Hyung nae majimak soomul part 1

Label : shinee

Author : onfanllcouple

Main cast : Key as kim ki bum and key

Onew as kim jin ki and onew

Jonghyun as kim jonghyun

Minho as choi minho

Taemin as choi taemin

Support cast : Tuan kim and ny. Kim as jonghyun parents

Tuan choi and ny. Choi as minho and taem

Hyun bin as tuan kim hyun bin as ahjussi onew and key

Shin min ah as ny. Kim as wife hyun bin as ahjumma onew and key

Lenght : two shot

Genre : family, brother, tragedy, dead

un sorry ya dibagian cast nya panjang habisnya aku Cuma pengen kalian bener2 bisa ngebayanginnya bagus hehe….^^ (#readers : ga lucu) sorry ya sebelumnya karena disini aku authornya jadi terserah aku dong bikin ceritanya (#readers : udah tahu ) berhubung katanya yang bertingkah seperti seorang maknae itu key. Jadi aku bikin disini key maknae nya hihi,, terus jonghyun sama minho itu seumuran gitu ga masalah kan,,,(#readers : ya udah…cepet!!!) ini ff aku buat karena aku frustasi di rat-rata ff si key itu jarang punya penyakit dan dia jarang meninggal ( locket ngasah golok ) sorry ya,,, aku juga locket kok,,, masalahnya aku bosen kalau yang meninggal itu rata2 minho, onew, taemin gitu aja terus kan bosen,,,,hehe J … selamat membaca,,,hwaiting readers ^^ don’t forget to leave comment ok😉

onew,key,jonghyun

3 anak lelaki sedang bermain di sebuah halaman rumah yang sangat besar, mereka bermain bola

“taemin ! Oper pada ku!” teriak salah seorang anak lelaki yang paling tinggi

“ne, minho hyung terima ya,,,” teriak anak lelaki yang paling pendek itu, sambil mengoper bola ke anak lelaki yang paling tinggi .

Lalu permainan pun berlanjut dan akhirnya yang menang tim minho.

“kalian itu curang!!!” kata anak lelaki pemilik rumah itu

“apa nya yang curang ?!” tanya minho

“kalian kan berdua sedangkan aku sendiri…”bela anak itu

“hei,,, jonghyun hyung, aku kan namdongsaengnya minho hyung jadi aku kan ga mungkin jadi tim mu, tentu saja aku jadi tim hyung ku,,,” taemin membela hyung nya

“ah,,, kau ini, sudah ku bilang kau se-tim dengan pak lee saja kau tak mau! ” sela minho

“tentu saja, pa lee itu kurang bisa di ajak kerja sama. yang ada dia hanya main sendiri, kau tidak lihat, tinggi kakinya saja setinggi bahu mu tahu! Kau tak ingat terakhir kali kita bermain bersama nya,,, dia itu membosankan…” keluh jonghyun

“lalu kenapa jonghyun hyung tidak minta dongsaeng aja sama omma nya jonghyun hyung ?” taemin coba memberikan usul

“entahlah, aku sudah memintanya tapi omma ku bilang dia tidak bisa,,,” jawab jonghyun sedih

“kalau begitu…. Kasian dech lue!!! Ga bisa punya dongsaeng kaya aku !!!” ejek minho langsung lari…jonghyun segera mengejarnya…

Sedangkan itu …

“andai saja aku tidak ceroboh saat hamil dia waktu itu, pasti saat ini aku bisa memberikan seorang dongsaeng untuknya, jangan kan itu, dia selamat dan hidup saat ini sudah merupakan keajaiban untuk ku…” kata ny. Kim sambil memandangi anaknya itu dari dalam rumahnya

“itu bukan sepenuhnya kesalahan mu, kenapa kau tak berfikir untuk mengambil anak anngkat saja untuk jadi dongsaengnya jonghyun,,,” ny. Choi yang tiba2 datang langsung memberikan saran saat mendengar keluhan sahabatnya itu,

“ehm,,, aku takut dia tidak akan menyukai nya,,” kata ny. Kim khawatir

Tiba2 jonghyun datang memeluk ommanya itu,

“omma,,, aku ingin punya dongsaeng, minho terus-menerus mengejek ku, aku ingin punya dongsaeng jadi aku tidak sendirian kalau omma dan appa pergi ” kata jonghyun sambil menangis tersedu-sedu.

“minho mengejek mu ?!” tanya ny. Choi, jonghyun mengangguk,

“baiklah akan ku marahi dia !!!” kata ny. Choi lalu mencari anaknya sambil teriak “minho! Minho! Odiseo ?!”

Setelah ny. Choi pergi dengan anak2nya dari rumah jonghyun, ny. Kim mengajak anaknya itu ke kamarnya mengajak anaknya itu tidur bersama nya

“jadi, kau benar2 ingin punya dongsaeng, tapi kalau dongsaeng mu itu tidak dari perut omma tak apa-apa” tanya ny. Kim

“tidak apa-apa, asalkan dia mirip dengan ku, ” jawab jonghyun polos yang masih belum mengerti maksud ommanya itu

“baiklah, kalau begitu besok kita akan memilih seseorang untuk menjadi dongsaeng mu…” ny. Kim tersenyum pada anaknya itu

“jeongmal ?! ” tanya jonghyun

Ommanya itu mengangguk pada jonghyun sambil tersenyum lalu mereka pun tidur

Sementara itu di malam yang sama, di sebuah kamar di panti asuhan

Seorang anak lelaki tidak bisa tidur dia terus gelisah, lalu anak lelaki yang tidur di kasur sebelahnya itu datang menghampiri anak itu,

“key kenapa kau tak bisa tidur ?” tanya anak lelaki yang menghampiri anak lelaki yang tak bisa tidur itu ke ranjangnya

“aku,,aku mana bisa tidur” jawab key lemah

“wae? Apa dada mu sakit lagi ?” tanya anak lelaki itu

“ehn,, annyi,, hyung,, hanya aku takut berpisah dengan mu, bagaimana bisa kau menginginkan kita agar berpisah,,, aku terus-menerus teringat perkataan mu tadi sore…” jawab key

“bukankah itu adalah jalan yang terbaik untuk kita, kau harus cepat2 di adopsi, mereka pasti hanya menginjinkan orang kaya yang mengadopsi mu, jadi kau bisa segera sembuh, lalu aku akan secepatnya menjemput mu,,,” anak lelaki itu berusaha memberi pengertian pada dongsaengnya itu

“hajiman,,, wae hyung tega sekali menginginkan aku di adopsi sendiri tidak bersama onew hyung ..”key tetap tidak bisa menerimanya,

“bukan begitu, itu karena hyung punya urusan yang tidak bisa hyung lakukan kalau hyung bersama mu ” onew berusaha memberi pengertian lagi

“apa urusan itu lebih penting dari pada aku dongsaeng mu sendiri ?!” tanya key tak percaya

“suatu saat nanti kau pasti akan mengerti tapi tidak sekarang, lagi pula kau selalu tega ya, Membuat hyung mu sedih, kau tahu setiap kali aku melihat mu terapi atau pengobatan, itu membuatku sedih dan merasa bersalah, mengapa kamu yang harus sakit mengapa tidak hyung saja,,,” jawab onew sedih

“baiklah hyung, tapi hyung harus janji hyung akan menjemput ku, oke…” key pun mulai mengerti memang mungkin sebaiknya mereka berpisah untuk sementara waktu,

“ne, ” jawab onew singkat dengan senyumnya

“yakso ?!” key menunjukan kelingkingnya

“ne, yakso”onew mengapitkan kelingkingnya ke kelingking dongsaengnya itu. Setelah itu mereka pun tidur di ranjang key bersama…..***

Di pagi hari onew bersiap-siap sudah mengenakan seragam sekolahnya, onew pergi menuju taman menemui key yang sedang menghirup udara segar disana,

“key, hyung berangkat ya,,,” onew pamit pada key,

“hyung,,, kau harus baik-baik ya, dan tepati janji mu” key mengingatkan onew kembali pada janjinya tadi malam

“kau ini, seperti kita benar2 akan berpisah sekarang,,, sudahlah aku berangkat dulu…” onew pun pergi, ia berjalan menuju gerbang panti asuhan itu, belum sampai di gerbang, ia tak sengaja tersenggol oleh jonghyun yang sedang berlari sampai onew terjatuh, jonghyun yang menyadari perbuatannya itu menengok ke belakang atau ke onew lebih tepatnya

“jesonghabnida ” kata jonghyun di tempatnya tanpa ingin menghampiri orang yang dia jatuhkan

“ne, gwenchana…” jawab onew lalu bangkit dan melanjutkan jalannya, “dia sombong sekali,,” gumam onew

Tak lama ke dua orang tua jonghyun pun ikut menyusul jonghyun, mereka senang melihat anak nya berlari gembira, saat melewati gerbang kedua orang tua jonghyun juga tak sengaja melihat onew dan tersenyum padanya, onew juga membalas senyum mereka dan menundukkan badannya (bow). Orang tua jonghyun pun cepat2 menyusul jonghyun dan mengajakanya ke ruang kepala di panti asuhan itu, kepala panti pun mengajak kedua orang tua jonghyun dan jonghyun keliling panti untuk memilih seorang anak yang jonghyun inginkan untuk menjadi dongsaengnya lalu mereka sampai ke taman. Jonghyun memperhatikan anak2 lelaki yang ada disitu satu per satu, lalu jonghyun melihat seorang anak lelaki yang duduk sendirian di kursi taman dan menghampirinya,

“annyeong, neon ireumi bohya? ” sapa jonghyun

“oh,, annyeong naneun kim ki bum ibnida ” jawab key

“oh,, marga mu kim, sama marga ku juga kim, nae ireumi kim jonghyun ibnida ” jonghyun memperkenalkan dirinya

“kau disini sedang mencari namdongsaeng, yodongsaeng, hyung atau noona ?” tanya key

“aku ingin punya namdongsaeng dan aku akan mengenalkannya pada minho nae chingu agar dia berhenti mengejek ku,,” jawab jonghyun

“jadi kau ingin namdongsaeng hanya untuk membuat teman mu berhenti mengejek mu ?!” tanya key tak percaya

“memangnya, kenapa ?! Sebenarnya bukan hanya itu, tapi aku juga ingin punya seseorang yang bisa ku jaga dan ku perhatikan, selama ini aku hanya sendirian saja…” jonghyun menjelaskan sambil sedih

Mereka berdua pun terdiam sejenak dan memperhatikan anak2 lain bermain. Orang tua jonghyun pun memperhatikan anak yang sedang mengobrol dengan jonghyun

“jadi siap anak itu bu,” tanya ny. Kim pada bu kepala

“oh… Dia namanya kim ki bum, umurnya 4 tahun sekarang ” kata bu kepala menjelaskan

“baguslah, anak itu juga tampan, tidakkah menurut mu dia mirip dengan anak kita, mereka terlihat seperti anak kembar, marga nya sama dengan ku, bagaimana kalau kita mengambilnya saja, yeobo” kata tuan kim, ny. Kim juga ikut mengangguk

“tapi anak itu, bukan anak yang normal seperti anak-anak pada umumnya, dia punya kelainan jantung sehingga dia perlu terapi rutin, kami tidak bisa melakukan yang terbaik untuknya karena biayanya yang belum bisa kami jangkau untuk saat ini ” kata bu kepala.

Kembali ke jonghyun dan key…

“mau kah kau jadi dongsaeng ku” tanya jonghyun

“tapi aku juga sudah punya seorang hyung kandung ” jawab key

“hmm, tapi aku benar2 menginginkan mu untuk jadi dongsaeng ku, kau memiliki wajah yang mirip dengan ku,” jonghyun memohon

“tapi aku tidak bisa seperti para dongsaeng umumnya yang bisa kau ajak main sering2, aku punya penyakit jantung,,,” balas key.

Lalu jonghyun meninggalkan key dan menyusul orang tuanya,

“omma appa aku ingin dongsaeng ku kim ki bum,” jonghyun memohon pada orang tuanya

“tapi apa kau yakin ?! Dia harus sering2 ke rumah sakit, kau tak akan bisa terus menerus mengajak nya main, untuk beberapa waktu kau hanya akan melihatnya terbaring di ranjang saja… ” tuan kim berusaha menjelaskan pada anaknya itu

“gwenchana, arayeo, justru itu appa, aku akan merawat sampai akhirnya dia sembuh nanti,,, ” jawab jonghyun sambil memelas pada appa dan ommanya

“jadi bagaimana yeobo, kalau aku tidak apa2 kita mengangkat anak itu, sekalian anak kita senang kita juga kan dapat membantu anak itu secara finansial, aku juga sangat menyukai anak itu..” kata tuan kim pada ny. Kim

“tapi jonghyun, dia juga punya seorang hyung, hyung nya lebih tua dari mu apa kau tak mau punya hyung juga sekalian ?” tanya ny. Kim pada anaknya itu

“tidak aku hanya ingin ki bum, aku tak mau punya hyung dan ki bum tidak boleh punya hyung lain selain aku,,,” rengek jonghyun

“kalian bisa mengambil ki bum saja tapi kalian harus ambil sekarang, karena kalau nanti hyungnya ki bum sudah pulang, aku tak yakin kalian bisa mengadopsi ki bum nantinya,,,” kata bu kepala, tuan kim  melirik ny. Kim.

Jonghyun dan orang tuanya pun menemui key, key pun memberi salam resmi pada orang tua angkatnya, key mengerti mulai saat itu key tidak akan tinggal di panti lagi dan akan ikut dengan keluarga jonghyun, ny. Kim dan jonghyun sudah duluan ke mobil sedangkan tuan kim mengikuti key dan bu kepala ke kamar key untuk mengambil barang2 key, sebelum meninggalkan kamar, key merekam suara dan bertanya pada tuan kim berapa no. Telpon rumahnya dan mengatakan no. Itu ke dalam perekam suara lalu meninggalkan recorder itu di ranjang hyung nya, bu kepala dan tuan kim menunggu di luar, sebelum akhirnya key meninggalkan kamar nya, key memandangi semua sudut kamarnya teringat kenangannya bersama hyungnya juga merasa bersalah karena tak bisa berpamitan pada hyungnya sebelum pergi, tak terasa air mata key mengalir begitu saja, akhirnya key pergi meninggalkan panti.

Onew pov

Huh…akhirnya pelajaran hari ini berakhir juga, aku ingin cepat2 bertemu key. Ah… Tidak juga sich…tapi aku takut pulang ke panti seperti ada sesuatu yang terjadi perasaan ku tak enak, tapi akhirnya aku pulang juga ke panti. Aku masuk ke kamar untuk mengganti baju setelah itu kulihat recorder di atas ranjang ku, tapi perasaan ku tidak enak sekali melihat recorder itu, menakutkan,,, pikiran ku melayang membayangkan yang tidak2, ragu2 aku mengambil recorder itu benar dugaan ku itu dari key

Hyung…. Saranghae…hi hi hi….

Aku tidak tahu harus bicara apa…

Hajiman naega jeongmal saranghaeyeo…

Dugaan ku benar dari kemarin malam aku merasa kita akan berpisah dan akhirnya sekarang kita berpisah,

Dan hyung bena,r mereka memberikanku pada orang kaya

Anak lelaki itu menginginkan ku untuk jadi dongsaengnya, mungkin aku seorang chaego dongsaeng ya, sampai orang2 menginginkan aku menjadi dongsaengnya.

Hyung tidak perlu khawatir, aku akan baik2 saja bersama keluarga baru ku, meskipun hyung baru ku itu terlihat sangat sombong.

Kau harus ingat janji mu ya, hyung. Setelah kau menyelesaikan urusan mu, kau harus segera menjemput ku ya…

Maafkan aku ya tidak pamitan dulu dengan mu, aku pikir kalau aku pamitan itu mungkin akan lebih menyedihkan,

Jaga diri mu baik2 ya, hyung…

Telpon aku ya, ini no. Telpon rumahku yang baru 0658777

………….

Aku bingung apa yang harus kulakukan sekarang ?!

Perasaan ku campur aduk sekarang,

Hati terasa sakit sekali, mata ku terasa sangat perih, air mata ku mengalir begitu saja,

Terlintas di pikiran ku sekarang

“apa key baik2 saja sekarang ?”

Maafkan aku omma appa aku tak bisa menjaga key,

Aku bukan lah seorang hyung yang baik

Tapi aku pikir itu lah yang terbaik kan,

Dengan begitu key akan bisa cepat sembuh dan aku akan merebut kembali rumah kita,

Aku tidak akan balas dendam pada ahjussi dan ahjumma

Tapi aku hanya ingin mengambil kembali apa yang menjadi milik kita seharusnya,

Untuk itu mungkin akan lebih baik kalau aku tidak menghubungi key

sampai aku berhasil mendapatkannya kembali

Onew pov end

Ki bum dan keluarga angkatnya akhirnya sampai ke rumah, jonghyun langsung mengantar dongsaeng baru nya itu ke kamar nya, orang tua jonghyun pun menyusul ke kamar jonghyun, ki bum mengamati kamar jonghyun sedangkan jonghyun langsung menghempaskan dirinya ke ranjangnya,

“jadi ki bum, apa kau mau punya kamar sendiri ?” tanya tuan kim

“tidak ! Ki bum disini saja bersama ku, kamar ini juga besar sekali ” tiba2 jonghyun duduk dan menjawabnya

“jonghyun ! Appa mu bertanya pada ki bum, kalau ki bum tak mau kita bisa membuat kamar baru untuk ki bum, kamar yang bagus sesuai dengan keinginan mu, bagaimana ki bum ?” tanya ny. Kim

“ehm,,, aku disini saja bersama jonghyun hyung…” jawab ki bum pelan

“hyung……??!!” teriak jonghyun kaget

“aku tak boleh memanggil mu hyung ?!” tanya ki bum pelan

“oh… Iya …hihi..na joah, sekarang aku sama seperti minho ada yang memanggil hyung,,,aku kan sudah punya dongsaeng sekarang…”balas jonghyun cekikikkan

Kedua orang tua jonghyun tertawa melihat sikap anak semata wayangnya itu,….***

Jonghyun pov

Hari ini aku punya seorang namdongsaeng seperti yang ku harapkan. Saat pertama kali aku melihatnya aku kaget aku pikir aku melihat diriku sendiri. Tapi dia terlihat sangat pendiam, aku tidak terlalu suka orang pendiam. Aku membawanya ke kamar ku, aku juga memaksanya untuk sekamar dengan ku. Aku pikir dia akan menolak karena mulai dari kami meninggalkan panti sampai sampai ke kamar ku dia tidak bicara apapun. Aku senang sekali setidaknya sekarang aku tidak tidur sendirian lagi di kamar yang luas ini. Malam pun tiba dan kami disuruh tidur oleh omma. Aku memberikan baju tidur ku untuk ki bum, meskipun agak kebesaran di badannya tapi dia tersenyum dia bilang dia menyukainya. Entah mengapa kalau melihatnya senyum membuat hati ku senang sekali, tanpa sengaja aku juga jadi ikut tersenyum. Ketika kami mulai tidur, di tengah malam aku tak sengaja terbangun. Kulihat dia kedingan, ternyata aku tak sengaja menarik semua bagian selimutnya, akhirnya aku pun menyelimutinya merapikan badannya meskipun agak berat untuk ku, merapikan bantalnya. Melihat nya tidur, saat dia tidur dia terlihat seperti orang yang over acting, tapi kenapa kalau dia sudah bangun dia sangat pendiam ya, mungkin,,,, karena kami belum dekat…..***

Jonghyun pov end…

Jonghyun mengajak dongsaeng barunya itu bermain, tentu saja bermain di halaman rumahnya yang super besar itu lagi. Tak lama kemudian saat mereka bermain bola, tiba-tiba bel berbunyi, ahjumma segera membukakan pagar rumah yang besar itu, sebuah mobil pun masuk. Minho dan taemin keluar dari mobil itu, minho pun segera berlari ke jonghyun. Ki bum melihat mereka takut dan bersembunyi di belakang jonghyun.

“jadi dimana dongsaeng mu itu ?” tanya minho penasaran

“ini dia…” jonghyun menarik tangan dongsaengnya itu dari balik badannya dan menunjukkannya pada minho

“jadi siapa nama mu ?” tanya minho pada ki bum

“nae ireumi kim ki bum ” jawab ki bum malu2

“oh~ kau terlihat lebih tampan dari hyung mu ” komentar minho lalu menarik jonghyun pergi ke suatu tempat,

“hei !!! Berapa umur mu ?! ” tiba2 taemin datang menghampiri ki bum dan bertanya dengan ketus

“em..emp..empat tahun…” jawab ki bum takut sambil memandang jonghyun yang makin lama makin jauh dari pandangannya

“empat tahun ya,,, berarti sama dengan ku,,” balas taemin yang tiba2 ramah dan penuh senyum lalu tiba2 merangkul ki bum

“oh~ iya kau lahir bulan apa ?” tanya taemin melihat ki bum

“bulan september…” jawab ki bum pelan

“oh… Aku bulan juli berarti kau dongsaeng ku,,” taemin tersenyum lebar,,,,,,

Sesudah sampai di tempat yang agak sepi minho menghentikan langkahnya,,,

“jadi dari mana kau dapat kan dongsaeng mu ?!” tanya minho, “aku tak melihat perut ibumu membesar seperti perut omma ku dulu saat aku mendapat taemin, ” minho melanjutkan pertanyaan nya

“kata omma ku, dongsaeng ku tidak akan dari perut nya, aku diajak ke suatu tempat di situ banyak anak2 lalu omma dan appa menyuruhku untuk memilih siapa yang ku inginkan untuk menjadi dongsaeng ku,,,” jawab jonghyun apa adanya

“oh..ya ?! Ada tempat seperti itu, aku akan meminta omma untuk mengantarkan ku juga kesana…” balas minho

“untuk apa ? Kau kan sudah punya taemin ” tanya jonghyun aneh

“ya, aku ingin mengganti taemin, dia bandel, aku ingin punya dongsaeng seperti dongsaeng mu, pendiam, dia juga mirip sekali dengan mu, semoga sifat nya ga kaya kamu ya,,,” jawab minho polos

“maksud mu ?!” tanya jonghyun

“apa kau mau tukeran dongsaeng saja dengan ku, dongsaeng mu taemin dongsaeng ku ki bum…” minho memberi penawaran

“enak saja !!!” jonghyun memukul kepala minho. Lalu jonghyun berlari menuju ki bum dan min ho menyusulnya.

“ayo kita main bola ! sekarangkan jonghyun sudah punya dongsaeng, jadi tidak ada alasan licik lagi,” minho mengajak bermain

“oke…” balas jonghyun tersenyum.

Mereka pun bermain bola, mereka berlari merebut bola satu sama lain berusaha membawa bola menuju gawang lawan, ki bum yang baru2 mencoba bermain akhirnya berhasil merebut bola dari taemin lalu mengoper nya ke jonghyun yang sedang berada di gawang tim minho, jonghyun yang menerima bola langsung menendangnya ke gawang, jonghyun gembira sekali akhirnya dia berhasil memasukkan bola ke gawang minho, ki bum juga ikut senang lalu tiba2 ki bum melihat sekelilingnya bergoyang-goyang, samar-samar di lihatnya jonghyun berlari ke arahnya, sebelum jonghyun sempat menghampirinya ki bum sudah pingsan duluan,

“omma appa, ki bum tiba-tiba tidur, dia tidak mau bangun ” teriak jonghyun karena dia tidak kunjung berhasil membangunkan ki bum

“apa dia mati ?!” tanya taemin yang baru menghampiri jonghyun dan ki bum, jonghyun melotot pada taemin

“hyung,,, ki bum mirip anak anjing kita yang kemarin mati…” teriak taemin pada hyung nya agar hyungnya itu menghampirinya.

“anjing kalian mati kemarin ?!” tanya jonghyun pada minho yang baru menghampirinya

“iya, kemarin aku baru mengubur anjing kesayangan ku coco, hiks…hiks…hiks..” jawab minho sedih

“apa coco mu itu terlihat seperti ki bum saat ini ?” tanya jonghyun lagi, minho mengangguk..

“hyung, apa kita harus menggali tanah untuk nya ?” tanya taemin pada hyungnya

“mungkin ?” jawab minho linglung….

“ada apa ini ? Ki bum kenapa ?!” tanya tuan lee yang tiba2 datang,

“appa kata minho dan taemin ki bum mati seperti anjing mereka kemarin, berarti aku tidak punya dongsaeng lagi….” jawab jonghyun sambil menangis tersedu-sedu

“sabar ya, hyung….” taemin mengelus-elus pundak jonghyun.

“akan ku carikan tempat untuk di gali ” minho sok bijaksana

“hei,, kalian ini! Kalian pikir ki bum anjing, dia masih hidup ! Biar appa membawanya ke rumah sakit sekarang . Bilang pada omma mu untuk segera menyusul ke rumah sakit, araseo !” tuan kim segera menggendong ki bum membawanya ke mobil dan pergi ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit ki bum langsung di rawat intensif, lalu tuan kim menunggui anak angkatnya itu yang terbaring di ranjang, penuh dengan selang2 dan kabel2 sana sini. Tak lama kemudian ny. Kim dan jonghyun datang ke rumah sakit setelah di beritahu oleh tuan kim, mereka masuk ke ruang dimana tempat ki bum di rawat.

“omma kenapa ki bum masih tidur ? Kenapa ada selang di hidung ki bum, kenapa baju ki bum ga di kancing?” tanya jonghyun beruntutan

“jonghyun ! kan omma sudah bilang kalau kamu mau dongsaeng mu ki bum, kau tidak boleh mengajaknya terlalu banyak main, lihat akhirnya beginikan ki bumnya sakit, kamu ga kasian liat ki bum sakit ” ny. Kim berusaha memberikan pengertian pada anaknya itu. Lalu suster datang dan menyuruh tuan kim dan ny. Kim untuk menghadap dokter.

“jonghyun-ah sana duduk di dekat ki bum, jaga dia ok, appa dan omma harus pergi dulu sebentar” kata ny. Kim lalu segera menyusul suaminya, jonghyun pun duduk di kursi sebelah ranjang ki bum, jonghyun melihat dongsaengnya itu baik2

“cepat sembuh ya ki bum ” bisik jonghyun pelan ke telinga dongsaeng kecilnya itu….

“jadi bagaimana keadaan anak saya, dok” tanya tuan kim

“anak anda menderita gangguan jantung ringan, kalau kita segera mengoperasinya masih ada harapan untuk dia menjadi seperti anak2 normal lainnya ” dokter park menjelaskan

“itu berarti berita bagus kan, yeobo ” kata ny. Kim pada suaminya itu

“apa kah benar ki bum bisa sembuh seperti semula ?” tanya tuan kim lagi

“tentu saja, walau ada kemungkinan di kemudian hari penyakit itu menyerang kembali ” jawab dokter park

“tapi setidaknya dia bisa sembuhkan, walau hanya untuk beberapa tahun..” tanya ny. Kim sungguh2

“ya, itu sudah pasti ” jawab dokter park menyakinkan

“baiklah dok, kapan ki bum bisa dioperasi ” tanya tuan kim

“kami akan mengoperasinya secepatnya ” jawab dokter park sigap……

“jonghyun-ahh, omma punya kabar baik untuk mu ” kata ny. Kim yang tiba2 masuk

“boh ? Omma ” tanya jonghyun yang langsung menoleh pada ommanya itu

“jonghyun-ah ki bum sebentar lagi bisa sembuh dan bisa kau ajak main, kalian bisa main sepuasnya ” jawab ny. Kim antusias

“yeobo, pelankan suara mu, ki bum masih sakit saat ini ” tuan kim mencoba mengingatkan istrinya itu

“tapi jonghyun kau harus janji untuk menjaga ki bum baik2 oke, agar ki bum cepat sembuh dan kalian bisa bermain ” kata ny. Kim pelan2 kepada anaknya itu

“yakso ?!” tanya ny. Kim sambil menunjukkan kelingkingnya

“ne, yakso..”jawab jonghyun dan menyambungkan kelingkingnya ke kelingking ommanya, lalu tersenyum manis,,,,…

“jonghyun-ah ayo pulang,,,” ajak tuan kim

“ngga mau, aku mau disini menemani ki bum, sampai dia bangun,,” jonghyun menolak dan tetap duduk di samping ki bum

“ehm,, kalau begitu, bagaimana kalau kita merawat ki bum di rumah saja yeobo,,” pujuk ny. Kim pada suaminya

“yeobo bukannya tadi kau sangat antusias dengan operasinya ki bum, kalau dari tadi dia bisa kita rawat di rumah aku sudah mengurusnya, tapi dia kan mau operasi 2 hari lagi mana bisa kita rawat di rumah,,,” balas tuan kim kesal, sedang kan ny. Kim hanya senyum2 malu ia lupa kalau ki bum akan di operasi

“eh… Lihat anak kita juga menuruni sifat mu yang konyol itu tahu, kau tidak tahu saja tadi saat ki bum pingsan, jonghyun menyamakan ki bum dengan coco ” keluh tuan kim

“siapa coco ?” tanya ny. Kim

“anak anjing minho yang baru meninggal kemarin, ah..tadi itu lucu sekali cerita nya…” jawab tuan kim sambil tertawa dan lanjut menceritakan yang tadi, suami istri itu pun malah asyik tertawa sedangkan jonghyun terus menunggu ki bum, memerhatikan dongsaengnya satu2 nya itu ia tak ingin kehilangan dongsaengnya dan hidup sendirian lagi….

Malamnya jonghyun ikut tidur di ranjang ki bum sedangkan orang tua mereka tidur di sofa, ketika semuanya tidur jonghyun justru tidak bisa tidur, ia takut kalau-kalau nanti ki bum akan sadar,

“onew hyung,,,,onew hyung,,, odiseo….” panggil ki bum yang mulai mengigau

“ki bum-ah, siapa dia, siapa onew hyung ?!” tanya jonghyun pada ki bum yang sedang tidur,

“dia…” jawab ki bum yang baru sadar tapi tiba2 berhenti bicara karena…

“ki bum-ah kau itu hanya punya satu hyung, hyung mu itu hanya aku. Jonghyun hyung, aku juga cuma punya satu namdongsaeng cuma kamu, mengerti… Sekarang hanya aku saja hyung mu” sela jonghyun lalu menepuk-nepuk dada dongsaengnya itu agar tertidur. Ki bum pun tertidur dan jonghyun pun akhirnya bisa tidur dengan tenang.

Onew pov

Baru saja aku tidur, aku pikir aku bermimpi indah.

Aku berada di halaman rumah ku yang luas, dimana dulu aku dan keluarga senang berkumpul di situ.

Bagi ku itu taman yang paling indah di dunia.

Kedua orang tua ku duduk berdua-an, memandangi aku dan ki bum yang masih normal saat itu. Mereka memandangi kami yang asyik bermain kejar-kejaran bersama anjing kecil kami, ki bum akhirnya menyerah dan bersembunyi di balik badan ku, lalu aku mengambil anjing ku dan memasukkan nya ke kandangnya. Tiba2…

“hyung….” key berusaha mengagetkan ku dari belakang dengan senyumnya yang sangat khas, dia terlihat begitu bahagia, lalu dia berlari dan kabur dari ku saat aku hendak mengejar nya….tiba2 aku terbangun .

Walau itu sebuah mimpi indah tapi entah mengapa bagi ku, key seperti menyiratkan sesuatu dalam senyumnya itu, mungkinkah sesuatu sedang terjadi atau akan terjadi….

“key tunggulah, hyung pasti akan cepat2 menjemput mu,,,” kata ku berusaha menyampaikan nya pada key melalui batin,

Onew pov end…

Operasi key pun berjalan sesuai rencana. Namun dia masih perlu di rawat untuk beberapa hari ke depan. Beberapa hari pun berlalu key sudah di ijinkan dokter untuk pulang ke rumah. Jonghyun dengan senyumnya yang lebar masuk menuju ruangan dongsaengnya itu.

“ki bum….” sapa jonghyun yang baru membuka pintu

“oh- hyung” balas ki bum gembira,

“sebentar lagi kita bisa bermain dech,,, sudah lama aku tak bermain karena menunggu sembuh…” keluh jonghyun

……***

Sesampainya di rumah baru, ki bum langsung menuju kamarnya, baru dia membuka pintu tiba2

“come on yo!!! Dj turn the music on ” kata taemin amburadul karena baginya pelafalan inggris sangat lah sulit, lalu minho menyalakan lampu juga musicnya, ternyata kamarnya sudah di ubah menjadi lantai dansa,

“dari pada main bola, mending nge-dance kan, ” kata taemin sambil menaikkan kedua alisnya

“iya, maafkan aku ya, gara2 main bola kamu jadi sakit ki bum, apa kau suka menari…” tanya minho,

“selamat datang kembali dongsaeng ku,,,kembali ke rumah…” sambut jonghyun ceria, “untuk itu kami akan menari untuk mu” lanjut jonghyun…musik pun dimainkan, jenifer lopez- do it well, jonghyun, minho dan taemin pun menari bersama dengan taemin yang memimpin di depan, ki bum memerhatikan dengan seksama sesekali tersenyum sambil tepuk tangan, lalu mereka pun selesai menari. Lalu taemin mengajak ki bum menari ternyata ki bum sudah bisa mengikuti nya dengan baik dan lancar

“hia !!! Otteogamyeon ???” reflek jonghyun teriak kaget melihat dongsaengnya begitu lancar menari

“padahal kan kita belajar ini sudah dari sebelum natal,,, sedangkan dia baru lihat sekali saja sudah…” minho ikut-ikutan heran

“dia memang punya bakat dalam hal menari…. Sama seperti aku hyung…” taemin menambahkan.

“bagaimana kalau kita tukeran dongsaeng ” bisik minho pada jonghyun, berusaha memberi penawaran lagi

“tidak akan! ” jawab jonghyun berbisik juga..

“baiklah kalau begitu ku tanyakan saja pada ki bum langsung…” kata minho marah2, “ki bum-ah !!!” panggil minho

“ne, ada apa hyung ?” tanya ki bum yang segera menghampiri minho

“bagaimana kalau kau jadi dongsaeng ku saja, jadi aku punya 2 dongsaeng,,,” minho bertanya dengan lembut

“boleh juga, lagi pula minho hyung lebih tampan dan lebih keren dari pada jonghyun hyung…” jawab ki bum senang

“bagus itu hyung, jadi aku punya dongsaeng” taemin ikut-ikutan,

Jonghyun jadi pusing mau bilang apa, karena ki bum juga menginginkannya, akhirnya jonghyun berlari ke omma nya sambil menangis…***

Malamnya ki bum diam2 terus memandangi telpon, menunggu siapa tahu onew hyung nya menelpon tapi telponnya tak kunjung berbunyi, sekalinya berbunyi, bukan suara orang yang dia tunggu yang menelpon. Tiap ada kesempatan ki bum selalu melakukan hal yang sama. Sampai jonghyun memerhatikannya dan berusaha mengahlihkan pandangan dongsaengnya itu. Akhirnya perlaha-lahan ki bum mulai melupakan hyung kandungnya itu, walau di tempat lain,,, onew justru selalu mengingat janji untuk segera menjemput key dari orang tua angkatnya……

5 tahun berlalu…..

Seorang pria gagah, mengenakan setelan jas hitam rapih, lengkap dengan kaca mata hitam masuk ke panti asuhan dimana onew berada, dengan mobil jaguar hitam elegan, turun dari pintu mobilnya dan menemui ibu kepala.

“ada apa tuan ingin menemui saya ?” tanya suster kepala

“masih ingat dengan saya ?” tanya pria itu sambil membuka kaca mata hitam nya,

“ah…”kata suster kepala kaget setelah memperhatikan pria itu baik2

“jadi dimana kim jin ki sekarang ?!” tanya pria itu tegas…

t…b…c…

2 pemikiran pada “Hyung nae majimak soomul part 1

  1. Haha Lucu bget pas Bagian Jonghyun yang merengek Sama ortunya :v
    Bener Juga Sih , Gak bisa bayangin Key jadi anak pendiem haha

    FF nya Daebak !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s