Sorry. . .

Teddy-saying-sorry

Sebelumnya aku mau minta maaf karena baru bisa update sekarang-sekarang ini. Belakangan ini aku sibuk banget sich,,

Aku baru selesai ujian praktek.. UAS.. tinggal UN..

Hehe.. belum lagi ini dan itu..

Akhir SMA yang menyibukkan.. besok ada T.O 20 kode soal.. wuuh,,, cape..

Hehe.. terus kalau yang bagian news nya kurang update.. sorry ya,,

Jujur cari berita dan translatenya itu butuh proses..

Ntar,, pas udah liburan.. aku janji untuk publish lebih banyak lagi beritanya..

Untuk yang FF apa ada yang nunggu..

Hehe.. engga juga ga apa-apa sich,, author nya juga sepertinya masih sibuk juga +_+

ya kira-kira bulan May.. aku baru bisa bernafas sedikit lah,, ya,,

Sorry.. sekali lagi.. sorry,,

Tapi tetep stay.. ya^^

Welcome. . . Tour Guide Wp


YEONGSEO

Hello…. chinggudeul ^^

Welcome to byeolbitmykorean….

Sepertinya kalian butuh beberapa penjelasan tentang blog ini^^

WordPress ini diurus oleh 2 admin sekarang…

WordPress ini tidak ada hubungannya dengan wordpress lain ok!

author FF disini yaitu admin utama memang suka kirim FF ke Wp lain tapi tidak ada hubungannya dengan Wp tersebut…

Jadi kalau mau nanya-nanya tentang Wp ini,, lebih baik langsung di WP ini aja..

tolong jangan bikin admin malu =_=

admin juga udah bikin kolom twitter untuk mempermudah kalian kalau mau nanya.. 

Please jangan tanya ke yang lain,, cukup tanya admin aja..

Sekarang kita mulai tour guide nya^^

Tentu para pecinta Korea ngerti banget artinya K-Boom itu apa..

K-Boom itu semua hal yang berhubungan dengan drama-drama Korea

Ini juga menyangkut para aktor dan aktrisnya ya,,

Maka dari itu kalau kalian mau baca berita seputar drama, tinggal di cari di kategori K-Boom..

Selain itu juga ada K-Wave,,

K-Wave udah pada tau kan!!

K-Wave itu tentang berita seputar para idolnya Korea. Taukan yang dimaksud idol itu para boyband and girlband nya..

Jadi kalau mau baca berita tentang para idol kamu, tinggal klik kategori K-Wave..

di Wp ini juga ada Fan Fiction atau yang biasa disingkat dan dikenal FF..

Kalau kalian pusing dengan kategori FF yang disediakan, memang admin akui yang bagian FF masih acak-acakan dan perlu penjelasan panjang jadi lebih baik untuk pengertian yang lebih mudah. Kalau para readers mau baca FF tinggal klik FF Land’s terus klik FF Library.

Disitu disediakan semua judul FF beserta linknya..

tinggal klik judulnya dan kalian bisa baca FF nya..

Admin juga mengijinkan dan sangat membutuhkan FF kalian untuk meramaikan Wp ini..

Kalau kalian tertarik bisa klik menu FF Land’s lalu klik Format FF

disitu disediakan semua tata cara pengiriman FF..

Ayo  bantu author bikin Wp ini jadi rame pengunjung!!

Selain itu juga disini admin nyediain lirik lagu Korea beserta terjemahan indonesianya, admin berusaha untuk membuat terjemahannya bener-bener akurat meskipun admin sendiri ga ngerti bahasa korea..

Well,, karena admin sendiri yang terjemahkan.. Jadi admin terjemahkan dari terjemahan inggris dan terjemahan Koreanya langsung. Meskipun pasti tetep kurang akurat.. hehe^^

kalau kalian mau baca lirik-lirik lagu, klik kategori Lirik d+ terjemahan indonesia terus klik siapa artisnya,, nah nanti postingan lagunya akan keluar..

akan admin usahakan untuk membuat daftar lagunya ke sebuah menu..

ditunggu ya..

Please be a active readers oke,, we need comment,

You comment we reply..

Don’t worry kalau2 kita bakal nge bully, in here no bullying

Apapun request kalian kita bakal coba penuhin walaupun itu adalah hal yang kami benci sekalipun,

Selain nunggu ff, kami juga tunggu request kalian, mau apa? berita shinee yang terbaru kah atau pairing in shinee?

kalian mau curhat juga boleh,, hehe siapa tau admin bisa bantu..

Soalnya admin punya ilmu psikolog gitu 1% lah…

apapun itu tulis di request readers,,, gomaweo chinggudeul^^ annyeong…

lowongan pertanyaan untuk seputar hello baby SHINee

shinee hello baby

karena saya admin kim kiji, ya seorang shawol, so pasti berhubung ini blog baru juga, kami sedang buth-butuh sekali akan komen kalian,,,jadi jika kalian shawol, atau ya sekedar kebingungan atau ada yang ga jelas, pengen lebih tahu atau apapun itu tentang SHINee hello baby season 2. silahkan tanyakan disini, request juga boleh banget…..

so come on asking me….

tanya nya lewat komen ya,,,bukan sms atau telpon,,,

silahkan komen,,,,,^^

‘SILENT READER’

Ehkm.. ehkm … (mic nya sudah siap ?? cae lah ..)

‘SILENT READER’..  

Ya.. kalian tau kan ?? ini blog masih baru banget. Jadi kami ADMIN sekalian, MENGINGINKAN,MEMBUTUHKAN,MEMERLUKAN(apa beda nya ?? ngga tau dah..) komen kalian semua.

Aku tau, pengunjung blog ini lumayan, ngga kosong. Tapi komen nya masih kosong banget…. jadi kami tuh butuh banget komen kalian..

Ngga punya ID KOMEN ??

Ngga punya juga Bisa komen kok.. ngga usah takut komen. Kami ngga akan bunuh kalian klo ngomen.. (hehe.. peace) malah kami seneng. (asal komen nya ngga nge-BASH)

Belum ada yang ngomen jadi aku ngga ngomen..

Ya elah.. masih jaman yah yang begituan ?? justru bagus tau klo ngomrn pertama tuh..

 

Okok.. komen ok..

Gue bales ntar.. kkkk~~~

Pai .. pai.. ^^

The Way Love – Baek!! I’m baek(back)!!

thewaylove-onfallcouple

The Way Love

by Onfanllcouple

Chapters

Teen

love, friendship, family

 @cafeposterart Lee Yongmi

Exo k + Jongdae, Candy/ Jung Eunwoo (OC),

Choi Sooyoung, Oh Sehee (OC), Lee Hongbin

“. . . Itulah mengapa aku seperti ini sekarang. Lagi pula cinta memang tak harus selalu memiliki. Sambil menunggu cinta lain, berharap bukanlah suatu hal salah, bukan?!”

Perkataan itu seperti menusuk dada ku. Mungkin aku juga harus melakukan hal yang sama suatu saat nanti.

.

 

Happy reading^^

Chap 1 :

Baek!! I’m baek(back)!!

. . . . . .

. . . .

. .

.

 

Seorang yeoja cantik berjalan cepat-cepat menuju sebuah bangku yang ada di taman belakang gereja. Yeoja itu berjalan sambil mengepal kedua tangannya kuat-kuat, ia terlihat sangat kesal. Yeoja itu menarik nafas panjang sebelum ia menduduki bangku itu. Ia menutup matanya lalu menggerakkan ujung belakang kakinya, mengais tanah dibawah bangku dengan heels sepatunya. Setelah ia merasa menemukan sesuatu, yeoja itu membuka matanya. Takut-takut ia merunduk dan melihat sebuah permen hasil galiannya. Ia tau hasilnya pasti masih sama. Tapi ia tetap mengambil permen itu lalu memutar mundur kedua ujung plintiran nya pelan-pelan. Yeoja itu mendengus kesal begitu melihat isinya tetap sama.

“HUUHH….!!” ia menghembuskan nafasnya panjang dengan kesal

“Babo!! Kau babo!!” decak yeoja itu dengan kesal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“sampai kapan aku harus menunggu..” ia menggosok rambutnya kasar

“dasar kau Berengsek!!”

Selesai mengeluarkan amarahnya, sang yeoja kembali membungkus permen nya dan mengubur nya ke tempat semula.

“Candy agashi, nae dalkoman sarang^^!!”

Panggil seorang namja yang baru datang menghampirinya.

“ne, Junmen..” melihat si namja mengeryitkan dahinya, yeoja itu baru sadar ia melupakan sesuatu

“Junmen oppa!! Oppa sudah selesai berdoa?” yeoja itu membuat suaranya terdengar semanis mungkin

“ne.” namja itu mengangguk sambil tersenyum, “ayo!! Kita harus pergi sekarang!”

00)–*_*–(00

Hari sabtu ini bandara Incheon terlihat padat, dipenuhi banyak orang. Maklum akhir pekan biasanya banyak penerbangan dari luar negeri. Baru saja pesawat dari Van Couver tiba. Terlihat seorang namja yang berbeda diantara para penumpang bule yang baru turun. Namja dengan tinggi 178 cm, bermata sipit, kulitnya putih bersih.  Ia hanya mengenakan celana pendek putih dengan kaos kuning spongebob yang begitu mencolok. Untung ia masih memakai jaket kulit berwarna coklat tua pekat. Ditambah sepatu sport Nike kuning dengan lidah berwarna putih. Namja itu tidak kalah tampan dari para namja bule disekitarnya. Tampan atau tidak, jujur untuk saat ini namja itu tidak memperdulikannya. Meskipun banyak wanita yang terpesona di belakangnya, bahkan mengikutinya diam-diam. Namja itu menggendong ranselnya sambil juga menarik kopernya yang berwarna ungu. Dipertengahan jalan menuju pintu keluar. Namja itu berhenti sejenak, berdiri ditengah-tengah kerumunan lalu membuka kaca mata hitamnya. Jantungnya berdegup kencang lalu sebuah senyuman terukir di bibirnya.

“woahh!!!”

Ia melepas pegangan pada kopernya lalu mengepal kedua tangannya didada

“ahhh!! I’m Baek!! Byun Baek hyun is Baek!! wuuuhhh. . .”

Namja itu berteriak tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.

“I miss her A Lot.. I must meet her now!!”

00)–*_*–(00

 

Baekhyun Pov

 

Aku baru saja sampai di Korea dan rasanya senang sekali bisa kembali disini, di negara ku sendiri. Tempat aku menghabiskan masa kecil ku atau setengah hidup ku. Well, umur ku sekarang 19 tahun dan aku pindah ke Van Couver saat aku berumur 13 tahun. Untungnya omma sudah menyiapkan semua keperluan ku disini. Begitu sampai aku sudah disambut seorang supir yang mengantar ku ke rumah.

Sebenarnya omma ku tidak suka aku kembali ke Korea. Karena disini aku tinggal sendiri sedangkan orangtua ku menetap disana. Omma ku khawatir tidak akan ada yang memperhatikan ku disini. Tapi aku menyakinkan omma karena adeul satu-satunya ini suatu saat nanti juga tetap akan pergi darinya.

Bukan nya aku tidak suka Van Couver. Justru aku sangat suka tempat itu. Rumah ku disana dekat pantai. Aku hanya perlu berjalan 15 menit untuk menikmati pantai yang indah. Aku punya banyak teman dari berbagai negara. Jangan salah, bahkan aku punya banyak teman Korea disana. Hanya saja ada seseorang penting dalam hidup ku dan masalahnya dia tidak ada di Van Couver tapi dia tinggal di Korea.

Dulu aku berjanji padanya untuk ada disampingnya, jadi pendukungnya. Dia minta pada ku untuk tidak pergi. Tapi aku bisa apa? Waktu itu aku masih terlalu kecil untuk tinggal sendiri. Aku tidak punya sanak saudara disini yang bisa merawat ku. Sekarang waktu nya aku untuk menepati janji ku.

Begitu sampai di rumah, aku langsung menyimpan barang-barang dan pergi menggunakan mobil. Aku tidak tau dimana dia sekarang. Dan ada banyak perubahan yang terjadi di Seoul. Untungnya dia sangat terkenal jadi aku tidak perlu susah mencarinya atau tidak juga.. Aku mengetik nama nya di mesin pencari dan terlalu banyak deretan halaman yang harus ku cek.

Dreet…

Aku merem mendadak. Oh,, bodohnya aku! Apa yang ku lakukan? Aku menyetir sambil menggunakan hp. Alhasil aku menabrak seseorang sekarang..

Aku segera turun dari mobil ku dan menghampiri nya. Dia seorang namja yang sangat tinggi menurut ku. Bukan nya aku tidak pernah lihat orang yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari dia banyak ku temui saat di Van Couver. Tapi tidakkah dia terlalu tinggi untuk ukuran orang Korea?

Aku melihatnya terjatuh tadi dan ku pikir kakinya terselip di ban depan kiri mobil ku. Aku menolongnya untuk berdiri. Bukan nya aku mau membela diri dia memang cepat-cepat tadi dan tak melihat kalau lampunya masih hijau. Aku pikir aku sepenuh nya salah, ternyata tidak juga. huuh,,, aku sedikit lega.

“kau tidak apa-apa?”

Tanya ku sambil memperhatikan ujung sepatu kaki kiri nya yang lecet. Tapi dia malah sibuk memunguti barang-barangnya yang berjatuhan. Dia terlihat sangat panik sekali. Aku membantunya memunguti barang-barang itu.

“hmm,, kau yakin, kau baik-baik saja?”

Tanya ku sekali lagi sambil memberikan barangnya. Akhirnya dia bersuara juga sambil memperhatikan setiap lightstick yang sudah kembali di rangkulannya.

“oh,, iya. Aku baik-baik saja. Maafkan aku cepat-cepat tadi.”

Namja yang cukup sopan pikir ku. Dia sama sekali tidak menuntut apapun?

“hmm,, memangnya kau ada urusan yang sangat penting sekali ya?”

“ya. Aku harus cepat-cepat. Aku sudah terlambat seperti nya.”

“oh, kalau begitu kau naik saja ke mobil ku. Aku bisa mengantar mu.”

“tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

“tapi sepertinya kaki kiri mu terluka. Apa itu tidak sakit? Ayolah, aku akan merasa sangat bersalah kalau tak bisa membantu mu.”

“baiklah kalau itu mau mu.”

Aku membukakan pintu mobil ku untuk nya. Dia masuk malu-malu.

“kau mau kemana?”

“ke apgujeong, hall.”

“ah,, bian. Bisa kau tunjukkan saja jalannya. Aku sudah lupa jalan-jalan di Seoul. Aku baru kembali ke sini setelah 8 tahun di luar negeri.”

“oh,, kau orang baru. Baiklah, aku mengerti. Nanti didepan sana kita belok kanan. Ok.”

“ok. Dari tadi aku belum tau siapa nama mu?”

“aku Park Chanyeol”

Namja tinggi itu membetulkan letak kaca matanya sambil berkaca lewat kaca spion depan.

“aku Byun Baekhyun. Senang berkenalan dengan mu. Aku harap kita bisa dekat, karena aku tidak punya teman disini.”

Aku memberikan senyum lebar ku pada nya.

“oh,, tentu saja. Kenapa tidak?”

“ngomong-ngomong kau mau kemana dengan lightstick itu?”

“tentu saja aku mau nonton konser.”

“tapi kenapa banyak sekali?”

“beberapa member menitipkannya pada ku. Hari ini kami harus memberikan dukungan penuh untuk Candy. Akhirnya setelah setahun dia tampil untuk persiapan comeback dengan album ke-3”

‘Candy!’

Aku terdiam sejenak mendengar nama itu. Candy? But, Why??

“kau baik-baik saja?”

Tanya nya pada ku.

“Oo.. oh,, tentu saja. Kau fans Candy?”

“iya, aku fans berat nya. Kau sendiri?”

Aku baru sadar kalau lightstick yang dipegangnya dari tadi berwarna ungu muda. Mungkinkah itu..

“hmm,, aku tidak tau tentang K-Pop. Kau tau kan kalau aku baru disini.”

“oh, kalau begitu bergabunglah bersama kami menjadi member The Talgiers. Candy gadis cantik yang imut. Kau pasti menyukainya. Suara dan tariannya juga sangat bagus. Dia bahkan dijuluki ‘The Little sister Korea nations’ karena dia berhasil menyebarkan budaya haluyu ke berbagai negara. Aku bertaruh saat pertama kali kau melihatnya. Kau akan langsung jatuh cinta pada nya.”

“tapi aku tidak tau apa-apa tentang nya.”

“tenang saja, aku akan memberitaukan mu banyak tentang nya. Sebanyak apapun yang kau mau.”

“kau benar-benar fans berat nya?”

“oh,, tentu saja. Aku belum memperkenalkan diri ku secara resmi pada mu, ya?!”

Aku tertawa ketika ia melirik ku dengan senyum nakal nya.

“Perkenalkan aku Park Chanyeol, presiden the Talgiers.”

00)–*_*–(00

 

Akhirnya kami sampai juga. Chanyeol terus menceritakan banyak hal tentang Candy pada ku disepanjang jalan.

“huuh,, sudah duga terlambat.” Keluhnya.

Kami berjalan masuk ke dalam gedung konser. Aku pikir kami benar-benar terlambat. Tapi yang ku lihat adalah banyak kursi penonton yang belum terisi bahkan lebih dari setengahnya.

“tapi,, Chanyeol acaranya bahkan belum dimulai.”

“kalau kita datang lebih awal. Kita bisa menonton rehersial nya.”

“oh,, memang diperbolehkan? Biasanya artis tanpa make up itu kan sedikit.. kau tau maksud ku?”

“tidak. Candy berbeda, dia tetap cantik tanpa make up.”

Itukan kata mu! rutuk ku dalam hati.

“lagi pula selama kau ada bersama ku. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku ini fan exclusive.”

Kemudian Chanyeol berbisik ke telinga ku. “jadi aku bebas berinteraksi dengan Candy.”

“wahh,, presiden club memang berbeda ya.” bisik ku ke telinga nya. Chanyeol tersenyum menyeringai.

Setelah menunggu setengah jam, ruangan konser pun penuh. Tiba-tiba semua lampu mati, ruangannya menjadi gelap. Aku cukup kaget dan mematung ditempat ku. Lalu Chanyeol menarik tangan kiri ku yang memegang light stick ke atas. Ternyata semua juga melakukan hal yang sama. Kini ruangan mulai terlihat terang dipenuhi cahaya violet. Terdengar dentuman drum.

For all over the time, I was waiting you

Here I am. But, where you go

Suara yang begitu lembut mulai mengalun mengikuti irama drum. Itu,, suara.. ya,, aku yakin sekarang. Itu dia..

My love, oh.. my love,,

Dia ada di situ. Sebuah lampu menyorotinya dari atas. Dia berbalik menghadap para penonton. Gadis itu , iya itu dia! Gadis cantik yang selalu ada di dalam hati ku, yang selalu berhasil membuat jantung ku berdetak sangat kencang.  Untuk pertama kali nya lagi aku dapat melihat nya.

Candy I’m here right now, I’m watching you.

Did you see me?

Dia sekarang bertambah cantik. Rambut bergelombangnya yang di lilitkan keatas ditambah bandana pink melekat dikepalanya. OMG dia memakai make up. Terakhir yang aku lihat hanyalah seorang anak perempuan kecil yang memakai jepit ungu disebelah kanannya. Ia tersenyum polos sambil menunjukkan giginya yang ompong dan sekarang.. dia tampil begitu cantik nya diatas panggung yang mewah.. Apakah itu sungguhan dia?? Candy?

Pov off

00)–*_*–(00

 

Gadis cantik itu sedang duduk didepan meja riasnya. Eonni perias yang berdiri disampingnya menuangkan sedikit toner ke atas kapas dan mengusap wajah gadis cantik itu pelan-pelan. Gadis itu menutup matanya membiarakan onnie perias menghapus make up nya. Setelah wajah nya bersih, ia memakai bedak bayi diwajahnya dan sedikit lip gloss juicy pop di bibirnya. Seorang gadis cantik yang elegan diatas panggung kini hanya seorang gadis cantik sederhana.

“baiklah, tugas ku sudah selesai sekarang. Aku pergi dulu Candy.”

Onnie perias itu pergi meninggalkan Candy dan seorang pria masuk menggantikannya. Seorang pria tampan yang manis. Dia tetap terlihat feminim dengan celana denimnya. Bentuk kakinya terlalu bagus seperti wanita.

“annyeong,, nae shin(dewi)”

“ehm,, aniyo. Naega animida oppa.”

“nae talgie..”

“my sweetheart..”

“wo tian..”

“kenapa tiba-tiba mandarin?”

“you didn’t know mandarin it’s the second language now!”

“oppa ngomong apa?”

“oh… dear.. Candy! Kau itu belajar bahasa inggris dari kecil. Masa satu kalimat sederhana itu saja kau tak mengerti.”

“oppa,, oppa tau kan aku seperti apa.”

“memang apalah yang kau tau di dunia ini?”

“oppa!!” teriak Candy kesal

“setidak nya aku tau bagaimana caranya menggoda seorang pria!” kemudian pria itu mendekat lalu mencubit hidung nya gemas.

“ah,, aku baru mengerti sekarang. Kenapa seseorang seperti mu bisa mendapat predikat ‘The little sister Korea nations’?”

“wae?”

“bagaimana kau tidak menyebarkan budaya haluyu kalau setiap keluar negeri kau selalu bawa translator. Kau tidak sadar kau sudah menyiksa fans mu yang di luar negeri. Mereka harus belajar bahasa korea kalau mau bicara pada mu. Wah,,, daebak!!”

Pria itu menghadap Candy bertepuk tangan untuknya.

“oppa!! geuman ne,”

“araseo. Uri candy neun neomu yeppeoseo. Itulah mengapa kau di juluki ‘the little sister Korea nations’ keuchi?”

“nah, itu baru benar.”

“ayo, cepat kita pulang!”

“oppa saja yang pulang duluan. Aku harus pergi ke suatu tempat.” Candy memberikan senyum manisnya.

“ke tempat si mata besar itu lagi?! Sampai kapan kau akan terus jalan bersama nya? Kenapa tidak dengan Junmyeon saja? Menurut ku dia lebih cocok untuk mu.”

“setiap hari aku jalan bersama Junmen oppa melebihi dengan nya. Apa oppa tidak sadar, Junmen oppa kan manager ku.”

“ahk,, sakit.” Pria itu mendadak kesakitan sambil memegang dadanya. Pikirannya melayang pada seseorang di luar sana.

“lihat, itulah alasannya dia tidak mau kembali. Sampai kapan oppa akan terus mengejek temannya? Sudahlah aku harus pergi sekarang. Jangan lupa bilang pada Junmen oppa aku pergi. Ok!”

Candy pergi meninggalkan ruangan nya, sementara pria itu masih memegangi dadanya. Lalu pria itu mengambil hp nya. Mencoba menghubungi seseorang.

00)–*_*–(00

 

Candy sekarang berada didepan pintu sebuah apartemen. Tanpa memencet bel, Candy masuk setelah memencet beberapa angka di bawah gagang pintu. Sebuah apartemen yang mewah dengan desain interior yang elegant-chic. Semua terlihat dari barang-barang mewah yang menghiasi sudut-sudut ruangan. Gadis itu melepas sepatu high heels nya. Berjalan pelan-pelan berusaha untuk tidak membuat sedikit pun suara. Langsung menuju ruang makan yang bersatu dengan dapur. Candy menjatuhkan dirinya di salah satu kursi merah di meja makan. Gadis itu tersenyum sambil melihat punggung pria yang sudah satu minggu ini tidak dilihatnya. Rupanya pria itu sedang sibuk memasak.

“kau sudah datang, cepat sekali. Oppa baru saja mulai memasak.”

Pria yang memakai sweater biru itu berbalik sambil memegang spatula. Mata besarnya ikut tersenyum dengan bibirnya yang membentuk hati. Terlihat manis sekali.

“Oppss, aku ketauan. Seharusnya oppa berpura-pura tidak tau.”

“baiklah..”

Pria itu berbalik lagi ke posisinya semula. Lalu Candy dengan antusiasnya berjalan menghampirinya sambil menepuk bahu kanan pria itu, berusaha membuatnya kaget.

“hh,, astaga!”

Candy tau pria itu hanya pura-pura terkejut tapi dia menikmatinya. Setiap momen bersama pria itu sangat berharga untuknya.

“Kyungsoo oppa,,” panggil Candy. Gadis itu menaruh kedua tangannya diatas bahu kanan pria itu.

Do Kyungsoo, pria yang sudah mengisi hati ‘the little sister korea nations’ selama beberapa tahun belakangan ini. Pria yang tiada hentinya memberikan cinta nya pada gadis itu. Apapun yang terjadi. Kyungsoo berjanji akan tulus mencintai Candy seumur hidupnya. Dia akan melakukan apapun untuk membuat gadis itu bahagia, sungguh.

Pria bermata besar yang terlihat seperti burung hantu. Seharusnya itu menakutkan tapi pria itu selalu melakukannya. Ia akan membelalakan matanya lebar-lebar. Seakan-akan biji matanya akan keluar dari kelopak matanya. Setiap kali gadis itu bersedih mata itu justru selalu berhasil membawa tawanya kembali.

Wajahnya akan memanjang sedikit dan pipi nya akan ikut mengkerut mengikuti gerakan bibirnya yang terangkat ke sebelah kanan. Begitulah cara pria itu tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya. Senyumannya manis. Ditambah bibirnya yang membentuk hati. Membuat hati setiap gadis akan lumpuh sesaat dari emosinya. Itulah mengapa pria itu selalu tersenyum disaat dada Candy sedang kempas-kempis dipompa amarah. Dia selalu ada disitu, saat gadis yang lebih muda darinya itu membutuhkannya.

Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Mereka menjadi sahabat satu sama lainnya sejak kecil. Berawal dari sebuah kelas batita di gereja bahkan sampai saat ini setelah mereka masuk universitas, mereka tetap bersahabat. Walau salah satu diantara mereka pergi.

Candy sangat menyayangi Kyungsoo dan ke-2 sahabatnya yang lain. Begitu juga Kyungsoo tapi cinta nya untuk Candy adalah sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan melebihi batas pertemanan. Tapi kasih diantara pria pada seorang wanita. Jujur, Kyungsoo ingin memiliki Candy seumur hidupnya. Kyungsoo merasa ia berhak mendapatkan gadis itu karena ada banyak alasan.

Kyungsoo merasa ia tau semua hal tentang Candy. Ia tau tanggal ulang tahun Candy 2 Oktober dan waktu itu Candy lahir di Jeju karena orangtua sedang ada bisnis disana. Kyungsoo juga selalu ada disetiap ulang tahun Candy dan memberikannya kado. Kyungsoo dekat dengan salah satu oppa Candy. Sesulit apapun jika Candy yang meminta Kyungsoo pasti akan melakukkan nya. Itu hanya beberapa dari sekian banyak hal yang dilakukan pria itu.

“gomaweo..” bisik Candy lembut ke dalam telinga pria itu.

Kyungsoo menggerakkan kepalanya menghadap Candy yang baru selesai berbisik di telinganya. Untuk sesaat mata mereka bertemu. Semua mendadak hening seketika kecuali jantung Kyungsoo yang berdegup sangat kencang ketika mata mereka bertemu. Pipi Candy yang merah merona membuatnya tampak lebih imut.

“saranghae..”

Satu kata manis yang selalu di ucapkannya pada gadis itu, berulang-ulang tanpa lelahnya. Dulu saat Kyungsoo berumur 7 tahun ia pernah mengajak Candy ke mini market. Alhasil, Candy merengek minta dibelikan coklat sambil memberikannya, Kyungsoo menghapus air mata gadis kecil itu dengan kedua ibu jarinya. Lalu mengecup dahinya dan membisikkan kata itu lembut di telinga Candy. Tapi gadis kecil itu hanya tertawa polos.

Candy pernah hilang dalam sebuah wahana permainan. Semua sibuk mencarinya namun tetap tak menemukannya. Kyungsoo turun dari perosotannya dan jatuh diatas bola-bola plastik berwarna-warni. Anak laki-laki bermata besar itu masuk ke dalam bak bola. Ternyata Candy ada didalam sana berusaha kabur dari kedua oppanya. Gadis kecil itu menutup mulut Kyungsoo dengan tangan kanannya.

“jangan beritau oppa!” bisik nya

“aku tidak akan memberitaukannya karena aku mencintai mu.”

Sekali lagi itu berhasil membuat gadis itu tersipu malu.

Masa-masa kecil yang mereka habiskan sampai sekarang akan selalu menjadi memori indah yang tak terlupakan. Dan tanpa sengaja hal-hal itulah yang menyebabkan berbagai rasa tumbuh sungguhan diantara mereka tanpa benar-benar disadari. Sesuatu yang terlihat sepele dan polos. Sebuah ketulusan hati yang tidak bisa ditebak akhirnya.

00)–*_*–(00

 

Baekhyun pov,

 

Selesai konser tadi aku mengantar Chanyeol ke rumahnya. Sekarang aku tau dimana dia tinggal. Jadi aku bisa datang kapanpun ku mau. Dia sepertinya anak orang kaya. Hahh.. itu tidak terlalu penting juga bagi ku.

Aku tidak mengerti bagaimana bisa ada seorang fans sepertinya. Ia benar-benar fans berat Candy. Bagaimana bisa ia tau lebih banyak tentang Candy dari pada aku. Dia lebih terlihat seperti seseorang yang jatuh cinta pada Candy daripada sekedar seorang fans. Membuat ku tertarik untuk bertanya sedikit pada nya setelah aku sampai didepan gerbang rumah Chanyeol tadi.

“kau benar-benar menyukai Candy?”

“ne. Aku sangat menyukainya.”

“kau juga mencintai nya?”

“ne.”

“lalu kenapa kau tak disampingnya saja? Kenapa kau hanya jadi penggemarnya selama kau bisa dekati dia?”

“aku sudah lama mengenalnya. Bahkan sebelum ia menjadi artis terkenal seperti saat ini. Dulu aku hanyalah kakak kelasnya yang suka mengintip dia diam-diam sambil melewati kelasnya. Aku belajar musik karena aku ingin bisa mengiringi nya bernyanyi. Aku mempersiapkan banyak hal untuknya. Karena aku benar-benar mencintainya. Akhirnya aku menyatakan perasaan ku padanya. Dan kau tau apa jawabannya?”

Chanyeol terdiam sejenak mengubah posisi duduknya ke depan sebelum kembali melanjutkan perkataannya.

“dia bilang, dia menyukai ku tapi tak bisa mencintai ku. Ada seseorang yang ditunggunya sampai saat ini. Tapi dia ingin aku mendukungnya. Itulah mengapa aku seperti ini sekarang. Lagi pula cinta memang tak harus selalu memiliki sambil menunggu cinta lain, berharap bukanlah suatu hal salah, bukan?!”

Perkataan itu seperti menusuk dada ku. Mungkin aku juga harus melakukan hal yang sama suatu saat nanti.

Pov off

00)–*_*–(00

 

Candy dan Kyungsoo memakan pasta mereka masing-masing, sambil menikmati makanan mereka. Kedua insan itu juga sangat menikmati suasana mereka saat ini. Suasana yang begitu romantis bagi Candy. Dimana ia makan bersama seorang pria sambil mendengarkan lagu kesukaannya.

Semuanya baik-baik saja sampai seseorang mengganggu lewat hp Kyungsoo. Dengan sigap Kyungsoo mengeluarkan hpnya dari kantong celananya. Lalu menatap layar nya.

“siapa itu oppa?”

“Jongdae. Aku mengundangnya makan tadi.”

“oh. .”

Kyungsoo menjawab telponnya.

“ne. Aku tau kau sibuk.”

“boh??! Jeongmal??”

“jinjja Baekhyun di Seoul??”

 

 

 

To,, be,, continue..

 

Wahhhh?? Gimana? Gimana?

Weird ya??

Thanks udah mau baca ^0^

Harusnya ini FF untuk natal kemaren tapi berhubung kesibukan ku yang tidak jelas .. ya beginilah jadinya..

Please komen ya^^

I’m waiting..

Tunggu chap berikutnya ok!!

A..kkebdda,, a kkeb song.. ..

kkaeb song

A..kkebdda,,   a kkeb song.. ..

by Onfanllcouple

drabble

fluff

teen

Baekhyun, Jung Eunwoo (OC)

Ketika seorang Baekhyun yang ceria dan tak tau malu ingin mengungkapkan perasaannya pada seorang gadis.. Sampai akhirnya mulutnya bekerja begitu saja..

Happy nice reading^^

. . . . . .

 

 

“ada apa Baekhyun?”

Ini sudah kesekian kalinya gadis mungil itu bertanya pada pemuda yang kini sedang menarik  lengan kanannya.

“Baek, aku ada les piano dan sekarang aku sudah telat karena pelajaran tambahan mendadak dari Jung songsaengnim. Jadi bisakah kau lebih cepat atau ..”

Gadis itu menggantung ucapan nya sembari mencoba menilik mata Baekhyun. Namun usahanya gagal karena Baekhyun tetap menundukan kepalanya sedari tadi.

“.. atau mungkin, kau bisa mengatakannya lain waktu??”

Lain waktu??

Tidak mungkin!!

Belum tentu suasananya bisa pas seperti ini. Sekolah sepi, tidak banyak murid yang mondar-mandir di lorong kelas selain itu ada angin yang berbaik hati pada Baekhyun untuk mengalun lembut disekitar mereka. Juga yang paling penting! Belum tentu Baekhyun bisa punya keberanian seperti ini lagi. Masuk ke kelas XI-2, tanpa memperdulikan tatapan beberapa siswa yang masih tersisa di kelas itu. Baekhyun langsung menarik tangan Jung Eunwoo, ya itu nama yang tertera di name tag nya. Lalu membawa gadis cantik itu ke atap sekolah.

“Baekhyun??”

Eunwoo kembali bertanya melihat Baekhyun yang belum juga mau menggerakkan kepalanya. Gadis mungil itu mulai mendesah kesal ke udara. Haruskah ia menarik saja tangannya dan meninggalkan Baekhyun? Tapi,, Eunwoo sendiri tidak yakin. Apa dia bisa sekejam itu pada Baekhyun?

“hmm,,”

Baekhyun mulai bersuara, ia mengangkat kepalanya perlahan dan menatap manik indah sosok gadis pujaannya selama ini. Lalu melihat rambut pendeknya yang berayun lembut di bawa angin, juga bibirnya yang selalu merah merona. Baekhyun pernah bilang pada Jongdae sahabatnya kalau ia sangat suka pada gadis seperti itu. Karena bibir yang indah hanya akan mengeluarkan ucapan-ucapan yang manis. Tapi kalau dilihat dari dekat, kok jadi hal lain yang terbayang di kepala Baekhyun saat ini.. (semua juga tau apa yang ada dalam otak Baekhyun selanjutnya)

Sebenarnya ia hanya perlu mengatakan tiga kata tapi rasanya sulittt. . . . sekali. . . .

Baekhyun yang selama ini selalu terlihat cerah ceria dan ramah pada semua orang. Pemuda yang suka menjahili teman-temannya. Kyungsoo bahkan rela menjadi ibu Malin Kundang asal bisa mengutuk Baekhyun menjadi batu, agar pemuda itu bisa diam dan tak merebut misting nya. Atau si Baekhyun pembuat onar di kelas sampai seisi kelas harus di hukum oleh Jung songsaengnim. Guru pengajar matematika tergalak sedunia. Walau itu hanya pendapat Baekhyun saja. Okelah, mungkin juga untuk beberapa orang.

Eittss… dibalik kekurangannya itu terdapat sebuah berkah yang selalu diinginkan oleh Minseok. Seperti ketika Suho sang ketua OSIS membuat suasana rapat begitu tegang dengan mudahnya Baekhyun mengeluarkan guyonan untuk mencairkan suasana. Tidak ada yang pernah lupa dengan jasa Baekhyun yang berhasil mengharumkan nama kelas nya di lomba komedi sekolah. Beberapa sekolah mungkin memang mengadakan acara lawak. Atau juga Baekhyun yang tak pantang menyerah memujuk Jung songsaengnim dengan ribuan kata yang tak pernah habis dari mulutnya. Sehingga guru galak itu menarik kembali hukumannya untuk kelas XI-1.

Untuk kali ini saja Baekhyun ingin menjadi seperti Minseok. Meski teman nya yang satu itu sangat pendiam tapi percayalah kalau urusan confession. Minseok berada jauh di atas level Baekhyun. Ketika ia tak sengaja pulang terlambat dan melewati sebuah lorong kelas ada Minseok disana sedang menggenggam tangan seorang gadis, kalau tak salah itu Sulli. Baekhyun dapat mendengar suara Minseok yang sangat dalam mengucapkan ‘saranghae’ pada Sulli. Lalu gadis itu meloncat bahagia memeluk Minseok.

Karena itulah sekarang Baekhyun membawa Eunwoo kesini. Ia harap Eunwoo juga akan senang mendengar serenade lovenya dan melonjak kegirangan, seperti apa yang Sulli lakukan. Tapi kini Baekhyun mulai menyerah..

Ia memang tidak bisa..

Ini bukan seperti sebuah lelucon yang bisa dikeluarkan mulutnya begitu saja..

Mungkin lain kali memang saat yang lebih tepat..

“a.. a kkebdda..”

Suara itu terdengar begitu lirih dan dalam. Baekhyun benar-benar sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.

“kke- kkeb- . .”

Baekhyun mulai mengeluarkan suara nya yang putus-putus ia terlalu gugup bahkan untuk menyatakan penyesalannya telah membuang waktu Eunwoo yang berharga. Berlebihan!!

“kkebb-  song~”

Suara yang lirih itu tiba-tiba berubah diakhirnya. ‘song~’ Baekhyun mengucapkan kata itu dengan nada yang naik kemudian turun.

“hmppphh….  hhaha..”

Eunwoo akhirnya tak dapat menahan tawanya setelah mendegar ucapan Baekhyun.

“boh? Kkaeb song??!”

Gadis itu menirukan kembali suara Baekhyun saat mengucapkannya tadi.

Seharusnya memang begini. Baekhyun tak perlu menjadi orang lain dengan menirukan adegan-adegan drama di tv. Ketika seorang namja menyatakan perasaannya pada gadis yang dicintainya dengan berbagai cara romantis. Sebenarnya ia hanya perlu menjadi dirinya sendiri.

Seorang Baekhyun yang jenaka..

Baekhyun yang sangat PD. Ia bahkan meng-upload fotonya saat menggunakan eye liner milik omma nya. Salahkan ommanya yang terlihat begitu cantik ketika hendak ke pesta bersama sang appa. Baekhyun bertanya pada ommanya dan itu karena eye liner baru yang dibeli ommanya.

Baekhyun yang punya mulut kreatif sampai Minseok rela membayar nya bulanan. Asalkan Baekhyun mau mengajarinya jadi cerewet..

“kkaeb song~ sudah membuang waktu mu. Tapi aku hanya ingin mengatakan ‘Saranghae’ pada mu..”

Suasananya begitu hening sesaat sampai yang terdengar hanya suara detak jantung mereka masing-masing.

“jadi maukah kau menjadi pacar ku?”

Tanya Baekhyun sambil maju selangkah lebih dekat pada Eunwoo.

“ku pikir ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi jawaban dari pertanyaan mu.”

‘ccup’

Bukan! Bukannya Baekhyun yang mencium malah Eunwoo yang memegang kedua bahu pemuda itu lalu berjinjit mencium bibirnya.

Eunwoo langsung berbalik, berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih mematung di tempatnya.

“my first kiss.”

Baekhyun bergumam pelan dan masih dapat di dengar jelas oleh Eunwoo. Kemudian gadis itu berbalik sekilas dengan tawa nakalnya.

“kkaeb song~”

Sebelum Baekhyun mengejarnya, Eunwoo putuskan untuk berlari duluan dari pemuda tampan itu.

“Eunwoo-ya!! tunggu aku!!”

 

 

 

. . . . . end . . . . .

Wuuh.. baru belajar bikin ficlet..

Sorry for typho anywhere..

Hihi^^

Gara-gara exo showtime ep 12..

Ya udahlah,, ya..

Put your comment

Small reason

small reason

Small reason

Onfanllcouple

Lee Minho, Lee Jeongseok, Kim Woobin, Kris Wu

oneshot

Brothership, family

PG 13

 

Summary : ketika sebuah alasan kecil muncul dan berakibat fatal.. ada Jongsuk yang tersenyum nakal dalam kamarnya. Apa yang bisa ia lakukan untuk menyelesaikannya?

 

 

Waow…

Deadline.. oh,, no!!

 

Happy nice reading^^

 

Lee Jongsuk, pemuda tinggi 185 cm berwajah tampan, oh.. ralat! Sangat tampan. Pemuda yang memakai celana panjang kotak-kotak coklat merah dengan kemeja putih lengan pendek, ditambah tas berwarna biru cerah yang digendongnya sekarang. Pintu kayu besar dengan ukiran ditepinya ditambah gagang yang mengkilap, mungkin campuran silver dan emas terbuka lebar. Jongsuk masuk dengan wajah malas ke rumahnya tanpa menghiraukan seluruh pelayan nya yang sudah membungkuk hormat di hadapannya.

“makan sore sudah siap tuan muda. Master Cheff menyiapkan sapi panggang kesukaan anda.”

Pria tua yang berjas hitam itu menundukkan kepalanya hormat pada Jongsuk lalu mengangkat kembali kepalanya menunggu respon dari tuan mudanya.

“huuuhhhh..”

Jongsuk hanya mendesah kesal dan melewati kepala pelayan begitu saja. Ia berjalan malas menaiki tangga besar nan megah, berhenti didepan 3 pintu kamar sebelum akhirnya ia masuk ke pintu kamar yang ada di tengah.

Jongsuk melebarkan tangan sebelum menghempaskan dirinya diatas ranjang.

“blusshhh…”

Pemuda tampan itu memejamkan matanya. Berusaha meredam seluruh amarahnya dengan keadaannya saat ini. Tidak seharusnya rumahnya terasa begitu sepi dan hening seperti ini. Jongsuk tidak suka sendirian!

Jongsuk menatap foto besar yang tertempel ditembok kamarnya. Dimana ada 3 namja tampan disana dan dia berada di tengah-tengahnya. Mereka terlihat sangat dekat dan akrab.

“aku rindu kalian hyung..”

. . .

 

Jongsuk memang tidak sendiri! Dia masih punya 2 hyung yang kembar dan tak kalah tampan. Ada Lee Minho dengan Lee Woobin, saudara kembar praternal. Lalu pertanyaan dimana mereka saat ini? Tentu saja Minho di kantor menjalankan perusahaan keluarga sebagai anak tertua sedangkan Woobin mungkin sedang di kampusnya atau bermain bersama beberapa temannya, membully anak lemah.

Dulu, masih dengan jelas Jongsuk ingat kalau kedua hyungnya itu sering menghabiskan waktu bersama nya. Dulu juga kedua orang tampan yang sama-sama punya tinggi 188 cm itu begitu akrab bersama. Mereka berdua memang bukan kembar identik tapi semua barang-barang mereka sama. Bahkan kalau ada yang berbeda, walau satu saja. Maka akan terjadi perang dunia ke-3 bagi nyonya Lee. Kedua nya akan merengek dikaki ommanya dan tak akan beranjak dari situ sampai barang mereka diganti jadi yang sama. Bukan hanya itu feeling yang mereka rasakan juga sangat kuat. Seperti pernah waktu itu Minho sedang menemani Jongsuk membangun menara dari balok-balok kayu. Entah kenapa tiba-tiba mata Minho berair sangat banyak lalu dilihatnya, hyungnya itu berteriak kesakitan. Ternyata Woobin yang saat itu sedang menyelinap masuk kedalam dapur untuk mencoba memasak diam-diam dan malah tangannya yang teriris pisau. Sungguh ironis memang sekaligus awesome.

Tapi itu semua kini hanya menjadi kenangan dalam ingatan Jongsuk semata. Kedua hyung itu tidak lagi akrab satu sama lain, mereka saling menghindari sekarang. Hanya ada jongsuk yang sendirian. Semua hanya karena sebuah alasan kecil yang sebenarnya tidak masuk akal bagi Jongsuk dan. .

Dan kenapa harus dia yang menjadi korbannya sekarang??

Jongsuk sudah berjanji akan membantu kedua hyungnya pada kedua orangtuanya..

Maka, sekaranglah waktu nya.

*Small Reason*

 

Pagi yang biasa di kediaman keluarga Kim yang megah. Meja makan yang tidak panjang seperti meja makan dirumah mewah lainnya. Meja makan yang hanya cukup untuk lima orang dan sekarang bangku nya sudah berkurang, tinggal tiga. Baru dua pemuda tampan yang mengisi meja makan itu. Mereka hanya fokus pada makanan tanpa memandang satu sama lain. Kedua pemuda sengaja memperlambat makan mereka mengingat masih ada satu bangku lagi yang kosong.

Tuk.. tuk.. tap.. tap..

Terdengar suara sepatu yang menghantam setiap anak tangga yang dituruni nya dengan cepat dan setelah itu ia melangkah tergesa-gesa menuju bangkunya. Pemuda berseragam itu sudah telat rupanya. Kedua pemuda tampan yang sudah lebih dulu duduk sebelumnya melirik pemuda yang baru datang itu. Ada satu hal yang benar-benar berbeda dari pemuda itu hari ini.

“Jongsuk!! Rambut mu!”

Teriak pemuda tampan yang berkulit sedikit gelap itu sambil mengangkat pisau ditangan kirinya. Pemuda satu lagi ikut melirik saja dan menunggu jawaban dari dongsaengnya.

“oh,, aku hanya mengecatnya.”

Jongsuk menjawab dengan santai tanpa memperdulikan tatapan kedua hyung kembarnya itu.

“tapi kau masih sekolah! Kenapa mencat rambut seperti itu?!” yang tertua diantara mereka kembali bertanya.

“bukankah ini terlihat bagus Woobin hyung?”

Kini Jongsuk menatap hyungnya yang dari tadi belum bicara. Woobin mengangkat kepalanya dan memperhatikan rambut Jongsuk yang sekarang blonde penuh.

“tidak buruk!!” komen Woobin singkat.

“tuh, kan-“

“tapi kau masih sekolah. Ikuti peraturan yang ada! Nanti kuliah kau bisa melakukan semua semau mu!! Uri magnae Jongsukie”

Baru saja Jongsuk ingin mencibir pada Minho tapi Woobin malah memotong perkataannya. Jadi, Woobin memang tak pernah bisa diharapkan oleh Jongsuk.

“kalau begitu aku pergi duluan saja!”

Trang…

Jongsuk menghempaskan garpu dan pisaunya begitu saja menghantam permukaan piring porselen yang terdengar nyaring. Pemuda itu berbalik badan dan pergi meninggalkan meja sambil menggendong tasnya.

“hei! Kim Jongsuk tunggu!! Aku yang akan mengantar dan menjemput mu mulai sekarang!”

Suara Woobin kembali membuat Jongsuk kesal. Pemuda itu berjalan kembali ke meja makan, menepuk pundak Woobin pelan.

“kau ini namja, hyung! Lakukan apa yang seharusnya namja lakukan!!”

“aku memang seorang namja, Jongsuk!”

Woobin berbalik lalu menatap magnae kecilnya dengan penuh senyuman.

“yang ku lakukan hanya menjaga dongsaeng ku, itu saja.”

*Small Reason*

 

Baru saja seorang pria tinggi berjas hitam menggunakan kacamata membuka pintu ruangan Minho. Sebagai sekertaris ia hanya ingin mengajak tuan mudanya ke ruang rapat yang akan dimulai 5 menit lagi. Tapi pemuda tampan itu justru malah melewati pria itu begitu saja.

“tuan muda, kita harus rapat!” teriaknya

“aku tak bisa sekarang pak Kwang. Sekarang aku harus pergi.”

“lalu bagaimana dengan rapatnya?”

“tunda! Atau kau saja yang memimpin.”

“tapi tuan-”

Pak Kwang hanya bisa menatap kepergian tuan muda nya itu begitu saja. Ya, dia hanya bawahan dan tak berhak melawan atasan kalau ia masih ingin bekerja.

*Small Reason*

 

Jalanan yang besar dan kosong. Ada banyak orang yang berkumpul disitu mirip sebuah pesta out door dimalam hari. Hampir setiap pemuda disana dikelilingi para gadis yang berpakaian minim. Di tepi jalan berjejer beberapa mobil. Musik-musik keras seperti rock, underground terdengar dimana-mana.

Pemuda tinggi yang sedang memakai kaos oblong pendek juga celana pendek ditambah sepatu sport dan kacamata hitam. Uh,,, pemuda tampan dan mempesona. Ada banyak gadis yang mengelilinginya. Pemuda itu hanya tersenyum manis sambil menikmati segelas cocktail digenggamannya. Ia menggoda gadis-gadis itu manja. Ia melirik jam ditangan kanannya lalu mengambil jaket yang tergeletak diatas kursi sebelahnya. Baru saja, pemuda itu hendak memakai jaketnya. Seorang pemuda tinggi datang menghampirinya. Atau bisa dibilang musuh lama.

“hei,, ada apa tuan muda Minho yang terhormat mau datang kemari?”

“jangan bersikap bodoh seperti itu, Kris! Kau tentu tau maksud kedatangan ku!!”

“hmm,,,”

Kris mengeryitkan dahinya menolehkan kepalanya kekanan sambil menghembuskan nafas sejenak.

“Tapi. Aku. Sungguh.. tidak tau!! Tuan muda LEE MIN HO!!”

Minho menggertakkan giginya geram.

“dimana Jongsuk?”

“Jongsuk? Siapa dia?!”

“LEE JONGSUK!”

“siapa??”

“adik ku LEE JONGSUK!”

“tidak ada yang bernama Jongsuk disini!! Huuhhh,, kau hanya membuan-buang waktu ku saja. Sebentar lagi aku harus balapan dan melawan anak ingusan yang menantang ku.”

Kris memakai jaketnya dan melewati Minho begitu saja dengan senyum meremehkan.

Tunggu.. anak ingusan??!

‘ah,, itu pasti Jongsuk!’ pikir Minho.

Minho berjalan mengikuti Kris yang ternyata sedang menuju mobil balap yang sangat familiar baginya. Mobil itu memang memiliki banyak perubahan dalam penampilan luarnya. Bahkan, Kris saja sudah lupa dengan mobil itu tapi tentu saja tidak dengan Minho dan satu orang lagi. Hanya mereka berdua yang mengenal luar dan dalam mobil itu. Mereka yang mengumpulkan uang susah payah dan memodifikasinya. Mobil itu bagaikan anak mereka sendiri. Entah, bagaimana Jongsuk bisa menemukan mobil itu?!

Benar dugaan Minho. Itu Jongsuk! Yang sedang duduk dalam kursi kemudi mobil itu adiknya.

“Jongsuk cepat keluar dari situ!!”

Minho lebih dulu berteriak dan mengetuk keras-keras kaca mobil Jongsuk sebelum Kris sempat memintanya keluar.

“oh,, jadi ini yang namanya Jongsuk?! Adik kecil mu yang manis??”

Kris menggoda Minho dengan suaranya yang sangat menggelikan dan membuat Minho semakin muak melihatnya.

“JONGSUK!!”

“hei,, kau tidak boleh meminta nya untuk keluar! Dia yang sudah menantang ku tadi. Seenaknya saja kau mengambil nya. Setidaknya biarkan dia menepati perkataannya.”

“tapi Jongsuk tidak pernah balapan. Kalau ada yang mau kau lawan kenapa bukan aku saja?”

“hei,, sudah ku bilang tadi bukan tuan muda Minho yang terhormat. Dia. Duluan. Yang menantang ku!!”

Kris mendorong dada Minho ke belakang, untung Minho masih sadar untuk menahan tubuhnya agar tak terjatuh.

Jongsuk keluar dari mobilnya dan menarik Minho yang hendak menyusul Kris.

“darimana hyung tau aku disinia? Bukannya hyung harus rapat sekarang!!”

“tentu saja orang yang ku suruh menjaga mobil ini langsung mengatakan nya pada ku. Harusnya, aku yang bertanya bagaimana bisa kau dapat mobil ini? Lagi pula mana bisa aku rapat kalau adik ku sedang dalam bahaya.”

“bahaya apa?? ini cuma balapan biasa.”

“balapan biasa apa?? kau tidak pernah mencoba yang namanya balapan liar sebelumnya. Lagipula kau tidak tau Kris itu seperti apa! Dia pasti akan membuat mu kalah dan tidal hanya itu. Dia juga pasti membuat mu celaka atau cacat. Aku tidak mau adik ku kenapa-kenapa.”

“yah,, hyung berdoa saja pada Tuhan agar aku selamat.”

Jongsok mendesah dan melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke mobil. Tapi Minho menarik tangan Jongsuk lebih dulu.

“kita masih bisa kabur sekarang. Tinggalkan saja mobil itu.”

Minho berbisik ke telinga adiknya.

“tidak bisa hyung. Aku mempertaruhkan rumah kita.”

“apa maksud mu??”

“iya aku sudah memberikan sertifikat rumah sebagai jaminan.”

Jongsuk tersenyum selebar-lebarnya membuat Minho semakin gemas. Kenapa bisa adiknya yang pendiam ini bisa begitu menyebalkan. Seumur-umur baru kali Jongsuk benar-benar menyebalkan.

“kenapa kau tiba-tiba ingin balapan ?”

“itu karena aku ingin saja.”

“tidak mungkin! Pasti ada alasan lain.”

“terserah kalau hyung tak percaya. Lagi pula aku bukan anak kecil lagi!!”

Sekali lagi Minho menarik Jongsuk yang hendak masuk ke mobilnya.

“apa lagi hyung??”

“hmm,, biar aku saja yang menggantikan mu.”

“hha?? Memang hyung bisa?!”

“tentu saja! Setidaknya aku lebih baik dari mu.”

“haha.. ha..”

Jongsuk tertawa keras mendengar ucapan hyung nya itu.

“apa yang lucu??”

“hyung itu kerjanya dikantor bukan montir atau arena balap. Ke kantor saja pakai supir. Jadi, bagaimana bisa balapan?!”

“ah,,, kau ini sungguh keterlaluan..” Minho geleng-geleng kepala mendengar ucapan adiknya itu. “Kris bahkan mengenal ku. Karena sebelumnya aku berhasil mengalahkannya, tau!!”

“hyung, ini bukan waktunya bercanda!!”

“aku tidak bercanda Jongsuk. Dulu waktu sma kami iseng ikut balapan liar untuk uang jajan tambahan tanpa sepengetahuan orangtua kita.”

“kami? Hyung dengan siapa?”

“ya, memang siapa lagi menurut mu?”

“hyung dengan Woobin hyung?!”

Jongsuk menatap Minho tak percaya.

“bagaimana caranya?”

“Kau tau Woobin itu orangnya teliti dan suka IT. Dia memasang beberapa kamera di bagian-bagian luar mobil. Tidak peraturan dalam dunia balapan liar. Kecuali, kau hanya mengendara sendiri! Jadi, Woobin mengarahkan jalan ku kemana aku harus pergi dan siapa saja yang ada didepan dan belakang ku. Waktu itu kami selalu berhasil mengalahkan Kris dan aku yakin dia akan balas dendam melalui mu. Aku benar-benar takut dia akan mencelakakan mu.”

“lalu, hyung yakin bisa balapan tanpa Woobin hyung?”

“entahlah, lebih baik aku yang terluka dari pada kamu. Atau biarkan rumah kita mereka ambil. Kita masih bisa beli rumah yang lebih besar.”

“bukan masalah kita bisa beli lagi atau tidak. Tapi, memori kita semua ada disana. Kenangan omma dan appa.”

“hyung akan berusaha semampu hyung untuk menyelamatkan rumah kita.”

Minho langsung masuk ke dalam mobil itu. Mobil yang sudah membawanya menjadi juara balapan liar berkali-kali waktu SMA dulu. Minho mengelus halus stir mobilnya, menatapi sekeliling bagian depan mobil, kopling, rem tangan, gigi dan jok disampingnya. Biasanya akan ada seseorang duduk disana mengechek beberapa alat yang terpasang dimobil. Tapi sekarang orang itu tidak diketahui keberadaannya. Minho sangat berharap ia bisa memenangkan pertandingan tanpa dia. Walau ini mungkin akan menjadi pertandingan pertamanya tanpa Woobin, adik kembarnya.

Sekarang semua sudah siap didalam mobil masing-masing dan seorang wanita seksi berjalan ke tengah-tengah jalan dengan sapu tangan berwarna pink. Wanita itu menebar senyum seksinya. Ia mengangkat sapu tangan pink itu keatas lalu menjatuhkannya.

“blusshhh..”

Begitu sapu tangan itu jatuh terbawa angin. Mobil-mobil itu langsung melaju cepat berlomba untuk menjadi juara.

Sekarang Jongsuk benar-benar khawatir. Bukan! Bukan ini rencananya. Ia hanya ingin menyatukan kembali kedua hyungnya bukan mencelakan hyung tertuanya. Harusnya, Woobin sudah datang disini untuk membantu Minho. Sebenarnya tanpa Minho  beritau pun Jongsuk sudah tau dengan jelas Kris itu orang nya seperti apa. Jongsuk kini hanya bisa menutup matanya sambil melipat kedua tangannya. Memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan hyungnya.

“Hyung! hati-hati dibelakang mu ada dua mobil yang hendak menyerempet. Lebih baik hyung pindah ke jalur kanan sekarang.”

Jongsuk membuka matanya. Ia tak menyangka kalau Tuhan akan mengabulkan doanya secepat ini. Dia kenal betul suara siapa yang sedang bicara disampingnya saat ini. Jongsuk segera memeluk pemuda yang lebih tua darinya itu erat-erat.

“ah,,, aku tau kalian berdua selalu punya ikatan batin yang kuat hyung.”

“Jongsuk, kau berlebihan. Kita akan membahas masalah ini nanti di rumah. Jangan harap kau bisa tidur dengan tenang malam ini!!”

Woobin menatap tajam Jongsuk sekilas lalu menatap kembali tabletnya yang menampilkan video dari kamera yang dipasang didepan dan belakang mobil. Setelah itu Woobin akan memberikan instruksi pada hyungnya lewat handsfree yang dipakainya saat ini.

Woobin ikut tersenyum saat melihat video dari kamera yang terpasang didalam dekat stir. Dapat dilihatnya kalau hyung nya itu tengah tersenyum saat ini. Tentu saja Minho sangat senang setelah tiga tahun ini Woobin tak pernah bicara padanya. Akhirnya mereka bisa berkomunikasi lagi. Jongsuk juga ikut tersenyum diam-diam sambil menutupi wajahnya dari Woobin yang mungkin akan memukul kepalanya. Ya, Jongsuk memang jahil dan membuat perkara yang sangat besar tapi juga dengan dampak yang memuaskan.

Kini mulai terlihat sebuah mobil berwarna hijau yang mendekati garis awal kembali. Jonguk dan Woobin sama-sama senang melihat Minho yang sebentar lagi sampai ke garis finish. Namun, itu hanya berlangsung beberapa detik melihat Kris juga yang mulai menyusul dibelakang. Apa lagi dia mulai tampak mencurigakan.

“cciitt… blushhh..”

Hampir saja mobil hijau itu oleng kalau saja Minho tidak merem mendadak dan berbelok kekanan. Kris benar-benar jahat di akhir saja ia masih ingin mencelakai Minho.

“yeahh…. Wuuh!!! Wow… Cool..”

Terdengar riuh tepuk tangan dari orang-orang disana begitu Minho berhasil sampai duluan digaris finish. Jongsuk dan Woobin segera menghampiri Minho dan mereka berpelukan bersama.

“yeahh,,, kita berhasil!!” teriak Jongsuk bersemangat.

Lalu mereka melepaskan pelukan mereka.

“maafkan aku Woobin. Seharusnya aku tidak meminta mu memujuk omma untuk membelikan gundam di Jepang. Kalau saja aku tidak melakukannya. Pasti kedua orangtua kita masih ada menunggui kita di rumah saat ini.”

“sudahlah hyung. Itu bukan salah hyung!! Itu salah ku! Karena aku juga menginginkan gundam itu!”

Jongsuk mendesah keudara. Sebenarnya mereka bermusuhan hanya karena ini. Alasan kecil yang tak logis menurut Jongsuk. Sudah susah payah Jongsuk menyatukan mereka dan haruskah mereka kembali bertengkar dalam beberapa detik??

Ayolah?!! Yang benar saja.

Jongsuk menatap cemas kedua hyungnya yang sudah mulai diam satu sama lain.

“HYUNG! HENTIKAN!! KALIAN BENAR-BENAR SEPERTI ANAK KECIL!!-”

“appa dan omma meninggal karena kecelakaan pesawat tidak ada hubungan dengan gundam yang kalian pesan.”

“tapi, Jongsuk. Kalau aku tidak memujuk omma ke Jepang. Pasti mereka tak akan mengalami kecelakaan pesawat.”

“itu takdir Tuhan hyung. Lagi pula kalian tidak cape hanya menyalahkan diri satu sama lain lalu saling mendiami. Aku tidak butuh hyung yang kerja nya diam saja. Selama ini aku hanya sendirian kalian buat. Bisakah kalian tidak mempertengkarkan hal sepele itu! lagi?!-”

“kalian berdua sama-sama salah! Dan harusnya aku yang marah!! Sudah berbaikanlah. Susah payah aku menyatukan kalian diarena balap ini. Masa masih mau bertengkar?!”

“oh,, jadi ini alasan mu balapan! LEE JONGSUK!!”

“ahkk..”

Minho menarik telinga kiri Jongsuk sementara Jongsuk hanya bisa menjerit kesakitan.

“ahhh,,, appu dda hyung!!”

Sekarang telinga kanan nya diputar oleh Woobin.

“kita harus selesaikan dia malam ini juga hyung!”

Woobin memberikan senyumannya pada Minho yang menunjukkan jempolnya setuju.

“hey,, aku tidak menyatukan kalian untuk menyakiti ku!! Tapi untuk menghibur ku!!”

“dan kami juga harus memberi mu sedikit pelajaran untuk tidak melakukan hal jahil yang berakibat fatal.”

Minho dan Woobin membawa adik mereka Jongsuk ke dalam mobil.

Yah,, semuanya kini sudah lebih baik sekarang.

Hanya karena sebuah alasan kecil yang tidak logis.. dapat memisahkan saudara kembar.

Untungnya masih ada yang menyatukan mereka..

End..

 

put your coment ok^^

FF : We are a Part (Chap 2)

we are a part 2

Judul : we are a part (chap 2)

Author : onfanllcouple

Genre : family, brothership, sad.

Main Cast : all exo

Rating : g

Length : sequel

Happy nice reading and don’t forget to comment^^ this my first sequel FF. I hope you guys enjoy reading…

Sorry telat banget… ada kesalahan pengiriman..

 

Brukkk…..

Namja berkulit gelap itu tersungkur begitu saja diaspal hitam yang begitu dingin. Sedangkan orang yang didalam mobil begitu ketakutan.

…………………………
Baca lebih lanjut

FF One Chance it’s more than Enough

PicsArt_1387522567490

Judul              : One Chance it’s more than Enough

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Xi Luhan

Jung Eun Wo (OC)

Do Kyungsoo

Genre              : fantasy, love, sad=comedy(?)

Rating             : PG 14

Length                        : one shot

Summary       : “hei, apa kau baik-baik saja?”

“ehm..”

“kalau kau merindukannya. Kenapa tidak mengunjungi nya?”

“memang aku bisa ?”

“kau tau dengan sangat jelas, Tuhan selalu punya alasan dibalik setiap perkara. Turunlah, tengok dia. Siapa tau itu bisa mengobati sakit di hati mu.”

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Hi… readers.. Ohh.. I miss you guys.. anybody miss me??

I’m back^^

There is FF special Christmas

Happy reading and comment please^^

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

. . . . . . . . .

. . . . .

. . .

Seorang yeoja duduk disebuah bangku taman sendirian. Menjelang sore ini langit berwarna keemasan. Yeoja itu memandangi langit sungguh-sungguh. Ia tersenyum seolah-olah dapat melihat seseorang yang sangat dirindukan nya sampai saat ini. Yeoja itu yakin sekali kalau namja yang dirindukan nya juga melihat nya dari sana. Baca lebih lanjut