besar yang ada di belakangnya. Taemin terus menunggu dan menunggu sampai kekasih hatinya itu datang…..

………

Love always be beautiful memories of us

That we must keep it like a painting

But the love will always in you heart

Even their can’t be yours

The heart wiil always same forever

~saranghamnida~

Disturbance

End…..

3 pemikiran pada “i go, you go

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s